8 Tips Menulis Kreatif
8 Tips Menulis Kreatif

Dari situs Quora, saya menemukan pertanyaan ‘Apa bagian tersulit dari menulis kreatif?’ Berikut ini jawaban saya atas pertanyaan tersebut. 

Namun, sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya mencoba mencari apa saja tips untuk menjadi seorang penulis kreatif. 

Kemudian saya menemukan 8 tips untuk menulis kreatif dari situs Masterclass. Jika Anda ingin selalu kreatif dalam menulis dan meningkatkan tulisan, maka kiranya perlu membaca 8 tips tersebut berikut ini. 

Di setiap tips, saya kemudian mencari apa kira-kira hal yang akan membuatnya menjadi sulit. Semoga dengan uraian berikut ini Anda memiliki gambaran kesulitan dalam menulis kreatif.  

1. Membaca, membaca, dan membaca. 

Menulis itu sebuah sistem. Artinya ada input, proses, dan output. 

Bagian input adalah berbagai hal yang kita konsumsi. Ini seperti makanan yang masuk ke tubuh kita. Dalam menulis kreatif, bagian input ini tentu saja adalah bacaan. 

Sebab, akan sangat sulit untuk menulis kreatif tanpa memiliki bacaan yang cukup sebagai rujukan dan contoh bagi kita ketika menulis. 

Para penulis hebat dalam sejarah berhasil menerbitkan karya yang luar biasa karena mereka banyak membaca tulisan penulis-penulis hebat lainnya. 

Anda dapat membaca karya besar dari penulis terkenal dengan berbagai gaya dan topik tulisan untuk mendapatkan bahan, contoh, dan bahkan minat Anda sendiri. 

Dengan banyak membaca berbagai tulisan tersebut, maka mungkin Anda dapat menjawab pertanyaan, “Sebenarnya, tulisan seperti apa yang cocok dan sesuai untukku?” 

Namun, saat ini membaca bukanlah perkara yang mudah, karena banyak tantangannya. Misalnya, daya atau kemampuan atau stamina baca kita telah jauh menurun dibandingkan generasi sebelum kita. 

Saat ini, kebanyakan orang membaca menggunakan telepon pintarnya masing-masing. Permasalahannya, di telepon pintar bukan hanya bacaan yang akan kita temui. Namun, di sana juga tempat terjadinya berbagai notifikasi yang mudah membuat kita teralihkan perhatiannya. 

Misalnya, ketika kita asyik membaca suatu tulisan, tiba-tiba ada notifikasi pesan di WhatsApp atau dari salah satu media sosial kita. Kemudian itu akan mengganggu kita dari bacaan yang sedang kita baca. 

Sebuah penelitian menunjukkan, saat ini stamina baca seseorang hanya 8 detik sebelum orang tersebut teralihkan perhatiannya. Bayangkan, hanya DELAPAN detik. Dalam waktu sesingkat itu, apa yang dapat kita peroleh dari sebuah bacaan? 

Jika Anda bukan tipe orang yang suka membaca atau mudah teralihkan perhatiannya, maka mungkin saran untuk menulis kreatif dengan banyak membaca ini bisa menjadi bagian yang sangat sulit. 

2. Selalu Menulis 

Saran kedua untuk menulis kreatif adalah dengan selalu menulis. 

Dengan menjaga kebiasaan menulis, maka kita akan mudah menangkap ide-ide yang berseliweran di sekitar kita atau yang tiba-tiba muncul di kepala. 

Bahkan, ide yang buruk pun dapat menginspirasi atau menjadi awal munculnya ide yang bagus. 

Kita juga tidak pernah tahu, ide mana dan seperti apa yang akan menghasilkan tulisan yang bagus nantinya. 

Untuk mendukung kebiasaan selalu menulis ini, maka Anda bisa menyiapkan pena dan buku catatan. Keduanya pun harus selalu dalam jangkauan tangan, sehingga ketika sebuah ide muncul, Anda pun akan selalu sigap untuk menuliskannya. 

Cara berikutnya adalah dengan memasang aplikasi pencatat di telepon pintar Anda. Ini menjadi cara yang cukup mudah untuk menuliskan ide-ide yang melintas. Dengan perangkat ini, kita mudah merekam bahan-bahan tulisan yang sekiranya dapat bermanfaat ketika proses menulis nantinya. Misalnya ketika membaca sebuah tulisan dan ada yang sesuai dengan ide Anda, maka Anda dapat segera memasukkan ke dalam catatan. 

Dari tips kedua ini, rasanya tidak akan terlalu sukar untuk menyiapkan buku, pena, dan memasang aplikasi pencatat di telepon genggam. 

Permasalahannya adalah, apakah Anda sudah terbiasa mencatat atau perlu membangun kebiasaan mencatat tersebut? 

Jika masih perlu membangun kebiasaan mencatat, maka mungkin akan memerlukan waktu untuk melakukannya. Persoalannya, jika Anda tidak memiliki waktu tersebut, maka mungkin tips ini bisa menjadi saran yang paling sulit. 

3. Memiliki Sudut Pandang 

Sebuah tulisan yang bagus biasanya memiliki sudut pandang, tujuan, maksud, cerita, pesan, atau pelajaran yang disampaikan. 

Di sisi lain, tulisan yang tidak mengandung hal-hal itu akan membingungkan pembaca. Mereka akan kebingungan menangkap maksud dari tulisan yang kita buat. Mereka juga akan merasa kesulitan menemukan alasan kenapa mereka harus membaca? 

Anda dapat menggunakan sudut pandang, cara, tujuan, maksud, cerita, pesan, atau pelajaran yang ‘khas’ dari Anda ketika membuat tulisan yang sesuai dengan kebutuhan, masalah, atau rasa penasaran pembaca. 

Dari hal-hal yang sangat Anda tersebut, bisa jadi hubungan antara Anda dengan pembaca pun akan tercipta. Siapa tahu, pembaca yang tertarik dengan cara menulis Anda dan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pembaca setia Anda. 

Pertanyaannya kemudian, apakah Anda memiliki pesan, sudut pandang, maksud, dan cara yang khas Anda tersebut? 

Jika jawabannya belum, maka ini bisa juga menjadi bagian tersulit bagi seseorang yang ingin menulis kreatif. 

4. Gunakan Perangkat Menulis Kreatif 

Perangkat menulis yang dimaksud di sini adalah kemampuan menggunakan bahasa. 

Dengan memiliki perangkat menulis kreatif tersebut, maka Anda akan mampu membuat tulisan yang seperti apapun juga. Misalnya Anda dapat membuat gambaran yang sangat jelas dan imajinatif di benak pembaca. Sebuah keterampilan yang sangat diperlukan ketika membuat tulisan yang bagus. 

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan perangkat menulis lainnya, seperti menggunakan metafora, menambahkan bukti, memberikan argumentasi, dan teknik menulis lain yang sesuai dengan jenis tulisan yang akan dibuat. 

Pembaca mungkin juga akan lebih suka dengan tulisan yang terangkai dengan baik. Misalnya ketika Anda menggunakan kata-kata yang memiliki rima apik. Sehingga mereka bisa menikmati tulisan Anda tanpa alisnya harus naik. 

Hahaha, paragraf sebelumnya hanya contoh penggunaan rima tersebut. Mohon maaf kalau sedikit memaksa. 

Tips ini mungkin akan terasa sulit bagi Anda yang belum memiliki perangkat menulis tersebut. Cara satu-satunya untuk memiliki perangkat menulis adalah dengan lebih banyak latihan menulis dan menulis terus. 

5. Mengetahui Siapa Pembaca Tulisan Kita

Ketika Anda sedang atau akan menulis kreatif pertanyaannya adalah: 

  • Apakah itu untuk setiap orang? 
  • Apakah tulisan tersebut untuk calon penulis? 
  • Apakah Anda adalah seorang penulis akademik yang mencoba untuk menarik para pembaca muda? 

Jarang sebuah tulisan dapat menarik perhatian seluruh lapisan usia dan karakteristik pembaca. 

Mengetahui siapa pembaca Anda sangat penting untuk membantu menentukan jenis tulisan seperti apa yang nantinya akan ditulis. Di dalamnya juga mencakup gaya tulisan, gaya bahasa, struktur tulisan, dan lainnya. 

Poin pentingnya adalah menentukan target pembaca dan membuat tulisan yang sesuai dengan selera mereka. 

Dalam salah satu jenis tulisan yang saat ini sering disebut-sebut, yaitu copywriting, maka mengetahui pembaca juga sangat penting. Copywriting yang tujuannya kebanyakan adalah untuk iklan, perlu memahami siapa yang menjadi sasaran dari produk yang ditawarkan. Misalnya, produk kecantikan tentu akan ditawarkan melalui tulisan menggunakan gaya berbeda dengan ketika kita menawarkan produk otomotif. 

Karena itu, dalam copywriting disarankan para penulis membangun persona pembaca.

Persona adalah karakteristik pembaca yang akan kita sasar. Contoh persona tersebut adalah seorang wanita muda, 20-an tahun, memiliki persoalan dengan berat badan. Nah, dengan membuat persona ini, kita akan lebih mudah dalam membuat tulisan untuk mereka nantinya. 

Selain itu, para penulis kreatif menyarankan agar kita membuat tulisan untuk satu orang dan memberikan cara-cara untuk menyelesaikan masalah yang dialami orang tersebut. Mempertimbangkan saran tersebut, maka sekali lagi membangun persona sangatlah penting. 

Namun, langkah ini mungkin akan menyulitkan mereka yang baru memulai menulis. Sebab, data yang dimiliki belum terlalu banyak. Misalnya belum mengetahui siapa target pembacanya, apa permasalahan mereka, seperti apa selera mereka ketika membaca dan lainnya. 

