Kiat: Bagaimana Caranya Agar Kita Didengar?

Saat ini di sekitar kita, di televisi, di media sosial, dan di tempat-tempat lain seringkali kita melihat dan mendengar perdebatan. Tak jarang, kita pun turut serta dalam perdebatan tersebut.

Perdebatan sesungguhnya adalah bentuk lain dari perbincangan. Tujuannya adalah membuat lawan bicara mengerti hal yang kita sampaikan, memengaruhi, atau memberikan informasi kepada orang lain.

Sayangnya, kini sangat sulit melakukan perbincangan yang membuat orang lain paham, mengerti, dan mampu memengaruhi. Stephen Covey menyinggung persoalan ini dengan mengatakan bahwa kini kita mendengar bukan untuk mengerti, tetapi untuk menjawab.

Masalah kian rumit karena keinginan pertama kita saat berbicara, berbincang, atau berdebat adalah untuk membuktikan bahwa kita benar. Keinginan ini berasal dari kehendak kita untuk dipahami dan dihargai.

Menjadi yang paling benar adalah awal mula dari keinginan untuk menonjolkan diri sendiri. Hal itu juga sekaligus menjadi titik permulaan terjadinya perdebatan, tidak didengar, dan pertengkaran.

Kondisi akan berbeda jika kita menyadari bahwa tidak selamanya kita selalu benar. Seringkali, bahkan, pendapat kita keliru. Jika kita menunjukkan kepada orang lain bahwa tak selamanya kita benar dan bisa keliru, maka orang lain cenderung untuk mendengarkan dan mempertimbangkan sudut pandang kita.

Keinginan untuk selalu merasa benar dibanding orang lain akan menempatkan kita dan lawan bicara untuk berada dalam mode pertahanan, saling menyerang, dan tidak ingin mengalah.

Sebaliknya, kerendahan hati akan menghindarkan kita dari semua tindakan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: