Dalam suatu kesempatan Jay Shetty mengundang Yuval Harari Untuk berbicara dalam Podcast milik Jay Shetty. Mereka membicarakan Why Boredom is Good For You.  

Oh ya, bagi Anda yang belum  mengenal siapa itu Harari, dia adalah penulis buku ternama yang berjudul ‘Sapiens’ kemudian ‘Homo Deus’. Pemikiran-pemikirannya sangat mengguncangkan dunia termasuk juga ketika dia menulis tanggapannya atas krisis yang terjadi karena COVID-19 di The New York Time. 

Jay Shetty adalah seorang motivator, youtuber, dan mantan biksu. Dia sangat dikenal karena memberikan kita berbagai kesadaran melalui video-video yang dibuatnya dan kemudian diunggah ke YouTube.  mengenai podcastnya sendiri Saya juga baru tahu ternyata dia membuat seri podcast yang sangat menarik. Di dalamnya dia mengundang para ahli seperti Harari, petenis Novak Djokovic, Tom Bilyeu, mendiang Kobe Bryant, dan lainnya.

Nah, dalam podcastnya bersama dengan Yuval Harari, Jay Shetty membicarakan mengenai kebosanan dan kenapa hal itu baik untuk kita. Anda bisa mendengarnya secara lengkap di podcast tersebut di alamat jayshetty.me. 

Namun, kali ini saya ingin mengutip beberapa hal yang menurut saya sangat menarik dari pembicaraan mereka berdua. Terutama ketika mereka membicarakan mengenai persoalan dalam bidang pendidikan dan teknologi.

Harari menyampaikan beberapa pendapatnya mengenai masa yang akan datang ditilik dari masa sekarang. Menurut Harari, saat ini kita berada pada masa yang sangat sulit karena tidak tahu seperti apa 20 atau 30 tahun lagi.

Apakah pada saat itu kita akan sama saja dengan saat ini atau justru berubah dengan sangat luar biasa?

Hal ini juga terjadi pada bidang pekerjaan. Kita tidak tahu seperti apa dunia kerja yang akan dihadapi oleh anak-anak kita pada tahun-tahun tersebut.

Meskipun wawancara tersebut dilakukan pada tahun 2019 sekitar bulan April tetapi saat itu Harari sudah menyampaikan adanya krisis. Saya kurang begitu yakin dengan krisis yang dimaksud olehnya. Apakah terkait dengan pandemi COVID-19 atau tidak, tetapi rasanya saat itu krisis karena pandemi belum terjadi. 

Dia bilang bahwa krisis yang terjadi saat ini akan berdampak pada 20 hingga 30 tahun yang akan datang. 

Jika kita mengaitkannya dengan peristiwa COVID-19 maka mungkin hal yang serupa juga akan terjadi. Kemudian jika mengingat anak-anak kita yang saat ini mengalami kesulitan bersekolah maka apa dampaknya pada pendidikan mereka pada 20 hingga 30 tahun yang akan datang. 

Harari kemudian menyampaikan kekhawatirannya karena beberapa hal.

Pertama adalah perkembangan dunia kerja. Saat ini dunia kerja kita berkaitan dengan pengetahuan, bukan lagi dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih banyak melibatkan otot. Namun, kita bekerja pada hal-hal yang berkaitan dengan data, informasi, dan lainnya. 

Menurutnya, jika Anda tinggal di Amerika, maka akan siap lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia kerja tersebut. Namun, bagaimana jika Anda tinggal di negara lain yang tidak memiliki kapasitas sebagus di Amerika misalnya di Amerika Tengah, Afrika, atau di Asia?

Kondisi itu menunjukkan kepada kita terjadinya inequality atau kesenjangan antara  negara-negara di dunia.

Jika kita tarik pernyataan Harari tersebut dengan kondisi yang saat ini terjadi di negara kita, terutama mengenai kebijakan bersekolah secara online, maka kesenjangan itu pun juga terjadi. 

Jika Anda tinggal di Jakarta, mungkin saja dapat mengikuti pembelajaran secara daring dengan lebih mudah karena beragam fasilitas tersedia dengan mudah di sini.

Namun, bagaimana jika Anda tinggal di suatu daerah yang jauh dari peradaban di pelosok negeri? Bukankah kita melihat adanya anak-anak sekolah yang harus berada di tikungan jalan yang berbahaya dan di tebing-tebing yang tinggi untuk sekedar mendapatkan sinyal agar dia bisa mengikuti sekolah secara daring? 

Pertanyaan yang sama kemudian bisa mengemuka, ya itu seperti apa perbedaan di antara dua kelompok anak sekolah tersebut di masa yang akan datang? Apa yang akan terjadi pada anak-anak sekolah di Jakarta dan apa yang akan terjadi pada anak-anak sekolah di pelosok negeri?

Oleh karena itu, menurut saya yang paling penting disiapkan saat ini untuk mendukung pembelajaran secara daring adalah dengan menyiapkan berbagai infrastruktur dasar yang diperlukan. Misalnya internet dan jaringan listrik secepat-cepatnya. 

Hal ini dimaksudkan agar siapa saja di negeri ini memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pembelajaran meskipun pada kondisi yang sulit. Dengan demikian, diharapkan 20 atau 30 tahun lagi mereka akan memiliki keterampilan yang sama, peluang yang sama, dan mampu bersaing secara adil dalam lapangan pekerjaan. 

Setelah Anda membaca uraian di atas, apa pendapat Anda mengenai hal tersebut?

Menurut Anda, apa yang perlu dipersiapkan bagi generasi muda yang saat ini sedang bersekolah dan nanti 20 hingga 30 tahun lagi akan menjadi para pemimpin di negeri ini?