Kiat: Keinginan Kita untuk Diterima

Kebutuhan dasar manusia selain pangan, sandang, dan papan adalah keinginan kita untuk diterima.

Merasa diterima adalah suatu perasaan yang kita peroleh ketika orang lain di sekitar kita berbagi kesamaan nilai dan kepercayaan. Saat kita diterima, terhubung, dan menjadi bagian dari sesuatu, maka kita akan merasa aman. 

Perasaan diterima dan terhubung itu terkadang terjadi begitu saja, misalnya saat kita di luar negeri dan bertemu teman senegara yang tidak saling kenal. Saat itu, ketika kita mendengar teman tersebut menggunakan bahasa atau logat yang sama, maka tiba-tiba kita akan merasa terhubung, bahkan rasanya seperti sudah kenal lama. 

Hal itu mungkin terjadi karena kita memiliki kepercayaan kepada mereka yang memiliki kesamaan nilai dan kepercayaan.

Perasaan ingin diterima itu sangat kuat, hingga kita bahkan rela melakukan hal-hal gila. Termasuk di dalamnya adalah mengeluarkan uang untuk mendapatkan perasaan diterima itu. 

Setelah memahami bagaimana manusia memiliki kebutuhan untuk diterima, maka kita dapat beranjak ke sebuah perusahaan atau bisnis. 

Sebuah perusahaan mungkin akan menarik, meskipun perusahaan tersebut hanya sibuk membicarakan berbagai produk yang mereka hasilkan dan hanya berfokus untuk meningkatkan produk itu. 

Persoalannya, perusahaan semacam itu tidak benar-benar menumbuhkan perasaan diterima. 

Sebaliknya, perusahaan yang mampu dengan jelas mengungkapkan alasannya, menjelaskan apa yang mereka percaya pada gilirannya akan membuat kita—para konsumennya—turut mempercayai apa yang dipercaya oleh perusahaan tersebut. 

Saat kita sudah percaya kepada produk dan perusahaan tersebut, maka kemudian akan muncul kerelaan dari kita untuk memasukkan produk-produk dari perusahaan tersebut menjadi bagian dari gaya hidup kita. 

Hal itu terjadi bukan karena perusahaan dan produk-produknya lebih baik, tetapi karena keduanya, yaitu perusahaan dan produk, termasuk logonya menjadi penanda dari nilai-nilai yang kita percaya. 

Produk dari perusahaan tersebut membuat kita merasa menjadi bagian dari satu hal, serta membuat kita merasa diterima. Setelah itu, dari saling percaya di antara perusahaan dan konsumen, kemudian dengan sesama konsumen akan muncul perasaan persaudaraan. Setelah hal ini tercipta, maka membeli produk dari satu perusahaan bukanlah sesuatu hal yang berat untuk dilakukan, meskipun kualitasnya mungkin tidak baik dan harganya mahal. 

Contoh dari peristiwa ini adalah komunitas-komunitas pengendara satu jenis merk atau mobil atau motor tertentu. Fans Club semacam ini adalah upaya mandiri dari para konsumen tanpa ada campur tangan dari perusahaan pembuat produk tersebut. 

Para anggota fans club tersebut membuat perkumpulan bukan semata karena kecintaan pada satu produk. Namun, mereka berkumpul agar dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan sama.

Bahkan, keputusan para anggota klub itu tidak berkaitan dengan produk atau perusaan, tetapi keputusan itu diambil karena alasan-alasan yang berkaitan dengan diri dan kepentingan para pelanggan itu sendiri. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: