Kiat: Ketika Perusahaan Menjadi Komoditas

Setiap perusahaan berusaha untuk terlihat berbeda dengan kompetitornya. Cara yang ditempuh biasanya adalah dengan membuat inovasi pada produk yang dihasilkan agar berbeda.

Sayangnya, tindakan tersebut membuat perusahaan tersebut sebagai komoditas.

Pada perusahaan susu, misalnya. Mereka akan membuat variasi produk agar berbeda-beda.

Padahal sesungguhnya hanya para ahli yang mengetahui perbedaan tersebut. Sementara bagi masyarakat awam dan calon konsumen, perusahaan tersebut sekadar pemroduksi susu.

Namun, itulah yang terjadi dan menjadi pilihan tindakan di berbagai perusahaan dan industri. Perbedaan-perbedaan kecil itu seringkali kita lihat pada produk-produk dan layanan yang dihasilkan.

Jika kita kembali ke konsep The Golden Circle, maka apa yang dilakukan perusahaan semacam itu adalah sekadar fokus pada apa (what) dan bagaimana (how) sebuah produk dihasilkan. Satu bagian yang penting dan mendasar, yaitu kenapa (why) justru diabaikan.

Semakin mirip sebuah perusahaan dengan yang lain, artinya semakin mirip sebagai komoditas. Kondisi ini kemudian memicu perusahaan-perusahaan ini untuk lebih fokus lagi kepada what dan how. Pada akhirnya, produk, perbedaan, dan perbedaan yang lain lagi ditawarkan seperti lingkaran setan yang tak kenal henti.

Perusahaan seperti itu akan mengalami kekhawatiran. Setiap hari, para pemilik dan tim kreatifnya mengalami tantangan bagaimana caranya agar berbeda dengan yang lain.

Kondisi berbeda terjadi pada perusahaan yang memiliki kejelasan ‘why’.

Pada tipe perusahaan yang kedua ini, tidak ada kekhawatiran jika ada kemiripan dengan kompetitor. Mereka tidak sibuk meyakinkan orang lain, siapa dan apa nilai-nilai yang mereka anut dan jual.

Pendek kata, mereka tidak memerlukan sistem kompleks berupa variasi produk, diskon, potongan harga dan mekanisme lainnya yang mampu menarik perhatian konsumen.

Cara yang mereka tempuh adalah dengan berbeda sejak dari niat, sejak dari alasan, sejak dari why. Selanjutnya, mereka mencerminkan alasan dan tujuan itu dalam setiap barang yang dihasilkan.

Dengan begitu, konsumen akan melihat perbedaan itu dengan jelas dan mereka setia menanti produk-produk apa lagi yang berbeda dari perusahaan yang istimewa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: