Bagaimana cara UMKM Meningkatkan Penjualan dengan Media Sosial?
Bagaimana cara UMKM Meningkatkan Penjualan dengan Media Sosial?
(Picture from Canva)

Masa pandemi ini tentu bukan waktu yang mudah untuk kita semua. Salah satu yang terdampak adalah rekan-rekan pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

Berbagai kebijakan yang berisi pembatasan-pembatasan membuat pelaku UMKM kelabakan. Mereka tak bisa membuka usahanya atau ketika bisa membuka yang beli nggak ada.

Kamu pelaku UMKM juga? Bagaimana caramu menyiasati kondisi serba sulit saat ini?

UMKM dan Media Sosial

Salah satu cara yang bisa ditempuh oleh UMKM untuk mempertahankan usahanya adalah dengan beralih ke usaha secara daring atau berjualan online.

Upaya ini pun saat ini didukung dengan berbagai kemajuan, seperti banyaknya marketplace, perusahaan ekspedisi, dan media sosial.

Dengan melakukan usaha secara online, maka para pelaku UMKM tetap dapat menjalankan usahanya. Meskipun tentu saja dengan berbagai penyesuaian.

Jika kamu pelaku UMKM dan ingin memanfaatkan media sosial, maka berikut ini ada 5 cara yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan penjualan.

Oya, saya dapatkan cara-cara ini dari websitenya Peg Fitzpatrick. Dia adalah seorang pembicara, pelatih, dan penulis mengenai media sosial. Salah satu karyanya adalah ‘The Art of Social Media: Power Tips for Power Users.’

Tanpa berpanjang lebar, mari kita simak penjelasan Peg tentang 5 cara meningkatkan penjualan bagi UMKM dengan menggunakan media sosial.

Namun, sebelum itu, perlu kamu ketahui, bahwa sosial media dapat menjadi mesin pemasaran bisnis. Catatannya, kamu perlu memastikan semua telah diset atau diatur dengan baik untuk memaksimalkan penjualan dan kesuksesan.

1. Perhatikan Bio Sosial Media UMKM

Bio yang UMKM tampilkan di media sosial sangat penting. Optimalisasi pada bio dapat meningkatkan tanda kehadiranmu di sosial media.

Namun, sebenarnya apa itu bio di media sosial?

Secara gampang, bio adalah perkenalan dirimu di media sosial. Ini memberikan kesan pertama kepada orang lain saat menemukan dirimu.

Bio terdiri dari foto diri atau produk atau logo kemudian beberapa keterangan tambahan. Misalnya keterangan tentang apa produk yang ditawarkan, apa persoalan yang akan dibantu diselesaikan, dan keterangan lainnya.

Bio dapat menjadi kesan pertama dan terakhir bagi orang lain terhadapmu jika tidak dioptimalisasi dengan baik.

Tantangan makin rumit karena menggunakan media sosial untuk pelaku UMKM membutuhkan teknik tersendiri.

Sebabnya adalah kita tidak ingin terlalu berjualan (hard sell) di media sosial. Saat terlalu hard sell ini dilakukan, maka bisa jadi kita malah akan ditinggalkan oleh calon pelanggan.

Perhatikan Foto

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, bio yang baik menjadi tanda perkenalan pertama kamu atau suatu UMKM dengan orang lain.

Karena itu, sangat penting untuk memberikan gambaran yang baik dan jelas kepada orang lain, bukan?

Nah, pertama kita akan melihat foto diri. Misalnya di Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya. Di semua media sosial tersebut kita selalu diminta untuk melengkapi profil dengan foto.

Beberapa tips yang sering disampaikan untuk foto adalah:

  • Gunakan foto diri yang jelas (wajah hingga bahu terlihat).
  • Pilih foto produk yang terbaik dan mewakili apa yang kamu tawarkan.
  • Pastikan logo, jika kamu menggunakan logo sebagai pengganti foto profil diri, terlihat jelas.
  • Hindari background foto yang terlalu ramai dan justru mengaburkan latar depan (foto diri kita).

