Penanggulangan Bencana: Mitigasi Bencana di Sektor Industri dengan GIS

Ada dua berita yang menjadi perhatian warga Jakarta terkait dengan potensi tsunami dan gempabumi. Pertama adalah potensi tsunami yang disampaikan oleh BPPT di Pandeglang setinggi 57 meter. Kedua adalah potensi gempa dengan magnitudo 8,7 selepas Sarasehan Ikatan Alumni Meteorologi dan Geofisika yang bertempat di Kantor BMKG.

Kedua berita tersebut sejatinya lebih menekankan pesan akan pentingnya upaya mitigasi bencana untuk menghadapi potensi gempa dan tsunami di selatan Jawa. Dalam rilis pers-nya, BMKG menekankan bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi dengan tepat di mana, kapan, dan seberapa besar kekuatan gempa tersebut . BMKG menyarankan perlu adanya upaya mitigasi yang tepat dan menyiapkan langkah-langkah konkrit yang perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian sosial ekonomi.

Kerentanan Industri dan Bisnis

Potensi gempabumi dan tsunami di zona megathrust selatan Jawa Barat dan Banten tidak hanya memberikan kesadaran akan pentingnya mitigasi dan cara penyelamatan. Lebih dari itu, pengenalan potensi dua jenis bencana ini memberikan kesadaran kepada kita akan pentingnya mengenali keterpaparan dan penyiapan berbagai hal untuk menghadapai gempabumi dengan magnitudo 8,7 atau tsunami 57 meter tersebut.

Mengingat wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jakarta adalah pusat pertumbuhan, maka di sinilah pusat berbagai industri dan bisnis. Kedua hal tersebut tentu akan mengalami dampak yang cukup signifikan jika gempabumi dan tsunami benar-benar terjadi. Oleh sebab itu, maka langkah-langkah mitigasi dan persiapan, serta pengurangan risiko bencana harus dilakukan.

Ada tiga hal penting dalam bisnis dan industri yang perlu diperhatikan karena rawan terganggu jika bencana terjadi, yaitu aset, akses, dan aktivitas.

Pertama adalah aset. Ini adalah salah satu modal industri yang sangat penting untuk keberlanjutan industri ke depannya. Gangguan pada aset karena bencana bisa berarti berhentinya proses produksi dan sangat merugikan industri tersebut di masa yang akan datang. Aset dapat berupa lahan, gedung, dan mesin-mesin untuk menghasilkan produk.

Kedua adalah akses. Contoh gangguan pada akses ini adalah pada saat terjadi banjir di Jakarta, maka kendati aset industri dan bisnis masih berdiri kokoh dan relatif aman dari bencana, namun para pekerja terhalang aksesnya ke lokasi. Kondisi ini kemudian menyebabkan gangguan ketiga pada bisnis dan industri.

Ketiga adalah aktivitas produksi dan bisnis yang terganggu. Gabungan gangguan pada aset dan akses menyebabkan aktivitas usaha terhenti. Manakala satu jenis bencana melanda dan salah satu atau kedua faktor, yaitu aset dan akses terkena dampaknya, maka kegiatan bisnis dan industri akan mengalami gangguan.

Menghindarkan Gangguan Akibat Bencana pada Industri dan Bisnis

Cara terbaik untuk menghindari gangguan pada industri dan bisnis akibat satu peristiwa bencana adalah dengan memiliki rencana sebelum bencana tersebut melanda. Pada saat krisis, maka waktu dan pikiran yang jernih menjadi barang yang langka karena biasanya terjadi kepanikan.

Oleh sebab itu, maka rencana kontijensi yang menjabarkan siapa melakukan apa pada saat krisis menjadi langkah yang sangat penting untuk disiapkan terlebih dahulu. Industri dan bisnis perlu menyiapkan berbagai instrumen sebelum terjadinya bencana. Persiapan-persiapan tersebut diharapkan dapat membantu industri dan bisnis untuk menghadapi bencana, mengurangi kerugian, melanjutkan keberlanjutan bisnis, dan cepat pulih kembali setelah terjadinya gangguan.

Persiapan yang dapat dilakukan meliputi rencana tanggap darurat bencana, asuransi, dan pelatihan kepada para pegawai mengenai pertolongan pertama pada kondisi darurat dan prosedur evakuasi. Sebagai contoh, negara bagian Queensland di Australia di situs ‘Business Queensland’ memberikan daftar isian (check list) persiapan bagi industri dan bisnis untuk menghadapi berbagai bencana. Daftar isian ini sangat lengkap dan mudah diisi karena hanya perlu membubuhkan ‘yes’ atau ‘no’.

Misalnya pada daftar isian untuk menghadapi banjir, beberapa contoh pertanyaannya adalah: 1) Sudah adakah tempat yang bebas dari banjir untuk menyimpan sampah dan bahan kimia berbahaya? 2) Sudah tersediakah tempat yang aman dari banjir untuk menyimpan komputer dan peralatan elektronik lainnya? 3) Sudahkah Anda mengidentifikasi daerah rawan tergenang dan ketinggian banjir?

Daftar isian tersebut masih panjang dan mencakup berbagai pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan infrastruktur, asuransi, dan rencana keberlanjutan bisnis. Para pemilik bisnis juga disarankan membaca atau mengetahui isu-isu menyangkut upaya membangun ketangguhan, teknologi untuk pengelolaan risiko, rencana tanggap darurat, hingga rencana pemulihan agar bisnis dan industri dapat kembali pulih dengan cepat.

GIS untuk Kesiapsiagaan Industri dan Bisnis

Kendati teknologi tidak mampu menghalangi terjadinya bencana, tetapi kemajuan teknologi mampu mendukung upaya kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Salah satu kemajuan teknologi tersebut adalah Geographic Information System (GIS), sebuah sistem pengelolaan data spasial yang telah dipergunakan di berbagai bidang kehidupan secara luas, termasuk untuk mendukung upaya penanggulangan bencana. GIS berperan sangat penting pada masa kesiapsiagaan dan membantu meningkatkan ketangguhan masyarakat untuk menghadapi bencana.

Menurut situs Govtech, peran GIS dalam pengurangan risiko bencana dapat dijabarkan sebagai berikut:

Pertama GIS penting untuk memahami risiko bencana. Dengan memetakan dan menganalisis ancaman bencana di lokasi sekitar kita, maka dapat ditentukan tingkat risikonya. Upaya kesiapsiagaan tentu perlu difokuskan pada lokasi yang paling berisiko jika bencana terjadi. Bagi masyarakat, kalangan usaha/industri, dan bisnis pengetahuan mengenai risiko juga penting untuk melakukan berbagai persiapan yang lebih baik menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Peran GIS kedua adalah mendukung penentuan jalur dan zona evakuasi. Dalam menentukan dua hal tersebut hendaknya memerhatikan risiko bencana dan juga kearifan lokal. Informasi mengenai jalur dan zona evakuasi kemudian harus disebarluaskan dan diperbaharuai sesuai dengan perkembangan dan pengetahuan baru mengenai ancaman bencana.

Dengan adanya informasi jalur dan zona evakuasi, maka pada saat bencana terjadi masyarakat, industri, dan dunia usaha sudah memahami ke mana dan harus melakukan apa. Mereka bahkan bisa membangun dan mengembangkan sendiri rencana evakuasi yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing tempat.

Ketiga, GIS membantu masyarakat, industri, dan dunia usaha untuk mengelola berbagai data yang sudah ada dan perlu diperbarui manakala bencana terjadi. Data umum semacam ruas jalan, sungai, lokasi permukiman, dan titik evakuasi perlu digabungkan dengan data khusus seperti curah hujan, prediksi cuaca, hingga tinggi genangan.

Data yang telah terkumpul kemudian dapat digabungkan, dianalisis, disajikan, dan disebarluaksan dengan dukungan dari teknologi GIS. Aktivitas untuk menumpangsusunkan (overlay) beberapa data ini juga penting untuk menentukan alternatif ketika bencana terjadi. Sebagai contoh adalah penentuan alternatif rute evakuasi atau distribusi logistik.

Peran keempat GIS adalah untuk memetakan aset dan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Contoh pemetaan sumber daya ini di antaranya adalah lokasi logistik, lokasi tenda pengungsian, obat-obatan, dan pangan.

Informasi mengenai lokasi aset dan sumber daya ini penting dilakukan untuk membantu pihak yang ingin memberikan bantuan dan juga masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dengan tersedianya informasi ini, maka kedua belah pihak dapat bertemu dan bantuan dapat disalurkan secara lebih baik, serta kebutuhan masyarakat dapat tercukupi.

Secara keseluruhan, GIS menyediakan informasi ‘di mana’ kepada pihak-pihak yang berkepentingan mulai dari pemerintah, NGO, hingga masyarakat. Mereka memerlukan informasi tersebut untuk menentukan keputusan dan mengambil tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa dan properti.

Beberapa Aplikasi GIS untuk Penanggulangan Bencana

Melihat peran GIS untuk pengurangan risiko bencana dan upaya mitigasinya, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan beberapa aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan bisnis. Aplikasi-aplikasi tersebut adalah sebagai berikut:

InaRISK ini adalah aplikasi yang memberikan informasi mengenai risiko bencana di lokasi pengguna berada. Aplikasi ini dapat diunduh dari Google Play dan diinstal di telepon genggam pengguna. Selain memberikan informasi mengenai risiko bencana di tempat pengguna berdiri, InaRISK juga menyajikan upaya apa yang harus dilakukan menghadapi bencana tersebut.

InAWARE adalah aplikasi yang memberikan kesadaran situasional kepada pengguna dengan kemampuan untuk menyajikan berbagai data dari beragam institusi di dalam dan luar negeri. Sistem ini mendukung para pengambil keputusan untuk menentukan tindakan secara cepat dan tepat.

InaSAFE adalah aplikasi yang mendukung para pelaku penanggulangan bencana untuk menghitung dampak bencana. Dalam hal ini, dampak yang dimaksud adalah kependudukan (demografi) dan infrastruktur seperti bangunan terdampak dan jalan yang berisiko terkena bencana. Hasil yang didapatkan adalah data demografi dan infrastruktur terdampak yang akan sangat membantu para pelaku penanggulangan bencana untuk mendistribusikan sumber daya dan bantuan.

Petabencana.id adalah situs yang mengumpulkan informasi banjir dari pengguna media sosial dan kemudian menyajikannya ke dalam peta interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Dengan informasi ini, maka pengguna dapat berkontribusi untuk memberikan informasi dan mendapatkan informasi lokasi yang tergenang dan kering. Aplikasi ini dikembangkan dengan memerhatikan fakta bahwa media sosial dapat menjadi sumber informasi untuk menentukan operasi penyelamatan, dampak bencana, serta area yang aman dari bencana.

Tulisan ini sebagai pemanasan kegiatan Talkshow Tanggap Bencana dengan tema: Efektivitas Pemanfaatan Teknologi Geospasial untuk Penanggulangan Bencana.

Talkshow Tanggap Bencana
Talkshow Tanggap Bencana

Feature Photo by David McBee from Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: