Sebenarnya tidak penting apakah orang berkomentar atau tidak memberikan komentar di Blog Anda. 

Tidak penting juga apakah mereka menyukainya atau tidak, apakah mereka berinteraksi dengan konten Anda atau tidak. Termasuk tidak penting apakah orang-orang berinteraksi dengan Anda.  

Kemudian tidak penting juga apakah Anda menjalin komunikasi atau berdiskusi dengan para pembaca.  

Semua itu tidaklah penting. Meskipun, tentu saja itu menyenangkan dan mungkin memberikan tambahan semangat untuk kita. Namun, dalam keseluruhan skenario, hal-hal itu sungguh tidak penting.  

Sebab yang paling penting adalah ketika orang-orang membaca apa yang Anda tulis, menonton video Anda, atau mendengarkan Podcast Anda.  

Faktanya adalah sebagian besar tidak ingin dan tidak bersedia berinteraksi dengan konten Anda atau pun dengan Anda. Kemudian, sebagian besar mereka juga tidak akan pernah melakukan itu.  

Menurut saya, Anda justru harus senang karena hal itu. Karena kemudian Anda tak perlu melakukan hal yang memerlukan kepintaran untuk membalas komentar yang pintar dari pembaca. Anda pun tak perlu sibuk mengabaikan berbagai komentar sampah yang ada di tulisan.  

Bahkan, saya kira ketika tak ada satu orang pun yang berinteraksi dengan konten kita dan tak ada yang berkomentar adalah hal terbaik yang bisa terjadi kepada kita.  

Manakala orang-orang berfokus membaca apa yang Anda tuliskan dan tidak pada interaksi dengan Anda, maka saat itulah Anda dapat berfokus pada hal-hal yang paling penting.  

Anda dapat fokus pada aktivitas menulis dan menjadi penulis yang lebih baik. Anda dapat berfokus untuk menghasilkan konten yang lebih baik atau karya lain yang lebih luar biasa.  

Baca juga: Fokuslah pada yang Penting, Kata Robin Sharma

Hal-hal itu yang kadang membuat saya takjub ketika ada orang yang menanyakan kenapa mereka tidak mendapatkan lebih banyak komentar di Blog-nya. Atau kenapa pembaca, pengguna, dan pendengar tidak berinteraksi.  

Yang perlu Anda ketahui adalah, bahwa diskusi, interaksi, rasa suka atau likes, termasuk juga komentar tidak mampu membayar tagihan-tagihan setiap bulan. Mereka tidak menghasilkan apa pun.  

Satu-satunya yang mampu membayar tagihan adalah penjualan. Kemudian satu-satunya cara agar penjualan dapat terjadi adalah kepercayaan. Kemudian satu-satunya jalan agar mendapatkan kepercayaan adalah ketika Anda meyakini dan memperjuangkan suatu hal.  

Baca juga: Mengenai Kepercayaan

Keyakinan itu tak peduli apa pun yang ingin dicapai. Termasuk pada jumlah interaksi dan keterkaitan. Dua hal yang membuat pusing setiap orang, termasuk mereka atau Anda yang telah ahli dalam media sosial, ngeblog, dan lainnya.  

Kita ambil contoh Seth Godin. Dia tidak sukses karena melakukan interaksi dan pembicaraan dengan para pembaca Blog-nya. Bahkan, secara sengaja dia menutup komentar di Blog. Dia pun tidak pernah membuat komentar pada berbagai hal.  

Apa yang membuat Seth Godin sangat sukses adalah bagaimana dia dikenal dan keahlian serta konsistensinya.  

Dia telah menerbitkan satu post setiap hari selama lebih dari 10 tahun. Dia telah melakukan itu untuk waktu yang sangat lama, sepertinya dia selalu melakukan itu.  

Dan itulah yang membuat dia sangat sukses: konsistensi.  

Anda akan mengetahui saat membaca, mendengar, atau membeli sesuatu dari Seth. Dia akan selalu menyampaikan apa yang dijanjikan. Tidak peduli apa pun dan itulah jenama atau brand yang dia usung, itulah yang dia perjuangkan.  

Dia berjuang untuk konsistensi dan bukan untuk ketarkaitan, interaksi, atau pembicaraan.  

Contoh lainnya adalah James Altucher. Meskipun mungkin dia berinteraksi di Blog dan Facebook. Namun, sekali lagi, hal itu bukanlah yang membuat James sangat sukses. Itu hanya sebagian kecil dari kesuksesannya. Sementara itu, apa yang membuatnya sangat sukses adalah kesetiaannya pada apa yang diperjuangkan.  

Dia memperjuangkan kejujuran, menyampaikan apa adanya, dan tidak omong kosong. Itulah brand yang dibangunnya dan bagaimana dia dikenal oleh orang lain.  

Hal-hal itulah yang kemundian membuka peluang bagi James untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih dari 10 juta dollar dalam waktu kurang dari setahun. Hal itu terjadi karena orang-orang mempercayainya dan bukan karena dia merespon komentar orang di berbagai platform secara online.  

Selanjutnya kita juga bisa belajar dari Gary Vaynerchuk. Dia tidak sukses karena melakukan interaksi dengan penggemarnya. Itu hanya sebagian kecil saja dari alasan keberhasilannya. Alasan yang sebenarnya adalah kredibilitas dan otentisitas yang ditawarkannya.  

Setelah membaca beberapa contoh tersebut, apa kesamaan di antara mereka?  

Mereka semua memperjuangkan sesuatu. Mereka dikenal karena sesuatu. Mereka dikenal karena sesuatu yang membuat mereka dapat dipercaya.  

Dan itu semua bukan berkaitan atau mengenai interaksi atau keterkaitan (engagement) dan tidak pernah seperti itu. Meskipun mungkin dua hal itu tetap memainkan peran seberapa pun kecilnya di sana sini, tetapi apa yang paling penting adalah apa yang diperjuangkan.  

Oleh sebab itu, sebelum Anda memikirkan cara untuk meningkatkan keterkaitan, interaksi, komentar, atau lalu lintas kunjungan ke Blog, maka tanyakan dulu ke diri Anda, apa yang sebenarnya sedang diperjuangkan? Hal apa yang membuat Anda ingin dikenal? Kemudian kenapa orang-orang harus mempercayai Anda?  

Saya tahu, semua itu merupakan pertanyaan yang sangat berat dan tidak nyaman. Karena itu justru kita sering menghindari pertanyaan itu. Namun, inilah beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum hal-hal lain dilakukan.  

Source: 121 Tips of Being a Better Writer by Yann Girrard