Kiat: Mengenai Rahasia dalam Falsafah Hidup Jawa

Oleh: Edi Kusumo Prabantoro

Retaknya sebuah hubungan, baik itu yang terjadi dalam keluarga, organisasi, perusahaan, dan pemerintahan salah satunya disebabkan karena ketidakmampuan menjaga sebuah rahasia. 

Saat kita membeberkan sebuah keburukan dari suatu lembaga atau orang dekat kepada orang lain tidak ada jaminan kawan bicara kita tersebut mampu menjaga rahasia. 

Berbicara mengenai rahasia, dalam budaya Jawa dikenal istilah: mikul duwur mendem jero (angkat setinggi-tingginya, kubur sedalam dalamnya).

Bapak saya pernah berpesan, manakala sudah menerima kepercayaan dalam sebuah hubungan, maka jagalah kepercayaan itu. Hubungan yang dimaksud bisa hubungan dalam rumah tangga, keluarga, pekerjaan, pacaran, dan lainnya.

Dalam sebuah hubungan, maka perlu mikul duwur atau angkat yang setinggi-tingginya jika itu tidak perlu dirahasiakan dan mampu menginspirasi dan menjadi teladan untuk orang lain. 

Namun, pada hubungan tersebut juga perlu pendem jero atau kubur sedalamnya jika itu sebuah rahasia atau aib yang harus dijaga. 

Falsafah mikul duwur mendem jero juga berlaku dalam hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya. 

Dalam jenis hubungan ini, seorang anak harus mengangkat setinggi-tingginya berbagai prestasi, kebaikan, dan teladan dari orang tua. Namun, anak pun harus memendam sedalam-dalamnya berbagai kelemahan, aib, atau hal memalukan yang ada pada orang tua. 

Menerapkan mikul duwur mendem jero dalam kehidupan bertujuan agar hidup kita tenteram, tidak gelisah, dan terutama menjaga kepercayaan, sehingga pada akhirnya bisa dihargai oleh orang lain. 

Dalam hubungan anak dengan orang tua, falsafah tersebut juga menjadi bukti sebuah bakti anak kepada orang tuanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: