Kebijakan: Sepeda di Shanghai

Saat membaca koran, saya menemukan artikel artikel berjudul ‘Sepeda Listrik Merajai Shanghai’ sebuah feature bagaimana di Shanghai sepeda begitu luas digunakan. Berikut ringkasan dari artikel tersebut.

Pukul 06.00 waktu setempat, jalanan sudah ramai oleh warga yang beraktivitas. Mereka mengendarai sepeda untuk menuju tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, dan juga ke pasar. Selain itu, Continue reading “Kebijakan: Sepeda di Shanghai”

Kebijakan: Pengendalian Pertumbuhan Penduduk di Brasil Melalui Novela

Dari National Geographic Indonesia edisi September 2011 salah satu yang menarik perhatian saya adalah perihal Novela—semacam sinetron berbahasa Portugis di Brasil. Tentu saja kalau sekadar sinetron di sini juga banyak, haha, bahkan bisa lebih banyak lagi kalau dilihat dari sisi jumlah episode per judul yang bisa mencapai ribuan. 😀

Yang menarik dari pengaruh Novela di sana adalah kemampuannya untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk, sehingga berbentuk seperti prosotan anak-anak. Kurva pertumbuhan penduduk di sana terus menukik tajam dari medio 1960-an sampai dengan sekarang dan tidak mungkin naik lagi.

Kok bisa Novela berpengaruh pada laju pertumbuhan penduduk?

Barangkali perlu diketahui, bahwa di Brasil, pada medio 1960 sampai dengan 1970-an satu orang wanita rata-rata melahirkan 7 sampai 8 orang anak. Saat ini, seorang wanita melahirkan antara 1 sampai 2 orang anak.

Pasal penyebabnya adalah tayangan novela yang diputar secara masif di televisi-televisi Brasil. Di sana diperlihatkan konflik yang pelik—sama juga dengan di sini—di antara para tokohnya, namun di samping itu, dipamerkan pula kehidupan wanita modern dalam pandangan mereka yang mandiri, berkarier dan tidak diributkan dengan kehadiran anak-anak yang banyak.

Bukan hal yang mudah untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk di sana, mengingat aborsi dan keluarga berencana adalah tindakan ilegal di masa lalu. Keduanya dianggap tak patuh pada ajaran Katolik yang dianut dengan taat oleh sebagian besar penduduk.

Biarpun begitu, kesadaran yang menyeruak di antara tayangan Novela akan kebahagiaan dan kenyamanan yang ditawarkan keluarga kecil telah memesona wanita-wanita Brasil. Kebanyakan dari mereka akan berkata, “Pabriknya sudah tutup.” Sebagai ganti kata operasi fertilisasi (CMIIW) yang dilakukan kebanyakan mereka.

Di masa awal kesadaran ini datang, memang seperti bergerilya di bawah tanah. Di antara para wanita itu berbagi pengetahuan tentang obat penggugur kandungan dan klinik yang menawarkan operasi penghenti kesuburan dari mulut ke mulut seperti sebuah rahasia.

Pemerintah Brasil tak pernah mengeluarkan kebijakan pembatasan jumlah anak seperti di China. Mereka harus berterima kasih kepada tayangan Novela yang mampu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Kemudian saya hanya bisa berharap, semoga di sini pun ada pengaruh positif dari tayangan sinetron yang juga sering diputar di jam-jam utama.