Refleksi: Minggu Pertama Mei 2018 dalam Status Facebook

Berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar sering saya komentari di Facebook melalui status.

Sepanjang Minggu Pertama Mei 2018 ini banyak peristiwa yang menarik dan berikut ini kumpulan status tersebut.

+++

Setelah intimidasi Ibu dan Anaknya di ajang car free day.

Seorang Ibu memiliki posisi yang sangat penting dan istimewa bagi kehidupan seseorang.

Dialah pembawa, pengantar, dan perawat kehidupan.

Karena itu, di kereta mereka diistimewakan, ada kursi khusus untuk Ibu dan anaknya. Mereka juga diberi tempat duduk oleh para pria dan mereka yang lebih muda.

Begitulah seharusnya manusia memperlakukan seorang ibu.

+++

Setelah Menonton ‘Avengers: Infinity War’

Betulkah Upaya Thanos untuk Mengurangi Separuh Populasi Manusia?

Populasi manusia saat ini sebenarnya sudah membutuhkan 1,5 kali Bumi.

Populasi yang berlebih menyebabkan berbagai krisis, bencana, dan seringkali memicu perang.

Hal itu terjadi karena rebutan sumber daya untuk mendukung eksistensi satu kelompok.

Jika populasi terus bertambah, maka carrying capacity atau daya dukung Bumi tidak akan mampu lagi menyokong keperluan manusia.

Selain itu, assimilative capacity atau kemampuan alam untuk membersihkan dirinya sendiri dari berbagai polusi juga tidak akan efektif.

Jadi, betulkah upaya Thanos untuk memusnahkan separuh populasi?

+++

Pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei

Ki Hajar Dewantara bersemboyan, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” – Di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang memberikan dorongan.

Kalau sekarang perlu juga mempertanyakan,
Teladan yang seperti apa? Karena banyak pemimpin di depan yang gagal memberikan teladan.
Semangat yang bagaimana yang akan dibangun? Karena banyak yang di tengah tapi justru memecah belah.
Terakhir dorongan ke arah mana? Karena tidak jarang mereka yang di belakang malah menjlomprongkan!

Selamat #HariPendidikanNasional!

Menjomplongkrang itu Bhs Indonesianya apa ya? Menyesatkan atau menjerumuskan mungkin ya?

+++

Di Stasiun Kereta Pada Sebuah Pagi

Di stasiun kereta saya sekelebat mendengar pembicaraan ibu dan anaknya.

“Mah, kapan kita jalan-jalan?”

Ibunya pun menjawab dengan agak ketus, “Jalan-jalan melulu yang dipikirin!”

Dalam hati saya bingung, lha memangnya anak kecil suruh mikir negara?

Pikiran anak kecil itu ya jalan, main, makan, minum, kemudian muter balik lagi ke jalan dan begitu terus sampai orang tua pusing.

Anak-anak saya juga begitu, tanya kapan naik odong-odong, minta jalan naik mobil, minta mandi bola, minta makan donut, minta berenang dan lainnya.

Sayangnya, sekarang ini fasilitas rekreasi gratis seperti car free day juga sulit dinikmati anak-anak karena bisa-bisa mereka diintimidasi oleh orang yang lebih dewasa.

Sepertinya kita semua memang perlu lebih banyak piknik biar anak-anak seneng dan orang tua tidak senewen!

+++

Setelah Debat Pilkada Provinsi Jawa Tengah dan Isu Lingkungan

Meskipun Mas Ganjar memesona dan Mas Dirman memikat, tetapi bagi saya keduanya dan isu-isu yang dibahas terasa jauh.

Biarpun akar saya di Jawa Tengah, tetapi karena jarak, maka keduanya dan janji-janji mereka tak bisa membuat saya kepincut.

Begitulah otak kita bekerja dalam mencerna informasi.

Kita lebih tertarik pada isu yang dekat dan berkaitan langsung dengan keseharian, seperti jadwal kereta yang kepagian.

Kita juga lebih tertarik pada isu seksi yang menyinggung perasaan semacam meninggalnya dua anak di Monas atau intimidasi di car free day.

Hal ini yang menyulitkan teman-teman aktivis atau warga terdampak industri semen di Kendeng, misalnya, untuk menjadikan persoalan mereka viral dan menjadi perhatian kita.

Dengan mengetahui pola komunikasi dan bagaimana otak mencerna informasi, maka semoga isu-isu lingkungan dan persoalan yang dihadapi warga terdampak bisa dikomunikasikan dengan lebih baik lagi untuk meraih kepedulian publik yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: