Setiap orang memiliki sisi gelapnya masing-masing. Hal itu pun juga terjadi pada para top performances atau orang-orang yang paling berhasil di bidangnya masing-masing.

Robin Sharma, seorang penulis dari Amerika Serikat membagikan sisi gelap orang-orang yang sangat berhasil itu sebagai berikut:

Mereka yang genius dan para top performances selalu memiliki karakteristik ini.

Mereka sangat demanding atau penuntut dan juga impatient alias tidak sabaran!

Mereka menuntut hasil yang terbaik dan tidak sabar untuk melakukan berbagai perubahan.

Baca juga: Sedikit Perbaikan Setiap Hari Memberikan Manfaat untuk Perubahan

Apakah kita perlu meniru mereka?

Jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi tergantung pada diri Anda sendiri.

Namun, yang paling penting adalah Anda bisa memaksimalkan anugerah (apa pun itu) yang dimiliki dan mengelola berbagai hal yang tidak kita kuasai.

Kemudian berusaha memaksimalkan berbagai kelebihan yang dimiliki dan menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.

Pada titik ini, saya teringat apa kata Denny Santoso, seorang marketing strategist, di salah satu Podcast-nya.

Dia menyampaikan perlunya mengakui kelemahan. Misalnya, Denny memiliki kelemahan dalam hal angka dan membuat laporan.

Untuk mengatasi hal itu, maka Denny pun merekrut orang-orang yang pintar dalam dua hal itu. Dengan demikian, maka usaha atau bisnis yang dirintis dan kemudian dijalaninya pun akan berhasil.

Kondisi yang sebaliknya Denny alami ketika dia tidak melakukan hal itu. Artinya ketika dia melakukan hal-hal yang menjadi kelemahannya atau tidak memiliki tim yang mampu menutupi kelemahan itu.

Akhirnya, bisnis yang dirintis pun kemudian tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Keseimbangan antara Pekerjaan dan Keluarga

Masih dari Podcast Denny Santoso, saya juga mendengar mengenai keseimbangan antara pekerjaan atau karier dan keluarga.

Menurut Anda, apakah bisa tercipta keseimbangan tersebut?

Idenya adalah ketika siang hari, antara Pukul 09.00 hingga 17.00 kita bekerja. Kemudian setelah itu kita pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Namun, jika Anda adalah para top performances, mereka yang sangat berhasil di bidangnya, apakah mungkin bisa mencapai keseimbangan dan pola hidup seperti itu?

Denny Santoso mencontohkan sosok Elon Musk, pemimpin SpaceX, Tesla, SolarCity, Neuralink, dan masih banyak perusahaan lagi.

Menurutnya, jika mengikuti pola keseimbangan karier dan keluarga, maka rasanya mustahil seorang Elon Musk akan mampu memimpin dan berhasil dengan berbagai perusahaannya itu.

Kalau tidak salah, Denny Santoso menyampaikan, bahwa di salah satu tulisan di Quora berjudul ‘Seperti apa bekerja dengan Elon Musk’ (dalam Bahasa Inggris tentu saja), maka disimpulkan bahwa tempat kerjanya sangat menyenangkan.

Namun, cara kerjanya kayak neraka, hahaha.

Itulah mungkin yang menjadi trade off (nilai tukar) yang harus dibayarkan, ketika kita meraih kesuksesan yang sangat besar di satu pihak, tetapi juga sisi gelap lain di seberangnya.