Categories
Kepemimpinan

The Person

Apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?

Photo by Ben White on Unsplash

Ini adalah berkaitan dengan diri seorang pemimpin. Bagaimana dia merefleksikan dan menilai kekuatan serta kelemahan dirinya sendiri.

Secara lebih detail, the person atau kesadaran diri seorang pemimpin berkaitan dengan kemampuan melihat diri kita sendiri saat tampil, belajar dari kesalahan, dan bagaimana kita mampu melakukan berbagai upaya perbaikan.

Berikut ini beberapa karakteristik yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, terutama berkaitan dengan dirinya sendiri.

Kualitas Personal

Dalam kualitas personal ini terdiri dari:

  1. Personality atau kepribadian seorang pemimpin itu sendiri dalam pergaulan, kepemimpinan, dan pembawaan dirinya.
  2. Experience atau pengalaman yang dimiliki oleh pemimpin tersebut dalam berbagai bidang.
  3. Culture atau budaya tempat tumbuh kembang pemimpin yang mempengaruhi dirinya sebelum dan saat menjadi seorang pemimpin.
  4. Emotional Experience atau pengalaman emosi, terutama dalam pengendalian emosi.

Kualitas yang dimiliki oleh seorang pemimpin tersebut bervariasi dan menjadi penentu kemampuannya untuk meraih suatu hal dalam kepemimpinannya.

Seorang pemimpin yang baik tentu memiliki kepribadian yang baik pula, pengalaman yang luas, budaya yang luhur, dan mampu mengendalikan emosinya.

Jika seseorang mampu melakukan hal ini, maka dapat dikatakan orang tersebut memiliki kualitas personal yang baik pula dan akhirnya mampu menjadi pemimpin yang baik.

Pemikir Besar

Seorang pemimpin dengan kualifikasi meta juga seorang pemikir besar. Tanda-tanda seseorang adalah pemikir di antaranya adalah:

  • Bersedia untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan yang besar dan sangat kompleks.
  • Selalu mencari pemecahan dari berbagai masalah.
  • Memelihara sifat penasaran dan memiliki imajinasi yang tinggi.
  • Yang bersangkutan juga seorang strategis, memiliki kemampuan menentukan aksi yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan persoalan.
  • Mencapai tujuan bersama. Segala pemikiran, tindakan, dan aksi pemimpin bertujuan untuk lebih dekat dan kemudian mencapai tujuan bersama.

Sebagai seorang pemimpin berkualitas meta, maka kemampuannya berpikir, membuat strategi, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan memungkinkan dirinya untuk sukses, meskipun pada saat yang sama banyak orang berpikir akan mustahil mencapai suatu tujuan.

Kecerdasan Emosi

Seorang pemimpin berkualitas meta juga memiliki kecerdasan emosi. Beberapa tanda seorang pemimpin memiliki kecerdasan emosi ini di antaranya adalah:

  • Memiliki pengetahuan akan kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri yang kemudian menjadi satu kesadaran diri.
  • Memiliki pengendalian diri yang baik.
  • Memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan.
  • Memiliki empati kepada orang lain.

Semua kemampuan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi tersebut membuat pemimpin dengan kualifikasi meta mampu senantiasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya.

Kendati berada dalam situasi yang sulit, tetapi kemampuan dirinya, terutama dalam kecerdasan emosi membuatnya selalu merasa nyaman. Bahkan, bukan hanya itu. Kecerdasan emosi yang dimiliki oleh pemimpin tersebut pada gilirannya juga akan membuat orang lain di sekitarnya merasa nyaman pula.

Melihat Gambaran Besar

Pemimpin dengan kualitas meta selain memiliki kesadaran diri yang baik juga selalu melihat gambaran besar (big picture) dari setiap persoalan.

Kemampuan ini sangat penting, terutama saat menghadapi krisis.

Dengan melihat gambaran besar, pemimpin tersebut tidak terjebak ke dalam berbagai hal detail yang akhirnya menyita waktu, tidak menyelesaikan persoalan, dan bisa-bisa memperhebat krisis yang sedang dihadapinya.

Pemimpin yang mampu melihat secara keseluruhan juga cenderung tepat segala tindakan dan keputusan yang diambil. Dia paham, kapan harus menghindar, berjuang, atau diam saja saat menghadapi ancaman.

Dengan kemampuan tersebut, maka pemimpin yang berkualitas meta tidak akan stress ketika menghadapi krisis dan situasi yang menyulitkan. Hal ini masih ditambah lagi dengan kemampuannya untuk mengelola stres yang menyebabkan dirinya mampu menghadapi berbagai tantangan dan situasi yang berbeda-beda.

Leave a Reply