6. Mulai Menulis Kreatif

Langkah mulai menulis ini juga sangat penting terutama untuk penulis yang baru mengawali kariernya. 

Seperti pemula pada umumnya, maka mereka dapat merasa terintimidasi, malu, tidak percaya diri, dan permasalahan lainnya dengan karya mereka sendiri. Belum lagi jika penulis pemula tersebut memiliki imajinasi liar, bahwa tulisannya tidak akan dibaca oleh orang lain. 

Namun, setiap perjalanan selalu diawali dari satu langkah kecil. 

Langkah kecil tersebut bisa berupa keberanian untuk mulai menulis dan kemudian menerbitkannya. Hal ini dapat dicapai melalui latihan menulis bebas, menulis kreatif, menulis apa saja. Dengan berbagai latihan tersebut, maka lambat laun keterampilan menulis pun akan semakin meningkat. 

Satu hal kemudian yang bisa dilakukan adalah berani memulai dan menerbitkan tulisan. 

Lagi pula, apa lagi yang bisa dilakukan selain menulis? Seperti nasihat yang diberikan oleh seorang penulis terkenal, Lin Manuel Miranda, “Yang bisa kamu kontrol adalah upayamu. Lakukan hal terbaik yang dapat kamu lakukan dan dunia akan menentukan apa yang akan terjadi kemudian.” 

7. Kebiasaan Menulis Ulang 

Seorang penulis yang jago sekalipun jarang langsung mendapatkan hasil yang luar biasa di draft pertama. 

Anda mungkin merasa sayang ketika menulis ulang dari draft pertama dan menemukan banyak hal yang harus dihilangkan. Namun, hal ini perlu dilakukan, karena tulisan kita haruslah benar-benar menyajikan poin-poin yang paling penting, sehingga perlu menghilangkan hal-hal yang tidak penting. 

Bahkan, kadang-kadang kita perlu benar-benar menulis ulang dari awal. 

Satu hal juga yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa bercerita dan membangun dunia melalui tulisan membutuhkan waktu dan juga pemikiran. Karena itu, hal ini hanya dapat dicapai melalui proses menulis ulang. Dengan menulis kembali draft pertama, maka kita dapat membuat tulisan versi baru yang paling bagus. 

Ketika Anda akan menulis ulang tulisan lama atau melakukan penyuntingan (editing), maka biarkan tulisan lama itu mengendap terlebih dahulu. 

Disarankan setelah selesai menulis draft pertama, Anda membiarkan tulisan itu semalaman. Besok, ketika Anda sudah beristirahat dan memiliki pemikiran dan mata yang lebih segar, dapat dibaca ulang draft pertama tersebut dan melakukan penyuntingan atau benar-benar membuat tulisan baru dari bahan-bahan yang ada di tulisan lama. 

Tantangan dan kesulitan terbesar di tahap ini adalah kesabaran. 

Apakah Anda cukup sabar untuk menunggu dan tidak menyentuh draf pertama? Apakah Anda cukup sabar untuk melakukan penyuntingan atau bahkan menulis ulang? Dan apakah Anda cukup sabar untuk tidak buru-buru menerbitkannya?

8. Bergabung dalam Kelas atau Komunitas Menulis 

Jika Anda ingin lebih serius dalam dunia tulis menulis, maka bergabung dengan kelas menulis bisa menjadi pilihan. 

Kelas menulis membuat Anda terpapar dengan komunitas menulis. Mereka ini dapat menjadi teman diskusi yang baik, membantu Anda dalam perjalanan menjadi seorang penulis. Mentor dan rekan di kelas atau komunitas menulis dapat memberikan saran maupun kritik yang membangun untuk berbagai komponen dalam tulisan Anda. 

Misalnya, Anda mungkin akan menerima masukan mengenai alur cerita, karakter utama, latar, hingga pilihan kata. 

Baik Anda seorang penulis pemula atau penulis mahir yang sedang buntu karena ‘writer’s block’ kelas dan komunitas menulis dapat menjadi jalan keluar untuk mencari dorongan dan semangat menulis hingga mendapatkan inspirasi. 

Kesulitan ketika bergabung dengan komunitas dan kelas menulis adalah karena mungkin tidak mudah untuk menemukan komunitas dan harga yang tepat atau sesuai dengan kantong Anda. 

Sebelum lanjut membaca, mungkin Anda tertarik tulisan berikut Ingin Menulis Kolom atau Opini di Media? Perhatikan 3 Pertanyaan Ini

Penutup 

Setelah membaca delapan tips menjadi penulis kreatif tersebut beserta dengan kesulitan-kesulitannya, saya harap sekarang Anda memiliki gambaran mana tips yang paling sesuai. 

Setelah menentukan mana tips yang bisa dicoba pertama kali, kemudian bisa mengatasi kesulitan yang ada, maka Anda dapat beranjak ke tips berikutnya. 

Selamat mencoba.