Fokuslah pada yang penting! Demikian dikatakan oleh Robin Sharma. Seorang pelatih (coach) dari orang-orang top (top performers) di dunia. Kenapa kita perlu berfokus pada yang penting? Silakan simak penjelasannya berikut ini ya ….

Pernahkah Anda mendengar minimalisme?

Minimalisme adalah konsep yang sekarang ini banyak dianut oleh para artis, eh, tapi orang biasa juga, sih. Termasuk berbagai museum dan perusahaan masa kini.

Dalam konsep ini, fokusnya adalah pada fungsi, bukan lagi keindahan. Misalnya, ada yang menganut paham, bahwa jika satu potong pakaian tidak pernah dipakai dalam 20 hari, maka perlu disingkirkan. Jika satu ornamen di kantor tidak ada fungsinya yang khusus, maka bisa dihilangkan.

Karena konsep ini, maka kita mengenal jenis kantor yang sangat sederhana (simple). Ciri dari kantor jenis ini adalah sedikit ornamen atau hiasan, bahkan mungkin tidak ada. Selain itu, banyak cahaya alami, sehingga banyak juga kaca-kaca yang besar agar cahaya alami bisa masuk.

Intinya adalah mengurangi sebanyak mungkin ketidakteraturan.

Baca Juga: Menulis: Kiat Menulis dari William Zinsser

Namun, dalam perkembangannya, minimalisme ternyata bukan hanya berkaitan dengan desain suatu kantor. Paham ini telah memengaruhi dan membentuk seluruh kehidupan bagi penganutnya.

Saat ini, sebagian besar orang menderita karena berbagai hal. Misalnya tingginya tingkat kompleksitas dalam kehidupan yang dijalani. Berbagai fasilitas yang semula dianggap memudahkan, justru menciptakan suatu kerumitan baru.

Manusia masa kini menghadapi gempuran informasi dari media sosial, buku, situs berita, dan lainnya. Selain itu, teman-teman di sekitar pun mungkin bisa menjadi salah satu sumber kompleksitas. Dan tak kalah penting adalah berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Barangkali kondisi tersebut kian rumit saat ini seiring dengan terjadinya pandemi yang melanda dunia.

Kenapa Kita Melakukan Hal Ini?

Tak jarang, akan muncul pertanyaan, kenapa kita melakukan hal ini?

Kemudian di sisi lain kita mengenal suatu paham baru, bernama minimalisme ini. Ini bermula ketika para pahlawan dan orang-orang yang telah berhasil lebih dulu menganutnya. Mereka mengupayakan kesederhanaan dalam kehidupannya.

Mereka menyadari, bahwa yang paling penting bukanlah rumah mewah, mobil keren, atau pun jumlah pengikut di media sosial.

Semua itu, bagi mereka dan tentu kita juga akan menarik banyak energi, sumberdaya, dan fokus yang dimiliki. Guna mendapatkan mobil mewah, rumah megah, dan pengikut berlimpah, tentu membutuhkan banyak energi dan sumberdaya, bukan?

Mereka memiliki fokus dalam mentalitasnya pada beberapa hal yang sangat penting, dalam mendayagunakan energinya, memanfaatkan waktunya, menggunakan sumberdayanya, memanfaatkan kemauan, dan juga dalam menggunakan kemampuan atau anugerah personal yang dimilikinya.

Mereka menghilangkan berbagai gangguan atau noise dan justru berfokus pada tanda-tanda atau sinyal. Upaya ini pun kemudian mampu menghilangkan berbagai kompleksitas.

Jika Anda pun ingin menjadi luar biasa, maka sepertinya perlu untuk BERFOKUS pada beberapa hal yang sangat penting.

www.domainesia.com