3 Pertanyaan Sebelum Menulis Kolom atau Opini
3 Pertanyaan Sebelum Menulis Kolom atau Opini

Saat ini setiap media memberikan ruang kepada para ahli, untuk menuliskan kolom atau opini.

Mungkin kamu merasa minder, karena bukan seorang ahli. Padahal, pasti ada pengetahuan dan keterampilan yang hanya dimiliki olehmu.

Jadi…. kamu pun seorang ahli.

Namun, bagaimana cara menulis kolom atau opini tersebut?

Selain minder karena ‘merasa’ bukan ahli, kamu mungkin juga tidak paham cara menuliskan kolom atau opini tersebut. Padahal, dengan mengetahui caranya, maka kamu akan mampu menulis kolom atau opini dengan mudah.

Jika kemudahan itu sudah didapat, maka jangan heran jika namamu akan sering muncul di media-media ternama.

Sebelum melangkah terlampau jauh, kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu kolom.

Apa itu Kolom atau Opini?

Kolom atau opini bukanlah sebuah artikel berita, meskipun termasuk berita juga. Perbedaannya, kolom umumnya menjawab pertanyaan ‘kenapa’ dan ‘bagaimana’. Sementara artikel berita yang biasa, lebih berfokus untuk menjawab pertanyaan ‘apa’, ‘kapan’, ‘siapa’, ‘di mana’.

Apa lagi perbedaan kolom atau opini dengan berita biasa?

Kolom atau opini seringkali disampaikan secara personal. Artinya menggunakan kata ganti pertama ‘saya’ atau ‘kamu’. Kolom atau opini juga menyampaikan pendapat (opini) seseorang. Karena itu, baik kolom maupun opini seperti menuliskan sebuah surat terbuka.

Selain itu, kolom atau opini juga memiliki semacam format standard.

Biasanya sebuah kolom atau opini memiliki bagian ‘kepala’ tulisan yang serupa. Di situ dituliskan judul dari tulisan dan satu atau dua baris informasi berisi nama dan kredensial (pekerjaan atau profesi) penulisnya. Ini untuk memberikan petunjuk kepada pembaca terhadap kamu dan tulisanmu itu.

Sekarang, kita sampai pada bagian yang paling penting.

Bagaimana cara menulis kolom atau opini?

Sebelum menuliskan sebuah kolom atau opini, kamu perlu memikirkan tujuan, pembaca, konten, dan struktur dari tulisan. Oke, sekarang kita akan membahasnya satu demi satu.

Tujuan

Di bagian tujuan menulis sebuah kolom atau opini ini, kita akan berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Kenapa kamu menulis sebuah kolom atau opini?
  • Apakah untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai suatu acara atau kegiatan?
  • Apakah editor sebuah media, masyarakat luas, dan rekan kerja menginginkan tulisan itu?
  • Apakah kamu bertujuan untuk menghibur, memberikan informasi, atau mengajarkan sesuatu?
  • Apakah kamu membutuhkan identitasmu dikenal oleh orang banyak atau untuk memperluas pengaruhmu?

Pembaca

Pada bagian pembaca, ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan kita, seperti:

  • Siapa yang ingin kita sasar melalui tulisan kolom atau opini kita nantinya?
  • Siapa pihak yang kita singgung dalam kolom atau opini?
  • Siapa yang ingin kamu hibur, berikan informasi, atau didik?

Tentukan siapa pembaca kita, kemudian tulislah kolom atau opini-mu menggunakan bahasa mereka. Artinya, tingkat bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkatan yang pembaca gunakan. Kemudian tulislah hal-hal yang perlu diketahui atau ingin diketahui oleh pembaca tersebut.

Konten

Bagian konten tulisan dari sebuah kolom atau opini tentu saja memegang peranan yang sangat penting. Sebagus apa pun alasan kita menulis dan sejelas apa pun pembaca yang akan kita sasar, tulisan tidak akan berhasil jika konten yang disajikan kurang bagus.

Lalu, apa sebenarnya konten ini?

Konten bisa berupa pertanyaan: “Apa yang akan kamu diskusikan dalam tulisan?”

Setelah diketahui apa yang akan dituliskan, selanjutnya kita perlu juga mengetahui bagaimana topik tulisan tersebut akan didiskusikan?

Setelah mengetahui apa dan bagaimana, maka kita pun bisa juga menambah dengan pertanyaan kenapa topik tersebut perlu dituliskan?

Namun, ada satu hal yang perlu diingat, yaitu kolom atau opini mesti berdasarkan fakta dan haruslah akurat. Jadi, meskipun kita menyajikan opini, tetapi data dan peristiwa yang terjadi sebaiknya berdasarkan fakta dan juga dapat dipertanggungjawabkan akurasinya.

Kenapa dua hal tersebut penting? Sebab, dalam opini atau pun kolom, kita akan mempertaruhkan nama kita. Dalam sebuah kolom atau opini yang personal, maka nama sangatlah penting, karena itu perlu dijaga dengan akurasi dan data yang benar.

Struktur

Di bagian struktur ini, kita akan mencoba menjawab pertanyaan, “Bagaimana pesanmu akan disampaikan kepada para pembaca?”

