Kiat: Beberapa Hal yang Dibutuhkan Konsumen

Kenapa perusahaan atau industri yang sangat membutuhkan keberadaan konsumen justru tidak memerhatikan konsumennya dengan baik?

Bagaimana seharusnya perlakuan perusahaan atau industri kepada konsumennya?

Uraian berikut ini dapat menjelaskan konteks persoalan dan saran bagi industri yang ingin meningkatkan hubungan baiknya dengan konsumen.

Industri yang menjadi contoh di tulisan ini adalah industri penerbangan.

Di suatu pagi, saya naik sebuah maskapai dari Banda Aceh ke Medan. Setelah menaruh tas di kompartmen di atas, kemudian saya duduk. Tak lama kemudian, terdengar pengumuman agar jangan memasang sabuk pengaman karena sedang dilakukan proses pengisian BBM.

Dengan patuh, saya pun hanya duduk dan tidak mengenakan sabuk pengaman. Sekian lama saya tunggu, sambil bertanya-tanya, kapan pengisian BBM selesai?

Informasi selesainya pengisian bahan bakar tersebut sangat penting, karena menjadi penanda dipakainya kembali sabuk pengaman. Itu juga menjadi tanda persiapan keberangkatan pesawat.

Namun, informasi yang saya tunggu tersebut tidak kunjung terdengar. Justru yang kemudian disampaikan adalah informasi bahwa pesawat akan segera tinggal landas.

Setelah mendarat di Medan, sekali lagi terjadi kesimpangsiuran informasi karena pengumuman yang tidak jelas.

Pada mulanya, penumpang yang akan transit diminta untuk turun dan kemudian menunggu di ruang tunggu. Namun, tak lama kemudian terjadi perubahan.

Kembali muncul pengumuman bahwa Penumpang tak perlu lagi turun dan diminta tetap duduk di pesawat.

Perubahan perintah yang mendadak tersebut dilakukan begitu saja tanpa ada permohonan maaf.

Dari serangkaian kejadian tersebut, saya kira ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, sebuah pengumuman harus jelas dan lengkap. Saat diinformasikan sedang dilakukan pengisian BBM, maka sebaiknya juga disampaikan informasi selesainya proses tersebut. Dengan penyampaian informasi yang lengkap, maka penumpang tak menunggu tanpa ketidakpastian.

Kedua, jika terjadi kekeliruan atau koreksi dalam sebuah pengumuman, maka perlu disampaikan permintaan maaf. Tindakan sederhana ini penting sebagai bentuk penghargaan kepada penumpang dan secara tidak langsung pengakuan akan kesalahan karena menyebabkan kebingungan penumpang.

Kondisi yang berbeda menyangkut perlakuan pada konsumen saya temukan di Bandara Kualanamu.

Di Bandara tersebut, cleaning service yang berjaga di toilet patut dipuji.

Ketika akan masuk, mereka menyambut dengan senyuman. Tas jinjing yang saya bawa diterima kemudian diletakkan di samping tempat cuci tangan.

Bahkan, saat kencing, petugas kebersihan itu mau repot-repot mengambilkan tissue. Setelah panggilan alam selesai dan berjalan keluar dari toilet, kembali saya mendapatkan senyuman.

Dalam hemat saya, apa yang dilakukan petugas kebersihan itu patut mendapatkan pujian. Dia bekerja tanpa banyak kata, tapi bermakna dan benar-benar menjawab kebutuhan konsumen.

Langkah efektif agar produsen disukai oleh konsumen.

Dari ilustrasi di atas, kita dapat mengambil kesimpulan. Terkadang, konsumen membutuhkan informasi yang jelas dan juga permohonan maaf.

Namun, seringkali konsumen hanya memerlukan tindakan sederhana seperti senyuman dan aksi tanpa banyak sensasi.

Dalam melakukan hal itu, industri atau perusahaan hanya perlu menempatkan diri mereka di posisi konsumen dan mencoba memenuhi kebutuhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: