Memprediksi perubahan pada sistem bumi sangat penting untuk mengetahui apa saja proses-proses di bumi yang pernah terjadi di masa lalu. Kemudian dari proses tersebut, diprediksi fenomena seperti apa yang mungkin akan terjadi di masa datang.

Uniformitanianisme

Cerita ini berawal dari ide, bahwa “saat ini adalah kunci untuk masa lalu.” Ide yang kemudian disebut sebagai uniformitanianisme. Paham ini dipopulerkan oleh James Hutton pada tahun 1785 yang sekaligus dikenal sebagai Bapak Geologi. Sebab, pemahaman ini menjadi konsep dasar dari ilmu bumi. 

Baca juga: Dampak COVID-19 pada Lingkungan

Paham atau pengertian itu berarti, proses-proses yang kita lihat sekarang juga terjadi di masa lalu, seperti aliran sungai, formasi batuan, tanah longsor, ombak di lautan, kenaikan daratan karena proses geologi dan lainnya. 

Uniformitanianisme juga mengasumsikan bahwa kekuatan dan frekuensi dari proses-proses alami tetap atau konstan seiring berjalannya waktu. Namun, kondisi itu hanya terjadi jika kondisi atmosfer, lautan, dan daratan sama dengan kondisi saat ini. 

Pengaruh Manusia pada Proses di Bumi

Sementara itu, karena pengaruh aktivitas manusia, maka proses-proses tersebut menjadi berbeda. Sistem bumi berubah karena ulah manusia, sehingga proses-proses alami itu pun menjadi berbeda. 

Sebagai contoh, betonisasi di perkotaan mengubah aliran permukaan air, kekuatan, dan juga frekuensi banjir. 

Oleh karena itu, untuk memprediksi perubahan pada sistem bumi dalam jangka waktu lama, maka kita harus mampu untuk menentukan bagaimana aktivitas manusia di masa datang akan memengaruhi banjir. 

Dalam kasus itu, saat ini menjadi kunci untuk masa depan. 

Oleh sebab itu, pengelolaan lingkungan dan bencana perlu melihat ke belakang di masa lalu dan juga melihat ke masa depan untuk membuat suatu prediksi. 

Selanjutnya, kita akan belajar mengenai kesatuan lingkungan.