Untuk menyampaikan pesan tersebut, ada beberapa struktur kolom atau opini yang bisa dipilih oleh seorang penulis. Beberapa struktur digunakan oleh seorang penulis karena menyesuaikan dengan pesan, topik, dan tipe informasi yang akan disampaikan kepada pembaca.

Beberapa contoh struktur untuk kolom atau opini tersebut adalah:

  • Pertanyaan dan jawaban
  • Paparan ide-ide baru
  • Bagaimana cara melakukan sesuatu
  • Sebuah kronologi peristiwa.

Sebelum lanjut membaca, mungkin kamu juga perlu informasi berikut ini: 3 Tips Manjur Menulis Artikel di Media

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh untuk Sebuah Kolom atau Opini?

Ketika menulis sebuah kolom atau opini, maka kamu BOLEH beberapa hal berikut ini:

  • Berikan informasi kepada pembaca yang bermanfaat dan tepat waktu.
  • Buatlah sebuah struktur yang bisa digunakan kapan saja dengan mudah.
  • Menulislah dalam jadwal yang teratur.
  • Tulislah kalimat yang sederhana dan singkat serta paragraf-paragraf yang pendek.
  • Jika kolom atau opini tersebut bersifat personal, maka gunakan nama dan informasi tempat yang sesuai dengan kondisi setempat.
  • Biarkan orang lain berbicara untuk kita dengan menggunakan kutipan atau sebagai referensi.
  • Pelajari kembali perbedaan antara kolom dengan berita.

Namun, ketika menulis kolom atau opini, maka kamu TIDAK BOLEH lakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menggunakan kata, istilah, atau bahasa yang terlalu teknis dan kompleks dan tidak familiar bagi pembaca yang disasar.
  • Menuliskan suatu topik secara terus menerus, sehingga membuat bosan pembaca.
  • Memberikan terlalu banyak detail atau materi. Opini atau kolom bukanlah kuliah.
  • Melelahkan pembaca dengan topik yang membosankan, alih-alih membuat mereka tertarik untuk membaca tulisan kita.
  • Menggunakan kata ganti orang ketiga ketika menyebut diri kita, seperti penggunaan kata ‘penulis’, kemudian menyebut nama diri kita ketika ingin menyampaikan suatu gagasan atau pendapat.

Beberapa tips lain ketika menulis kolom atau opini:

  • Menulislah seperti ketika kita berbicara, tetapi upayakan tetap mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar.
  • Cobalah membuat ‘lead’ atau awal tulisan yang akan atau dapat menarik perhatian pembaca.
  • Gunakan variasi berbagai materi atau sumber tulisan dan tidak hanya satu subjek. 
  • Tulislah tentang dan untuk manusia, artinya mengurangi materi-materi yang berat seminimal mungkin. Ketika menuliskan sebuah hal, kaitkan dengan pengalaman dan persoalan yang dimiliki dan dihadapi oleh pembaca.
  • Tulislah secara sederhana, hindari kata-kata atau istilah yang sulit. Hindari pula kalimat dan paragraf yang panjang.
  • Hindari tulisan kolom atau opini kita dengan detail-detail yang terlalu banyak. Buat pembaca tertarik dengan topik atau gagasan yang kita tawarkan, tetapi hindari membuat mereka terlalu lelah.
  • Kumpulkan materi untuk kolom atau opini dengan menuliskan ide, nama-nama, angka, gambar, dan lainnya ketika kita melakukan kegiatan sehari-hari. Itu semua bisa menjadi materi tulisan yang sangat baik nantinya.
  • Tepat waktu, artinya menyesuaikan tulisan kita dengan berbagai fenomena, seperti cuaca, kondisi pembaca, permasalahan yang sedang terjadi di masyarakat, dan apa dampak dari suatu peristiwa terhadap masyarakat luas atau justru lokal.
  • Ingatlah para pembaca yang nantinya akan membaca tulisan kita. Berikan informasi yang bermanfaat untuk mereka dengan cara yang dapat mereka pahami.
  • Selalu kirimkan kolom atau opini kita tepat waktu, karena editor pun sibuk dan banyak yang perlu dibaca. Berikan editor kesempatan membaca dan memeriksa tulisan kita.

Penutup

Akhirnya, semoga kamu mendapatkan sedikit gambaran setelah membaca cara menuliskan kolom atau opini di atas.

Satu hal kecil yang tidak boleh dilupakan ketika menulis kolom atau opini untuk media adalah kamu juga perlu mengetahui selera editor di media tersebut.

Karena itu, kamu perlu sering-sering membaca kolom atau opini di media yang kamu sasar agar mengetahui selera editor, sehingga nantinya kolom atau opini-mu pun akan dengan mudah lolos dari pemeriksaan mereka.

Jangan dilupakan pula, bahwa ada kemungkinan tulisan kolom atau opini-mu tidak akan lolos dan tidak ditayangkan di media yang kamu tuju.

Jika itu terjadi, maka yang bisa kamu lakukan adalah tetap tenang, mengirimkannya ke media lain atau diterbitkan di blog pribadi atau di akun media sosial-mu sendiri.

Akhirnya selamat mencoba.

Oiya, jika kamu tertarik untuk belajar lebih jauh tentang menulis kolom atau opini di media, saya ada kelas yang bisa kamu ikuti di Detak Pustaka ya.

Terima kasih dan salam,

Sridewanto Pinuji