Pilihan itu bernama adaptasi perubahan iklim. Pilihan tersebut mengemuka ketika kita berhadapan dengan persoalan perubahan iklim dan berbagai dampaknya di dunia.

Akar Persoalan: Gas Rumah Kaca

Selanjutnya manakala kita mencoba menjawab persoalan perubahan iklim, maka kita perlu melihat akar persoalan yang tidak tampak, yaitu polusi gas rumah kaca.  

Jika tren emisi gas rumah kaca yang saat ini terjadi terus berlangsung, maka rata-rata temperatur dunia dapat meningkat dua hingga tiga derajat celcius pada 50 tahun yang akan datang. Kemudian pada akhir abad nanti, peningkatan dapat mencapai lima atau enam derajat celcius.  

Dampak Meningkatnya Gas Rumah Kaca

Baca juga: Perubahan Iklim: Kekeringan dan Konflik

Kondisi itu kemudian dapat mengakibatkan terjadinya dampak yang cukup mengerikan dari mencairnya tanah beku (permafrost) dan hilangnya glaciers di daerah tropis, serta mencairnya es di kutub.  

Jika kondisi itu yang terjadi, maka memberikan peringatan ketika suhu naik satu atau dua derajat celcius di atas ambang batas akan menjadi sulit untuk dilakukan.  

Jika itu terjadi, maka umat manusia akan menghadapi beberapa persoalan.  

Persoalan karena Perubahan Iklim dan Fakta yang Dilupakan

Di antaranya adalah bagaimana secara drastis menurunkan emisi gas rumah kaca, sehingga pemanasan global masih terjaga atau berada di bawah level yang membahayakan. Upaya ini tentu saja membutuhkan kerja sama yang luar biasa dari seluruh negara di dunia.  

Satu fakta lain yang tidak boleh dilupakan adalah, ketika setiap orang dapat berpartisipasi untuk mengurangi emisi, mereka yang terdampak oleh perubahan iklim justru memproduksi sedikit sekali emisi jika dibandingkan dengan keseluruhan emisi di dunia.  

Hal ini menyebabkan mereka yang terdampak perlu menjadi prioritas dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

www.domainesia.com