Inilah 8 alasan orang berselingkuh berdasarkan penuturan dari Jay Shetty. Namun, sebelum Anda membaca lebih jauh, tulisan ini diawali dari pertanyaan sebagai berikut:

Apa yang bisa kita lakukan ketika kita telah memberikan kepercayaan kepada orang lain dan ternyata dia berkhianat?  

Pengkhianatan tersebut dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pernikahan, hubungan kerja, pertemanan, dan lainnya.  

Statistik Perselingkuhan

Statistik menunjukkan, 20 hingga 25% pasangan di Amerika berselingkuh. Jumlah itu hanya dari mereka yang bersedia bercerita dan berterus terang.  

Persentase tersebut bisa meningkat 30 hingga 50% jika termasuk mereka yang tidak mau bercerita atau menyembunyikan perselingkuhannya.  

Dari data itu, maka jika Anda pernah mengalami perselingkuhan atau justru diselingkuhi, maka tak perlu merasa berputus asa, karena banyak temannya.  

Selain itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menerima dan kemudian berupaya untuk mencari jalan keluarnya agar kita dapat terus hidup dan bertransformasi menjadi lebih baik lagi.  

Alasan Seseorang Berselingkuh

Baca juga: Mengenai Kepercayaan

Menurut suatu penelitian, ada delapan alasan kenapa seseorang berkhianat atau berselingkuh.  

  1. Sexual desire: ingin bereksperimen dan mencari pengalaman baru selain dari pasangannya.  
  2. Anger: adalah emosi yang memaksa kita bertindak tidak rasional. Saat marah, berdebat, memiliki pendapat yang berbeda, dan lainnya, seringkali menyebabkan kita mengambil keputusan yang tidak rasional. Oleh karenanya, jika sedang marah atau sedih, jangan sekali-kali membuat suatu keputusan, karena kita akan ‘terpaksa’ mengikuti keputusan tersebut. Ujungnya, kita menyesal dengan keputusan yang diambil ketika marah dan sedih. Jika dalam hubungan terjadi kemarahan dan kesedihan, maka langkah pertama yang dilakukan adalah menerima dan kemudian mencari jalan keluar (kesembuhan) dari kemarahan dan kesedihan itu, tetapi BUKAN jalan keluar lain dalam bentuk perselingkuhan.  
  3. Kurangnya cinta, bukan hanya dari pasangan, tetapi mungkin juga dari masa lalu. Sementara seringkali kita berpikir bahwa semua pengkhianatan itu terjadi karena kesalahan kita.  
  4. Pengabaian: yang berasal dari hal yang sama dengan kurangnya cinta. 
  5. Kurangnya komitmen, mereka yang selingkuh tidak memaknai perselingkuhan sama dengan Anda. Beberapa orang mengartikan perselingkuhan sebagai berciuman atau bersama orang lain secara fisik. Namun, orang yang lain mengartikannya secara emosi tanpa harus kontak fisik. Bisa berupa bertukar pesan yang menggoda dan lainnya. Oleh karena itu, perlu terlebih dahulu menyamakan persepsi dan persetujuan mengenai apa yang dimaksud perselingkuhan atau pengkhianatan di antara dua orang.  
  6. Faktor situasional, seperti ketergantungan pada alkohol atau berwisata. Lelaki ditemukan lebih sering berselingkuh pada ulang tahun penting, seperti saat berusia 20, 30, atau 40 tahun.  
  7. Ego dan harga diri: banyak orang berselingkuh agar dirinya merasa lebih baik dan meningkat. Untuk meningkatkan harga diri dan ego. Padahal itu semua palsu dan tidak akan berlangsung lama dan tidak membantu.  
  8. Gairah untuk variasi: sulit mengakui mengenai gairah untuk melakukan rekreasi ini, oleh karena itu kadang orang yang mengalami pun tak merasakannya. Akibatnya, dia sulit mengakui hal itu, termasuk sulit mengakui pada Anda. 

Fakta yang lain, dalam durasi 7 tahun peluang pria dan wanita meningkat keinginannya untuk berselingkuh. Setelah itu wanita akan berkurang keinginannya. Namun, pria akan berkurang hingga 20 tahun dan kemudian keinginan itu meningkat lagi.  

