Upaya pengurangan risiko bencana dalam respon kemanusiaan dapat menjadi persoalan yang tidak mudah dihadapi. Namun, kendati dalam situasi yang sangat genting karena fokus lebih ke pemenuhan kebutuhan dasar, lembaga kemanusiaan tetap dapat bekerja untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.  

Meningkatkan Kapasitas

Baca juga: Penanggulangan Bencana: Upaya PRB di Myanmar Diawali dari Membangun Jalan

Upaya tersebut dapat dilakukan baik di tingkat individu, keluarga, dan juga masyarakat. Bahkan, upaya peningkatan kapasitas juga perlu dilakukan terhadap institusi lokal.  

Sebagai contoh, pendistribusian bantuan dalam bentuk uang tunai akan memungkinkan mereka yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar dan pada saat yang sama tetap memerhatikan mata pencahariannya. Hal ini berarti menghindari tindakan yang akan menyebabkan masyarakat semakin rentan.  

Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Dalam situasi darurat, maka organisasi internasional dan lokal dapat menjalin bekerja sama yang saling menguntungkan. Misalnya penerapan pengetahuan atau kearifan lokal dari organisasi lokal dapat diikuti oleh institusi internasional.  

Di sisi lain, institusi atau organisasi lokal dapat meningkatkan keahliannya dengan belajar dari organisasi internasional. Misalnya dalam meningkatkan upaya respon tanggap darurat yang dilakukan serta dalam upaya kesiapsiagaan.  

Sementara itu, pada jenis bencana yang lambat (slow on set) dapat dimiliki lebih banyak waktu dan peluang untuk mengurangi risiko bencana saat ini dan di masa yang akan datang.  

Beberapa hal yang dapat dilakukan di antaranya adalah pada jenis bencana kekeringan dengan menginformasikan sumber daya air yang tersedia atau mengupayakan pembuatan atau penjernihan air yang nantinya dapat digunakan untuk memproduksi air minum.  

Selain itu, upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan dukungan dan perkuatan pada sistem peringatan dini, peningkatan prosedur evakuasi, dan meningkatkan kapasitas untuk menilai dan mengurangi risiko bencana.

www.domainesia.com