Saking pentingnya foto ini, bahkan di LinkedIn saya lihat ada yang mengkhususkan diri membuat foto portrait yang nantinya digunakan sebagai foto profil.

Perhatikan Informasi Tambahan di Bio

Setelah selesai urusan foto, selanjutnya kita akan membahas mengenai informasi tambahan yang perlu dituliskan di bio.

Kamu atau sebuah UMKM perlu benar-benar memikirkan apa yang akan ditulis sebagai informasi tambahan dan perkenalan dirimu di media sosial.

Terdapat beberapa sebab kenapa kehati-hatian dan pertimbangan matang mengenai informasi tambahan ini perlu dilakukan.

Pertama kamu harus memastikan bahwa informasi yang disampaikan itu lengkap dan menjelaskan apa yang kamu tawarkan.

Kedua, berbagai aplikasi hanya menyediakan sedikit sekali ruang (biasanya ditandai dengan jumlah karakter) untuk menuliskan informasi ini.

Ketiga, kamu tidak ingin terlalu terlihat berjualan di bio media sosialmu. Karena kalau ini terjadi, maka bisa-bisa kamu membuat lari calon pelanggan.

Saran untuk Keterangan Tambahan untuk Bio UMKM

Berikut ini beberapa hal yang perlu diingat oleh UMKM ketika akan menggunakan media sosial dan melakukan optimasi bio di sana.

  • Pastikan kamu menampilkan informasi mengenai apa yang kamu lakukan atau jual.
  • Informasikan kepada orang lain, kenapa mereka perlu mengikiti akun-mu.
  • Gunakan gambar yang luar biasa di ‘header images’ untuk menunjukkan kepada orang-orang apa yang kamu atau sebuah UMKM lakukan.
  • Gunakan keyword atau kata kunci tertentu, sehingga kamu akan selalu terlihat di halaman pertama saat seseorang melakukan pencarian terhadap kata kunci yang kamu gunakan.
  • Cobalah buat bio yang mengundang interaksi dan juga diingat.
  • Tambahkan informasi lokasi.
  • Tambahkan link ke website-mu atau gunakan suatu peralatan tambahan yang memungkinkan lebih dari satu klik, seperti Linktree. Jadi di dalam satu link ada banyak link lain yang bisa dimasukkan.

2. Jaga Konsistensi

Data berikut ini mungkin perlu menjadi perhatian buatmu agar konsisten membuat konten di media sosial.

Katanya, “71% usaha kecil dan menengah menggunakan media sosial untuk memasarkan diri mereka. Dan di antara mereka, 52%-nya membuat satu konten baru setiap hari.” (Sumber: assetdigital.com )

Permasalahannya, membuat satu konten baru setiap hari memang tidak mudah dan membutuhkan tenaga atau energi ekstra. Apalagi jika kamu tidak memiliki keahlian atau kemampuan dalam hal itu.

Namun, saat ini banyak jasa pembuatan konten yang akan membantumu. Tentu saja jika kamu memiliki anggaran untuk melakukan hal itu.

Persoalannya mungkin anggaran untuk membuat usaha saja sudah cukup banyak, sehingga tak ada lagi yang tersisa untuk membuat konten. Jika ini terjadi, maka kamu perlu belajar dan meluangkan waktu untuk membuat konten perlahan-lahan.

Kenapa kamu perlu mem-post konten baru secara konsisten?

Konsistensi membangun kepercayaan dan juga hubungan.

Sebab pengunjung atau calon pelanggan mengetahui, bahwa mereka dapat pergi ke media sosialmu untuk mendapatkan informasi, pendidikan, dan juga hiburan, selain tentu saja produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Kalendar Konten

Buatlah kalendar konten, misalnya dalam waktu sebulan. Kalau itu terlalu berat, maka per minggu. Namun, kalau masih dirasa berat, maka bisa juga dibuat kalendar konten seminggu sekali.

Intinya adalah mana kalendar dan jadwal ngonten yang paling nyaman buatmu.

Kita ambil contoh saja menggunakan kalendar konten sebulan ya. Kamu bisa menyusun kalendar semacam ini untuk satu bulan tertentu, kemudian menandai hari-hari besar atau tanggal penting di bulan itu.