Berbagai hal yang sudah disebutkan tersebut tidak bertujuan untuk menakut-nakuti, tetapi agar kita paham berbagai penyebab dan juga tren pengkhianantan itu.  

Diperlukan Konsistensi

Nah, untuk suatu hubungan, maka diperlukan konsistensi yang bisa dicapai dengan melakukan perbaikan, komunikasi, dan pembaruan dalam jangka waktu harian.  

Konsisten itu dalam hal memahami dan mengerti Anda dan juga pasangan secara terus menerus. 

Jika kita tengok kembali delapan penyebab perselingkuhan, maka kesimpulan sementaranya adalah bahwa hal itu terjadi karena ketidakmampuan untuk memenuhi berbagai tuntutan. Termasuk dalam pekerjaan yang tidak sesuai passion dan kekecewaan lainnya, serta kurang fokus dan kurang disiplin. Akhirnya, mencari jalan keluar melalui perselingkuhan.   

Jika secara ekonomi tergantung pada partner, maka peluang pengkhianatan justru lebih besar. Ini misalnya pada seorang pria yang bergantung pada pasangannya akan lebih besar peluang untuk berkhianat dibanding wanita.  

Mengatasi Perselingkuhan

Kemudian tiga hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi perselingkuhan adalah: 

  1. Jangan membuat orang percaya bahwa dia adalah satu-satunya, jika ternyata dia bukan. Jangan bilang cinta, jika sebenarnya tidak. Karena dia tidak akan mempertanyakan Anda, tetapi dia akan mempertanyakan cinta.  

Jangan membuat orang jatuh cinta, jika Anda tidak bisa menindaklanjuti perasaan itu.  

Jangan membuat orang lain percaya bawa dia istimewa dan luar biasa, jika Anda tak bisa menjaga kepercayaan itu untuk waktu yang lama.  

Hal itu akan mempengaruhi hidupnya dan juga hidup Anda sendiri. Anda tentu tidak ingin membagikan energi tersebut ke dunia, bukan?  

Kemudian bagi Anda yang berkhianat, pesannya adalah jangan jatuh cinta terlalu cepat, jangan juga memberikan kepercayaan yang terlalu cepat.  

Biarkan orang itu menerimanya jika dia memang pantas menerima.  

Kesalahan terbesar kita seringkali adalah membandingkan orang yang hadir dengan orang yang terakhir bersama kita. Kemudian dengan berbagai kebaikan dan tindakannya yang manis kita mudah tergoda. Kadang saat kita sudah tertarik, maka kita berhenti untuk berpikir secara rasional, dan mudah mempercayai segala hal yang dilakukan dan disampaikan oleh orang yang menarik perhatian tersebut.  

Jangan memaksakan dan terburu-buru, karena akan hancur jika tidak tepat. Ibarat pohon, maka yang paling akhir keluar adalah buahnya.  

Itu pula yang terjadi dalam hubungan, bahwa buah itu akan hadir yang paling akhir dan memerlukan waktu dan tidak bisa terlalu terburu-buru.  

  1. Menentukan apa makna perselingkuhan bagi Anda dan orang lain.  

Hal ini perlu dilakukan di awal, karena saat ini makna pengkhianatan berbeda antara satu orang dengan orang yang lain.  

Oleh karena itu, pemaknaan ini perlu dilakukan di bagian awal agar orang lain memahami apa makna berkhianat bagi Anda, sehingga dia pun akan menyesuaikan tindakannya dan tidak melewati batas dari pemaknaan itu.  

Ini tampaknya hal yang menakutkan, tetapi lebih mudah nantinya. Jika orang lain takut mengenai definisi itu dan pergi, maka mungkin memang dia bukan orang yang tepat untuk Anda.  

  1. Jika seseorang pernah berkhianat, maka besar kemungkinan dia akan melakukannya lagi.  

Oleh karena itu, maka perlu persiapan, apakah Anda akan menerima jika itu terjadi lagi atau Anda akan meninggalkannya.  

Ini adalah pola dan perilaku yang bisa berulang, lho!