Pelatihan: Infografis untuk Diseminasi Data dan Informasi Bencana

Penanggulangan bencana seringkali melibatkan berbagai data. Contoh data tersebut adalah laporan dari lokasi bencana mengenai kronologis kejadian bencana, dampak, hingga informasi upaya penanganan yang sudah dilakukan.

Dikarenakan oleh sifat bencana dan kondisi pada saat krisis yang sangat dinamis, maka laporan-laporan tersebut menjadi berlipat ganda jumlahnya. Tak jarang, laporan dari lokasi bencana dikirimkan tiap enam jam.

Melihat fakta tersebut, tentu saja akan sangat merepotkan bagi para pengambil keputusan jika setiap enam jam harus membaca laporan. Di samping itu, laporan ini juga sulit dibagikan untuk masyarakat luas melalui media, baik cetak, elektronik, atau sosial media.

Melihat tantangan tersebut, maka infografis dapat digunakan untuk membantu para pemangku kepentingan dan pengambil keputusan untuk penanggulangan bencana yang lebih baik.

Tulisan ini akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan, seperti kenapa infografis penting untuk menyebarluaskan data dan informasi bencana, siapa pemroduksi dan penggunanya, hingga bagaimana prosedur untuk menghasilkan satu buah infografis?

Narasumber untuk tulisan ini adalah Budi Assaudi, desainer grafis di Pusat Data, Informasi, dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Salah satu contoh infografis yang dihasilkannya adalah seperti gambar di atas. Infografis tersebut menjadi bagian dari laporan kepada Presiden Jokowi dan dimuat di Kompas.

1. Kenapa infografis efektif untuk menyebarluaskan data dan informasi bencana?

Infografis berisi informasi-informasi pilihan dan penting dari sekumpulan data bencana. Selanjutnya, informasi tersebut disusun sedemikian rupa agar mudah dipahami dan disajikan dalam satu halaman saja.

Informasi penting yang dimaksud di antaranya adalah: informasi waktu dan lokasi kejadian bencana, seringkali disertakan juga peta lokasi untuk membantu pengguna memahami perkiraan lokasi terjadinya bencana.

Selain itu, infografis juga memuat data yang berkaitan dengan kejadian bancana itu sendiri. Contohnya data dampak, kerusakan, kebutuhan mendesak, hingga upaya yang telah dilakukan oleh institusi yang berwenang dan relawan.

Formatnya yang ringkas, yaitu hanya dalam satu halaman dan tidak berlembar-lembar memberikan beberapa keuntungan. Pertama, infografis mudah dipahami oleh para pengambil keputusan, aparat terkait, hingga masyarakat luas. Kedua, infografis mudah dibagi-bagikan (share) dengan masyarakat melalui berbagai sarana seperti sosial media atau grup percakapan.

Keuntungan ketiga adalah karena adanya berbagai kemudahan tersebut, maka dimungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

2. Siapa yang dapat memproduksi infografis?

Siapa saja dapat membuat infografis, mulai dari perorangan, organisasi, hingga instansi. Akan lebih baik bila ada identitas yang jelas dan nomor kontak pembuat atau instansi pemroduksi infografis sebagai bentuk pertanggungjawaban infografis yang dibuat.

3. Siapa yang dapat memanfaatkan infografis?

Siapa saja yang berkepentingan dengan isu yang diangkat, dalam hal ini kebencanaan, dapat memanfaatkan infografis yang dibuat. Pihak-pihak tersebut dapat dari institusi pemerintahan, dunia usaha, masyarakat, hingga media.

4. Bagaimana proses atau prosedur untuk menghasilkan infografis bagi penyebarluasan data dan informasi bencana?

Data yang digunakan untuk infografis berawal dari laporan yang dikirimkan dari lokasi bencana mengenai kejadian suatu bencana. Laporan ini kemudian akan dikirimkan secara berjenjang di berbagai tingkat, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga di tingkat nasional.

Sepanjang perjalanannya, data tersebut akan diolah, disusun, hingga diverifikasi. Data yang sudah melalui proses verifikasi inilah yang menjadi dasar infografis yang dibuat.

5. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan infografis untuk menyebarluaskan data dan informasi bencana?

Petunjuk pembuatan infografis
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat membuat infografis untuk kebencanaan (Budi Assaudi)

Beberapa hal berikut ini perlu dipertimbangkan dalam pembuatan infografis.

a. Kontras

Misi utama penentuan kontras adalah agar tulisan atau informasi mudah dibaca. Oleh karena itu perlu kehati-hatian pada saat menentukan warna, baik itu untuk latar belakang, huruf, dan obyek agar tidak saling menutupi.

b. Alignment

Bagian ini berkaitan dengan tata letak, mulai dari obyek yang ingin ditampilkan, hingga tulisan. Sebagai contoh, jarak antara judul dengan sub judul dan kotak (box) tidak saling bertumpukan atau bersinggungan.

c. Simple

Infografis yang baik hanya menampilkan poin-poin penting dari sebuah data atau informasi bencana. Perlu dihindari berbagai informasi yang kurang penting dan sangat kompleks.

d. Hirarki

Bagian ini berkaitan dengan ukuran. Contohnya judul infografis hendaknya lebih besar dibanding sub-judul; sub judul lebih besar dari isi tulisan di dalam box, dan seterusnya.

Jika semua prinsip tersebut dapat diterapkan, maka infografis akan lebih mudah disusun, dipahami, dan disebarluaskan.

6. Apa saja manfaat infografis data dan informasi bencana?

Dalam jangka pendek, infografis bermanfaat sebagai sumber informasi bagi masyarakat agar mengetahui situasi bencana yang terjadi. Di masa ini, infografis juga dapat menjadi modal bagi pemimpin dan pengambil kebijakan untuk membuat suatu keputusan secara cepat dan tepat.

Dalam jangka panjang, infografis dapat membantu untuk menurunkan indeks risiko bencana karena dapat berfungsi sebagai media pembelajaran bagi siapa saja yang terlibat upaya penanganan bencana.

7. Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan infografis untuk menyebarluaskan data dan informasi bencana?

Kelebihannya lebih menarik dan ringkas dibandingkan dengan laporan biasa, sehingga dapat cepat dan mudah dipahami oleh pembaca.

Kekurangannya jika laporan yang berisi data dan informasi yang ingin disajikan sangat banyak, maka terkadang ada informasi yang terlewat atau dikorbankan.

8. Apa program computer (software) untuk membuat infografis?

Banyak program computer yang dapat dimanfaatkan untuk membuat infografis seperti Adobe Ilustrator, Corel Draw, hingga yang sederhana seperti Microsoft Power Point.

Akhirnya, selamat berkreasi menggunakan infografis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: