Kiat: 17 Saran untuk Menulis Siaran Pers dan Opini dari Gantyo Koespradono

Siapa itu Gantyo Koespradono?
Gantyo Koespradono (gantyo.com)

Gantyo Koespradono adalah mantan wartawan Media Indonesia, penulis dan dosen jurnalistik di IISIP Jakarta. Beberapa waktu yang lalu, Pak Gantyo berkenan membagikan keahliannya dalam menulis siaran pers dan opini. Berikut ini, Anda dapat membaca catatan saya saat mengikuti kelas Pak Gantyo.

Menuliskan Siaran Pers

1. Kenapa perlu menulis?
Dengan menulis, maka hasil tulisan itu bisa dibaca oleh ribuan orang dan abadi/tidak lekang oleh zaman seperti sekadar omongan.

2. Bagaimana Siaran Pers yang baik?
Jika siaran pers tersebut dimuat oleh media apa adanya tanpa mengalami proses editing yang banyak.

3. Fungsi Siaran Pers
Pencarian informasi, mendapatkan perspektif yang tidak bias dan menyebabkan erosi fakta, sebagai sumber berita resmi, perlu disampaikan dengan cepat untuk menghindari hoaks, dan memperkaya informasi.

4. Format dan Gaya Bahasa
Komunikatif, singkat, jelas, padat, sederhana (tidak berbelit-belit), gunakan bahasa jurnalistik (sederhana, tepat, tidak bertele-tele), hormati Bahasa Indonesia (logika dan istilah).

5. Strategi untuk Menarik Perhatian
Aktual (berikan informasi paling baru), orientasi untuk kepentingan publik (bukan kantor/atasan), letakkan sesuatu yang penting/menarik di atas (sebagai lead), tidak terlalu promotif, perkaya dengan data, hindari istilah-istilah asing.

6. Agar Siaran Pers Efisien dan Efektif
Singkat, jelas (tidak multitafsir), padat (singkirkan kata yang tidak perlu), komunikatif, demokratis (bebas, tidak takut, tidak pakai gelar, beliau, bapak/ibu), logis, efektif, efisien, dan tidak boros kata.

7. Pembuka (lead)
Who dibuka dengan unsur siapa, jika siapa tersebut menarik dan menimbulkan keingintahuan publik. What (unsur apa yang manarik), When, Where, Why (jawaban atas pertanyaan mengapa), dan How. Semua unsur ini haruslah menarik dan memantik keingintahuan publik. Jika ada beberapa unsur yang menarik, maka terserah penulis bagaimana mengurutkannya.

Menuliskan Opini

8. Kenapa perlu menulis opini?
Menjadi agen-agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat terhadap isu-isu aktual yang menimbulkan perhatian publik.

9. Syarat Opini (secara umum)
Baru (aktual), penting untuk khalayak, menarik, berkecenderungan/berdampak. Sesuai dengan selera media di mana kita mengirimkan Opini tersebut.

10. Bagaimana menjadi Penulis Opini?
Atribusi (siapakah Anda? Bisa jabatan atau latar belakang pendidikan), kompetensi yang dimiliki, kepentingan apa yang dibawa.

11. Perlu Diperhatikan saat Menulis Opini
Newspeg (sesuatu yang sedang viral), menyangkut kepentingan publik, kenali kebiasaan media, ikuti standard bahasa yang baik dan benar.

12. Etika Saat Menulis Opini
Hindari SARA, hindari celah gugatan, orisinil (bukan plagiat/meniru). Hati-hati dengan kata sifat yang menuju/mengarah kepada seseorang (gendut/kurus dll), ada fakta dan argumentasi yang disajikan.

Penulis yang baik adalah mereka yang bisa menunjukkan satu hal (show) dan bukan memberi tahu (tell). Oleh karena itu perlu dilengkapi dengan data dan fakta.

Tidak memojokkan orang atau golongan tertentu

13. Karya yang tidak layak
Tidak aktual, jadul, bertele-tele, emosional, dampak terlalu lokal, tidak argumentatif, topik tidak jelas, terlalu ilmiah.

Satu tulisan yang baik adalah jika mudah dimengerti dari anak SD hingga Profesor.

Tulisan tersebut terlalu dangkal, seperti pidato/makalah, referensi tidak jelas, terlalu banyak kutipan, subyektif (seharusnya obyektif), tidak sistematis, tidak mencerahkan publik, individual, terlalu datar, kalimat panjang lebar.

14. Jenis-jenis lead sebagai pembuka tulisan
Menarik minat, penggugah, pengundang, pembantu, perantara, dst….

Selain itu, ada pula jenis lead, yaitu konklusi (kesimpulan), pertanyaan, kontradiksi, kutipan, bertutur, flashback.

15. Etika menulis di Media Massa
Lakukan secara profesional dengan menghindari plagiat, bohong, fitnah, sadistis, cabul, prasangka, diskriminasi, dan kehidupan pribadi.

16. Bagaimana jika Opini kita ditolak?
Kirim ke media yang lain atau jadikan status Facebook, tulisan di Blog.

17. Saran
Pak Gantyo menyarankan agar terus menulis di mana saja. Beberapa situs yang bisa dicoba misalnya dengan membuat blog pribadi atau di Selasar.

Sumber gambar feature dari Pexels.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: