3 Cara Menutup Tulisan
3 Cara Menutup Tulisan

“Bagaimana cara kita menutup tulisan?” Inilah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ketika menulis.

Setelah susah payah menyelesaikan tulisan, maka penutup tulisan tentu tidak boleh sembarangan saja, bukan? 

Kita tentu ingin penutup itu berkesan, diingat pembaca, membuat mereka melakukan hal lain, dan seterusnya. 

Nah, berikut ini cara menutup tulisan dan membuat kesimpulan yang perlu kamu ketahui agar pembaca menyukai dan akhirnya akan ingat terus. 

Ingat juga ya, upayakan kita tidak hanya meringkas apa yang sudah dijelaskan sebelumnya dalam tulisan. Pembaca membenci penulis yang hanya mengulang-ulang poin yang sudah disampaikan. 

Pembaca mencintai penulis yang tahu kapan harus berhenti menulis. 

Jadi, sekali lagi jangan sekadar mengulang apa yang sudah dituliskan di bagian tulisan sebelumnya. 

Bahkan, kalau bisa, cukup akhiri tulisanmu dan biarkan menggantung. 

Para penulis di luar sana menyebutnya strategi ‘The Cliff’ atau ‘Tebing’. Dan tugas penulis adalah mendorong para pembaca ke ujung tebing itu untuk kemudian terjun. 

Terjun ke mana? Tentu saja ke hal-hal yang penulis harapkan akan pembaca lakukan, misalnya mengingat tulisan, membawa pelajaran dari tulisan, melakukan sesuatu, termasuk membeli sesuatu yang siapa tahu ditawarkan oleh penulis. 

Nah, berikut ini templat yang bisa kamu gunakan untuk menutup tulisan, mengakhiri utas di Twitter, atau menutup tulisan di LinkedIn dengan asyik agar pembaca menyukainya. 

Tujuan Menutup Tulisan 

Rangkuman atau kesimpulan yang ditulis di bagian akhir tulisan memiliki tujuan berikut ini: 

  • Menjalin hubungan dengan topik yang baru saja mereka baca, misalnya menyukai, memberi komentar, membagikan, mengikuti dan lainnya. 
  • Membaca ‘tulisan lain’, misalnya “Jika kamu menyukai tulisan ini, mungkin kamu juga akan suka dengan …..”
  • Tindakan lain yang terkait dengan topik yang baru saja mereka baca, misalnya “Ingin tahu lebih jauh tentang cara menulis artikel di media, kamu bisa mendaftar di kelasnya.” 

Tiga hal itu disebut Call to Action (CTAs) atau tindakan apa yang diinginkan penulis untuk dilakukan oleh pembaca. 

Tiga hal itu adalah hal yang paling umum dan sering dilakukan. Agar makin jelas, kita coba lihat satu demi satu ya. 

Namun, sebelum lanjut membaca, mungkin kamu akan menyukai tulisan ini 3 Cara Agar Produktif Menulis

Cara Menutup Tulisan 1: Template agar Terhubung

Tujuan CTA ini adalah untuk mendorong pembaca agar terhubung (engage) dengan hal-hal yang baru saja mereka baca. 

Kamu akan sering menemukan strategi ini di YouTube ketika seorang YouTuber mengatakan, “Kalau kamu menyukai video ini, jangan lupa klik Like, Comment, dan Subscribe!” 

Ini adalah contoh CTA yang disampaikan untuk mengingatkan pengguna, pemirsa, pembaca, untuk melakukan sesuatu sebelum mereka pergi. 

Berikut ini contoh yang dapat kamu gunakan untuk menutup tulisan di artikel-mu, utas Twitter, atau postingan di LinkedIn: 

Jika kamu menyukai tulisan ini, saya akan sangat senang kalau kamu: 

  1. Memberikan komentar apa kesan dan hal yang palin kamu ingat. 
  2. Klik Like dan bagikan dengan orang lain. 

Sesederhana itu.

Kamu bisa mengubah dan mengganti kata-katanya. Namun intinya mendorong pembaca untuk berkomentar dengan kutipan favorit yang mereka sukai, yang paling mereka ingat. Mungkin kamu juga bisa meminta mereka untuk membagikan ke teman lain. 

Yang paling penting adalah kamu mengingatkan pembaca agar mereka melakukan sesuatu terkait dengan keterhubungan (engagement). 

Cara Menutup Tulisan 2: Template Membaca Tulisan Lain

Seiring dengan upayamu menulis online, maka koleksi tulisan dan kontenmu akan semakin tumbuh. 

Tulisan dan kontenmu akan terus tumbuh dan tumbuh….

Artinya, kamu akan memiliki lebih banyak konten untuk ditawarkan kepada para pembaca. 

Cara terbaik untuk membantu pembaca adalah melalui tautan di akhir tulisan ke konten atau tulisan lain yang relevan. 

Contohnya: ketika kamu menulis tentang ‘3 Cara Menutup Tulisan’, maka pembaca mungkin akan menyukai ‘3 Cara Agar Produktif Menulis’. 

Inilah salah satu cara menutup tulisan agar pembaca terhubung dan tertarik hingga kemudian membaca konten-konten kita. 

Cara Menutup Tulisan 3: Template untuk Mengeklik Tombol Pendaftaran

Jika tujuanmu adalah mengubah orang-orang yang berkunjung ke website-mu atau akun media sosial-mu menjadi pelanggan koran-mu atau klien, maka cara menutup tulisan ke tiga ini bisa menjadi sarana yang paling tepat. 

Berikut ini prosesnya.

  1. Buatlah sebuah website yang menawarkan aset digital gratis yang akan dibagikan ke orang lain, misalnya kalau saya di blog ini: pinuji.net. 
  2. Buatlah sebuah ‘landing page’ dengan pilihan untuk men-download secara gratis, kursus online, dan lainnya. Sesuatu yang relevan dengan konten yang dibuat di berbagai platform. 
  3. Kemudian doronglah pembaca di media sosial untuk klik link yang mengarah ke landing page tersebut untuk mendapatkan aset digital yang kamu gratiskan.