Nah, selanjutnya dalam kalendar konten bulanan itu isikan berbagai informasi, edukasi, dan hiburan termasuk produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Jika kamu belum terbiasa dengan kalendar digital, maka bisa juga dengan kalendar manual. Copot saja kalendar yang ada di dindingmu itu, hahaha, kemudian corat-coret dengan rencana kontenmu serta hari-hari besar, hari libur, dan tanggal penting untuk kamu isi dengan konten juga.

Jika dengan kalendar jadul sudah terbiasa, maka mungkin tiba saatnya kamu menggunakan aplikasi penjadwalan dan pengorganisasian pekerjaan digital, seperti GoogleCalendar atau Trello.

Sekali lagi, tak ada cara yang paling benar atau salah dalam membuat kalendar. Yang paling penting adalah kamu dapat konsisten, nyaman, serta menjadi sebuah sistem yang berhasil dan mampu bekerja untukmu.

Membuat Kalendar Konten

Menurut Peg, kalendar konten itu kira-kira seperti berikut ini:

  • Buat sebuah topik atau tema yang akan dibahas di satu bulan tertentu.
  • Masukkan dan tandai hari libur, hari besar, hari penting, termasuk hari penjualan.
  • Tambahkan beberapa even dan format konten, seperti webinar, IG-Live, Reels, atau Carousel.
  • Tambahkan detail informasi konten yang akan diterbitkan atau posting untuk mendukung tema atau topik yang akan disampaikan di bulan tertentu. Misalnya tulisan di Blog, email, konten di media sosial untuk mendukung tulisan di Blog, dan lainnya.
  • Tandai hari ketika kamu berbicara mengenai produk atau jasa yang kamu tawarkan.
  • Tunjukkan ‘behind the scene’ atau apa yang terjadi pada dirimu ketika memproduksi konten atau dalam keseharian, termasuk ketika menyangkut UMKM-mu. Ini sangat penting, karena akan mendorong orang untuk terhubung denganmu sebagai seorang pribadi yang dikenal.
  • Buatlah beberapa post atau konten yang murni bertujuan untuk insipari atau hiburan. Artinya kamu tidak melulu bercerita mengenai produk dan jasa yang ditawarkan.

3. Berada di Mana-Mana

Sebelum lanjut membaca, mungkin kamu juga akan tertarik dengan tulisan ini: Sepuluh Ide Kreatif untuk Kreator Konten

Mengingat media sosial saat ini sangat banyak jenisnya, maka kamu perlu berada di mana-mana. Terutama kamu perlu berada di mana target marketmu berada pula.

Kamu perlu mengetahui karakteristik mereka. Misalnya berapa usianya, apa jenis kelaminnya, bagaimana kondisi sosial ekonominya, dan seterusnya.

Kemudian paling penting adalah kamu perlu mengetahui apa saja persoalan yang mereka hadapi dan bagaimana jasa atau layananmu mampu menolong mereka untuk memecahkan masalahnya.

Sebagai contoh, jika produk dan jasamu adalah untuk generasi milenial, maka kamu perlu berada di mana mereka berada. Kita sebut saja saat ini yang paling hits adalah TikTok. Nah, kamu perlu beserta produkmu perlu berada di TikTok pula.

Demikian juga jika yang kamu tawarkan itu untuk generasi yang lebih tua, maka saat ini mereka paling senang nongkrong di Facebook. Karena itu, kamu perlu berada di Facebook dan menyampaikan informasi, edukasi, atau hiburan, serta produkmu sendiri di sana.

4. Manfaatkan Fitur Pesan/Chat/Obrolan

Kamu perlu memanfaatkan fitur pesan dan obrolan, apa pun media sosial yang kamu gunakan untuk membangun bisnismu.

Apakah itu Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, LinkedIn, dan lainnya, fitur pesan langsung (Direct Message) adalah sarana untuk membangun hubungan yang lebih dalam dibanding komentar secara umum.

Pesan langsung dapat membantu membangun hubungan secara nyata dengan sosok-sosok orang di balik sebuah akun media sosial.

Hal yang perlu diingat adalah kegiatan ini akan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Ini seperti berkenalan secara langsung dengan orang lain secara lebih mendalam. Bisa saja membutuhkan waktu beberapa hari, bulan, bahkan lebih lama lagi.

Panduan untuk Memanfaatkan Fitur Chat Media Sosial

Peg memberikan beberapa saran saat kamu akan memanfaatkan fitur pesan di sebuah platform media sosial. Berikut ini sedikit panduannya:

  • Mulailah dengan pertanyaan untuk membuka percakapan, seperti “Apa warna favoritmu?” (Hahaha, agak awkward di sini, tapi siapa tahu ini bisa berhasil). Cara lainnya untuk mendapatkan ide pertanyaan adalah dengan melihat profil mereka dan temukan sesuatu yang mereka sukai atau sesuatu yang sama dengan kita.
  • Untuk memulai percakapan, selain yang sudah disebutkan di poin sebelumnya, kamu juga bisa memanfaatkan fitur story yang saat ini ada di berbagai media sosial. Kamu bisa langsung memberikan komentar atau reaksi terhadap story orang lain. Di Instagram misalnya, ketika kamu memberikan respon pada story orang lain, maka akan langsung masuk ke DM/chat. Dari sini, kamu bisa melanjutkan pembicaraan dengan berbagai hal.
  • Ingat ya, kamu akan membangun suatu hubungan dengan orang lain. Artinya jangan langsung dikirimkan link ke website atau menawarkan dagangan.
  • Kirimkan catatan singkat yang mengungkapkan rasa terima kasih karena kalian telah terhubung dan keinginanmu untuk tahu lebih banyak mengenai hal-hal yang mereka lakukan.
  • Selalu pastikan kamu melihat chat/DM/pesan yang masuk di media sosialmu. Kemudian pastikan pula kamu memberikan respon terhadap pesan-pesan yang berharga. Sebaliknya, jika pesan itu mencurigakan atau spam, kamu bisa segera menghapusnya.

5. Call to Action

Istilah call to action berarti sebuah ajakan darimu sebagai pemilik akun media sosial UMKM kepada orang lain. Namanya ajakan tentu bisa bermacam-macam. Mulai dari membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan, mengunjungi blog-mu, informasi untuk melihat diskon, dan lainnya.

Hal yang perlu diingat saat membuat call to action adalah jangan terlalu banyak action yang diharapkan dari orang lain. Sebab, kondisi ini akan membuat orang lain kebingungan.

Sarannya adalah setiap post memiliki sebuah call to action yang spesifik. Misalnya hanya ajakan untuk mengunjungi blog saja atau bekerja sama saja.

Namun, sebelum itu semua dilakukan, terlebih dahulu kamu perlu memberikan penjelasan apa produk atau jasa yang ditawarkan?

Ini penting ya agar orang lain memahami apa sebenarnya yang ingin kita raih dengan berinteraksi melalui media sosial, apakah itu jejaring teman, silaturahim, atau berdagang.

Keseimbangan itu Penting!

Namun, karena media sosial berhubungan dengan banyak orang. Sementara itu, tidak semua orang suka ‘dijuali’, maka perlu adanya suatu keseimbangan, sob.

Keseimbangan yang dimaksud di sini adalah agar jangan terlalu banyak atau pun terlalu sedikit. Karena seperti kata Wak Haji, semua yang serba ‘terlalu’ seringnya tidak enak. ahaha.

Ingat pesan Mbak Peg, “Nggak jualan sama sekali sama buruknya dengan terlalu semangat berjualan.”

Agar dicapai keseimbangan dalam kontenmu, kamu juga bisa menggabungkan antara produk yang kamu hasilkan, menunjukkan penggunaan sebuah produk, hingga mengundang pengguna untuk mengirimkan sebuah konten ketika dia memakai produk kita.

Bonus: Interaksi dan Komunitas

Selain 5 cara bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan seperti yang sudah disebutkan di atas, saya tambahkan sedikit bonus, ya.

