3 Cara Agar Produktif Menulis
3 Cara Agar Produktif Menulis

Agar produktif menulis, bagaimana caranya?

Perlu diketahui teman-teman, bahwa saat ini para penulis tidak lagi mengejar kesempurnaan.

Bahkan, semua kreator konten saat ini, baik itu penulis, Youtuber, Podcaster, dan lainnya memiliki kesamaan. Mereka tidak lagi terlalu memedulikan kesempurnaan, tetapi lebih berfokus pada menghasilkan ide yang ‘cukup bagus’ setiap hari.

Jika kita ingin melakukan hal itu, maka Nicolas Cole dan Dickie Bush, dua orang penulis online terkemuka saat ini, memiliki suatu cara atau strategi yang mereka sebut sebagai Mesin Ide yang Tak Terbatas.

Mesin ide tersebut memudahkan kita dalam menghasilkan berbagai ide baru yang dapat dituliskan nantinya. Selain itu, mesin ide juga membantu kita untuk memahami format seperti apa yang akan berhasil untuk ide yang akan kita sampaikan ke dunia. Akhirnya dengan mesin ide tersebut, kita akan lebih produktif menulis.

Berikut ini caranya:

Langkah Produktif Menulis 1: Apa yang ingin kita tuliskan?

Pertama, pilihlah sebuah topik dan kemudian tentukan arah tulisan dari topik tersebut. Contohnya:

  • Tindakan (cara melakukan suatu hal)
  • Analisis (ini lho data atau angkanya)
  • Aspirasi (ya, kamu juga bisa melakukannya)
  • Antropologi (inilah alasannya)

Dengan memilih arah tulisan, maka kita akan mudah menentukan perjalanan seperti apa yang akan kita tawarkan kepada para pembaca dan ke mana kita akan mengajak mereka pergi.

Ini seperti membuat rencana perjalanan. Tidak cukup hanya bilang, “Saya ingin pergi ke Jogja, arah mana pun tak masalah.”

Tidak, bukan seperti itu.

Karena apa yang perlu dilakukan adalah memilih penerbangan ke tujuan tertentu, katakanlah ke Jogja. Kemudian kita membuat rencana perjalanan berdasakan tujuan tersebut, pakaian apa yang akan kita bawa, kegiatan apa yang akan dilakukan di sana. Semua itu membutuhkan perencanaan.

Jadi, tidaklah cukup untuk mengatakan kepada para pembaca, “Kita akan pergi ke Surabaya.” Itu benar-benar kurang alias tidak cukup.

Kita perlu memberi tahu pembaca secara tepat ke mana kita akan mengajak mereka pergi dan juga aktivitas seperti apa yang sudah direncanakan.

Semakin kita menyadari keputusan ini sejak awal, maka akan semakin jelas ide kita disampaikan dalam tulisan. Akhirnya, dengan menerapkan langkah pertama ini, kita pun akan lebih produktif menulis.

Langkah Produktif Menulis 2: Cara seperti apa yang paling tepat untuk suatu topik tertentu?

Ketika sudah memilih suatu arah, langkah berikutnya agar produktif menulis adalah menentukan bagaimana kita akan mengatur suatu tulisan.

  • Apakah tulisan kita nantinya menjadi ‘Cara Melakukan’ sesuatu? Maka kita perlu mengatur tulisan menjadi: Langkah 1, Langkah 2, dst.
  • Apakah tulisan kita nantinya adalah ‘Pelajaran Dari’ sesuatu? Maka kita perlu mengatur tulisan menjadi: Pelajaran 1, Pelajaran 2, dst.
  • Apakah tulisan kita nantinya adalah ‘Kesalahan Dari’ sesuatu? Maka kita perlu mengatur tulisan menjadi: Kesalahan 1, Kesalahan 2, dst.

Kuncinya di sini adalah mengatur organisasi atau struktur tulisan ke dalam poin-poin utama atau sub-judul yang memiliki pola serupa.

