Istilah-istilah ketangguhan berikut ini seringkali digunakan dalam pembahasan upaya pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim. 

Ancaman

Ancaman adalah potensi kerusakan karena suatu fenomena alami atau akibat aktivitas manusia. 

Ketika ancaman benar-benar menjadi suatu kejadian, maka dapat menyebabkan korban jiwa, luka-luka, hilang. Selain itu, kerusakan properti, kehilangan mata pencaharian, ketiadaan layanan, gangguan pada bidang sosial dan ekonomi, serta kerusakan lingkungan. 

Yang termasuk ancaman di antaranya adalah kekeringan, banjir, gempa, letusan gunungapi, epidemi, badai angin, curah hujan lebat, bocornya bahan kimia, konflik, dan lainnya. 

Dampak Perubahan Iklim

Baca juga: Empat Jebakan Bagi Pemimpin Saat Melewati Krisis

Dampak perubahan iklim adalah perubahan yang terjadi di iklim sebagai hasil dari berbagai proses, seperti emisi gas rumah kaca yang terlampau banyak. 

Selanjutnya hal itu menyebabkan beberapa dampak, seperti meningkatnya suhu udara, peningkatan tinggi muka air laut, pencairan es di kutub, serta perubahan pola curah hujan. 

Sebagai hasil dan dampak dari perubahan iklim, maka kejadian bencana karena iklim yang sekarang terjadi, seperti kekeringan, banjir, badai diprediksi akan terus meningkat baik frekuensi dan intensitasnya. 

Eksposure atau Keterpaparan

Eksposure atau keterpaparan adalah masyarakat, properti, aset mata pencaharian, sistem dan berbagai unsur lain di suatu area yang kemungkinan besar akan terdampak ancaman bencana atau pun dampak dari perubahan iklim. 

Kerentanan

Kerentanan adalah rangkaian karakteristik, ciri, dan kondisi seseorang, rumah tangga, kelompok-kelompok masyarakat, sistem, dan aset yang kemungkinan sensitif terhadap dampak yang merusak dari suatu bencana atau perubahan iklim. Ciri dan kondisi tersebut dapat berupa kondisi fisik, institusi, politik, budaya, sosial, lingkungan, perekonomian, dan manusianya itu sendiri. 

Ketangguhan

Ketangguhan adalah kapasitas individu, keluarga, populasi, kelompok masyarakat, dan juga suatu sistem untuk mengantisipasi, meredam, dan pulih dari suatu bencana atau dampak perubahan iklim. 

Ketangguhan juga berarti kemampuan jangka panjang untuk mengantisipasi, meredam, dan pulih dari suatu bencana. 

Yang perlu diingat, ketangguhan bukanlah suatu kondisi yang tetap. Namun, ini adalah suatu kondisi dan proses yang sangat dinamis. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketangguhan adalah: 

  1. Politik: kepemimpinan, partisipasi, dan keterwakilan. 
  2. Budaya: transfer pengetahuan, kepercayaan, dan adat istiadat. 
  3. Sosial: komunikasi, jejaring sosial, organisasi, inklusi, dan resolusi konflik. 
  4. Lingkungan: penggunaan lahan, akses ke sumber daya alam, dan keberlanjutan. 
  5. Manusia: ketahanan pangan, kesehatan, dan pendidikan. 
  6. Ekonomi: keamanan pendapatan (income security), akses ke pasar dan pekerjaan, keragaman mata pencaharian dan fleksibilitasnya, layanan keuangan, dan kepemilikan lahan. 
  7. Fisik: struktur fisik, suplai air bersih, dan sanitasi. 
  8. Institusi: sumber daya, perencanaan, responsivitas, akuntabilitas, dan aturan main atau hukum yang berlaku.