Kebahagiaan sejati siapa yang tahu seperti apa? Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Namun, semoga tulisan berikut ini bisa memberikan sedikit pencerahan untuk Anda.

Apa itu Kebahagiaan?

Pertanyaan itu terasa aneh, bukan? Namun, memang itulah pertanyaan yang sering mengemuka.

Kemudian pertanyaan lanjutannya adalah, tahukah Anda bagaimana menentukan kebahagiaan?

Selanjutnya, apakah arti bahagia itu sama untuk semua orang? Artinya kebahagiaan yang Anda rasakan juga sama artinya untuk orang lain?

Dan tak kalah penting adalah pertanyaan, apa arti semua ini? Setelah mengetahui makna kebahagiaan, apakah akan membuat perbedaan dalam hidup Anda?

Arti Kebahagiaan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebahagiaan bermakna kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin:

Dari pengertian tersebut, ada beberapa kata kunci yang berkaitan dengan kebahagiaan, yaitu kesenangan, ketenteraman, keberuntungan, dan kemujuran.

Kebahagiaan juga tidak hanya bersifat internal dalam diri seseorang atau kondisi batin. Sebab, kebahagiaan pun dapat dilihat oleh orang lain dan terpancarkan atau eksternal.

Namun, pengertian itu belum menjelaskan kepada kita, seperti apa kebahagiaan yang sejati itu?

Padahal, saat seseorang mengetahui makna kebahagiaan, maka akan memberikan peran yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Mengetahui arti kebahagiaan juga menentukan bagaimana kita akan menjalani kehidupan ini.

Kebahagiaan sangat relatif.

Inilah kesadaran pertama yang perlu kita ingat, yaitu bahwa kebahagiaan sangat relatif.

Artinya antara satu orang dengan orang yang lain tak akan selalu sama artinya kebahagiaan.

Artinya kebahagiaan seseorang bisa berarti penderitaan bagi orang lain.

Pun sebaliknya, kesedihan atau penderitaan seseorang bisa berarti kebahagiaan bagi orang lain.

Namun begitu, yang paling penting untuk diingat adalah jangan sampai kita berbahagia atau tertawa di atas penderitaan orang lain.

Sebagai tambahan informasi, kebahagiaan dalam terminologi positive psychology maknanya adalah kesejahteraan yang subjektif atau berdasarkan perasaan orang itu sendiri.

Mengetahui Apa yang Membuat Bahagia dan Tidak

Untuk mencapai kebahagiaan sejati, maka kita perlu mengetahui apa hal-hal yang membuat bahagia dan apa hal lain yang membuat kita tidak bahagia.

Jika Anda ingin tahu apa yang membuat bahagia, pertama ketahui dulu apa hal-hal yang membuat Anda tidak bahagia.

Kemudian hilangkan berbagai hal yang membuat tidak bahagia itu.

Sisanya, tinggallah bermacam hal yang membuat Anda bahagia. Hal-hal seperti merasa puas dengan kehidupan kita, berada dalam suasana hati (mood) yang bagus, merasakan emosi-emosi yang positif, dan merasakan kenikmatan dalam kehidupan.

Sepertinya sangat sederhana, ya? Namun, bagaimana praktiknya?

Saya ingin mengetahui pengalaman Anda menyangkut kebahagiaan sejati tersebut di kolom komentar.

Faktor-faktor yang menyebabkan kebahagiaan

Dari positivepsychology.com, saya mendapatkan beberapa faktor yang menyebabkan kebahagiaan, seperti:

  • Penghasilan;
  • Status pekerjaan;
  • Kesehatan;
  • Keluarga;
  • Hubungan sosial;
  • Nilai moral yang dianut;
  • Merasakan pengalaman yang positif.

Di antara semua faktor itu, maka hubungan dengan orang lain yang bagus memegang peran yang sangat penting. Ketika kita merasa bahagia dalam hubungan yang paling penting, misalnya dengan pasangan, anak, orang tua, atau keluarga dekat dan teman dekat, maka kita akan cenderung lebih bahagia.

Kemudian karena kita memiliki kendali terhadap hubungan dengan orang lain tersebut, maka para peneliti bertanya-tanya, dapatkah kita meningkatkan tingkat kebahagiaan kita sendiri?

Sebagai bonus, barangkali ada yang bisa Anda pelajari dari Video ‘How to be happy [Even If You’ve Forgotten What it Feels Like]’ berikut ini.

Baca juga: Tingkat Kebahagiaan