Karena itu, kita tidak bisa menulis ‘Cara Melakukan Sesuatu’ tetapi di poin pertama berisi ‘Langkah’ dan di poin berikutnya berisi ‘Pelajaran’, kemudian di poin ketiga berisi ‘Kesalahan’ dan seterusnya.

Dengan menulis seperti itu, maka akan sangat menyulitkan pembaca untuk mengetahui apa maksud dari tulisan. Mereka juga akan mengalami kebingungan mengikuti alur pikiran dan ide kita yang tertuang dalam tulisan.

Sebaliknya, ketika kita menyesuaikan antara jenis tulisan yang akan kita buat dengan pola serupa, maka kita akan memudahkan diri sendiri sekaligus para pembaca. Akhirnya, karena kemudahan ini dan pembaca menyukainya, maka kita pun aan semakin produktif menulis.

Langkah Produktif Menulis 3: Kredibilitas Seperti Apa yang Akan Membuat Pembaca Mempercayai Kita?

Pertanyaan terbesar yang dimiliki oleh pembaca ketika menemukan suatu tulisan adalah, dari mana informasi ini berasal dan kenapa saya harus mempercayai penulisnya?

Kesalahan terbesar para penulis yang membuat mereka tidak kunjung menulis adalah pemikiran bahwa mereka harus memulai dengan sesuatu yang besar, mewah, dan ahli ketika akan menuliskan suatu topik.

Padahal, kita tidak perlu berpikiran seperti itu. Justru dengan pola pikir seperti itu, akhirnya kita malah tidak jadi produktif menulis.

Kita tidak harus menjadi Elon Musk, Barack Obama, atau siapa pun itu sebelum mulai menulis tentang suatu topik.

Namun, kita perlu memberi tahu pembaca kenapa kita menulis suatu topik dan kenapa mereka perlu mempertimbangkan pendapat kita pada topik tersebut.

Hal itu dapat dilakukan dengan mengikuti langkah berikut ini:

  1. Sampaikan kepada pembaca kenapa kamu adalah ahli dalam suatu topik dan sampaikan terus terang.
  2. Sampaikan kepada para pembaca siapa ahli sebenarnya dan bagaimana kamu menulis atau memilih ide-ide dari para ahli tersebut.
  3. Sampaikan kepada para pembaca kalau kamu bukan ahlinya, tetapi kamu hanya menyampaikan ide bersarkan pengalaman peribadi.

Bonus, Langkah Produktif Menulis 4: Menggabungkan Tiga Langkah Sebelumnya

Setelah kita mengetahui tiga strategi untuk produktif menulis tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menggabungkan tiga langkah tersebut.

  1. Apa topik yang ingin dituliskan?
  2. Bagaimana struktur terbaik untuk topik yang akan dituliskan tersebut?
  3. Apa kredibilitas kita yang akan membuat para pembaca percaya untuk terus membaca tulisan kita?

Jika kamu bisa menggabungkan ketiga hal tersebut, maka terciptalah suatu mesin ide. Sebuah mesin yang akan menjadi jaminan ide mengalir terus dan kamu akan sangat produktif untuk menulis.

Sebab, agar produktif menulis, maka kamu tidak bisa duduk di depan kertas kosong dan memulai setiap hari dari halaman kosong tersebut.

Yang perlu kamu lakukan adalah menggunakan suatu proses, cara, atau strategi. Yang perlu kamu lakukan adalah memiliki sebuah templat untuk dirimu sendiri.

Dengan memiliki template yang mendukung kamu agar produktif menulis, maka kamu dapat menjawab pertanyaan:

  • Setiap kali kamu ingin bercerita tentang suatu topik, maka templat mana yang akan kamu gunakan?
  • Setiap kali kamu akan menulis tentang topik yang sedang hits, maka format seperti apa yang paling tepat untuk digunakan?

Akhirnya yang membedakan penulis produktif dengan yang tidak adalah sebelum menulis. Mereka yang produktif sudah mengetahui format atau templat mana yang akan digunakan, bahkan sebelum kata pertama.

Jika kamu menyukai tulisan ini, mungkin kamu juga akan suka: 3 Tips Manjur Menulis Artikel di Media