Informasi ini saya dapatkan dari Mbak Wiwik, salah satu punggawa di BrandKlinik. Ini sebuah komunitas bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya melalui media sosial atau secara digital. Jika kamu tertarik, bisa kok bergabung dengan komunitas ini.

Pentingnya Interaksi

Nah, satu hal penting yang perlu dilakukan ketika kamu memutuskan untuk menggunakan media sosial adalah interaksi.

Artinya kamu melakukan berbagai aktivitas di media sosial, tetapi bukan hanya di akunmu. Lebih jelasnya, kamu tidak hanya berhenti postang-posting konten secara konsisten dan setiap hari.

Namun, lebih penting lagi kamu pun perlu menjalin interaksi dengan orang lain melalui tombol Like, Comment, dan Share. Dengan cara ini, kamu bisa membangun awareness (kesadaran) orang lain terhadap akun media sosial-mu.

Apalagi di masa-masa awal, kamu perlu sekali melakukan interaksi ini agar semakin banyak orang yang mengetahui produk atau jasa yang ditawarkan.

Komunitas

Nah, ini langkah penting lainnya ketika kamu membangun akun media sosialmu.

Setelah sering berinteraksi, mungkin terjalin koneksi antara akunmu dengan orang lain. Barangkali hubungan itu terjalin karena kesamaan minat, latar belakang pertemanan sebelumnya, dan berbagai alasan lainnya.

Tak jarang di media sosial ada pula ajakan untuk bergabung dalam suatu komunitas tertentu. Jika dirasa menarik dan bermanfaat, serta tidak mengandung unsur penipuan, tidak ada salahnya kamu bergabung. Selain itu, sepertinya kamu bisa keluar kapan saja dari komunitas tersebut jika dirasa tidak, bukan?

Kenapa komunitas penting? Sebabnya adalah karena ini bisa menjadi tempat bertanya, penyemangat, curhat, hingga penerapan strategi tertentu.

Seperti sudah disebutkan di bagian sebelumnya, kamu perlu berinteraksi di media sosial, bukan?

Nah, jika kamu memiliki komunitas, maka interaksi ini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan lebih tersistem. Silakan dibaca contoh berikut ini ya:

Sebuah komunitas, katakanlah Komunitas Mamah Muda Cantik dan Berenergi Indonesia disingkat KMMCBI, berupaya meningkatkan interaksi, engagement, dan awareness akun media sosial anggota-anggotanya.

Setiap hari Selasa, admin KMMCBI di Grup WhatsApp akan mengumumkan ini saatnya berbagai update post terbaru di Instagram. Ketentuannya:

  • Setiap anggota yang ingin terlibat menyebutkan nama dan link ke Instagram post-nya.
  • Setiap hari maksimal post atau anggota yang berpartisipasi adalah 15 orang.
  • Setiap orang yang berpartisipasi harus memberikan like dan comment (minimal 7 kata) ke post anggota yang lain.
  • Aktivitas like dan comment ditentukan dari hari ini sampai besok malam pukul 19.00.
  • Anggota yang gagal atau tidak melakukan aktivitas like dan comment sesuai ketentuan tidak bisa ikut berbagi link di kesempatan berikutnya.

Dengan sistem seperti itu, maka KMMCBI pun mampu meningkatkan performa dari media sosial anggotanya. Sekarang kalau kamu mau pakai strategi itu juga, tinggal diganti KMMCBI dengan komunitas UMKM-mu.

Penutup

Semoga tulisan lima cara UMKM meningkatkan penjualan melalui media sosial ini dapat bermanfaat ya.

Siapa tahu kamu dan UMKM-mu dapat lebih berhasil ketika kamu beralih menggunakan media sosial untuk mempromosikannya dengan benar.

Apalagi di masa yang sulit ini. Mari kita berdoa dan berusaha, sehingga dapat menjual lebih banyak produk dan jasa, sehingga keuntunganmu pun meningkat.

Pesan terakhir di tulisannya Mbak Peg adalah, “Ingatlah, bahwa kamu membangun hubungan dan menumbuhkan kesadaran akan brand-mu melalui setiap konten atau post dan juga di setiap percakapan.”

Salam hangat dan sehat, serta semoga kita semua tetap semangat, ya.