Refleksi: 15 Kutipan dari Stephen Hawking untuk Hidup Anda

Apa saja kutipan dari Stephen Hawking yang bermanfaat untuk kita?
Mendiang Stephen Hawking di Gonville & Caius College, Cambridge (Flickr).

Stephen Hawking telah meninggalkan kita hari Rabu 14 Maret 2018 yang lalu dalam usia 76 tahun. Ilmuwan yang ‘terpasung’ di kursi rodanya itu, ternyata tak hanya meninggalkan temuan-temuan ilmiah. Peninggalannya juga meliputi kebijaksanaan yang barangkali bermanfaat bagi kita untuk menjalani kehidupan.

Berikut ini 15 kutipan dari Hawking yang mungkin berguna untuk hidup saya, Anda, kita….

1. Saya hanyalah anak kecil yang tidak pernah beranjak dewasa. Saya terus bertanya mengenai ‘bagaimana’ dan ‘kenapa’. Kadang-kadang, saya temukan jawaban.

Lihatlah anak kecil, mereka selalu terlihat riang gembira dan jika pun sedih itu tak lama. Mereka gembira karena penasaran, terus mempertanyakan kenapa dan bagaimana satu fenomena bisa terjadi. Meskipun tak selalu menemukan jawaban, itu bukan menjadi persoalan yang besar bagi mereka. Dengan pengakuannya sebagai seorang anak kecil, Hawking pun terus menerus penasaran akan berbagai fenomena semesta dan kemudian sedikit demi sedikit berhasil dijelaskannya kepada dunia.

2. Meskipun hidup tampak begitu sulit, selalu ada hal-hal yang dapat Anda lakukan dan sukses. Ketika ada kehidupan, maka selalu ada harapan.

Para bijak pun berpendapat, setiap kesulitan adalah ujian yang membawa kita ke level yang lebih tinggi manakala berhasil melaluinya dengan baik. Tak jarang, kesuksesan berhasil diraih setelah melalui berbagai kesulitan tersebut. Yang paling penting barangkali adalah jangan sampai kehilangan harapan, sehingga seperti Hawking, kita bisa terus menemukan berbagai jawaban atas berbagai pertanyaan besar kehidupan.

3. Hidup sungguh tragis jika saja ini tidak lucu.

Hawking divonis penyakit yang membuatnya tidak bisa menggerakkan saraf dan harus bergantung kepada alat dan bantuan orang lain, umurnya pun dinyatakan tak akan lama setelah vonis itu. Sungguh satu pengalaman yang tragis bagi manusia. Namun, dia menganggap itu sebagai kelucuan kehidupan yang kemudian dijalaninya dengan sekuat-kuatnya, setegar-tegarnya, dan sebesar-besarnya kehidupan yang bisa ditawarkan seorang anak manusia.

4. Sangat penting bagi Anda untuk terus maju dan tidak menyerah.

Ini adalah wujud nyata dari konsistensi Hawking. Penyakit yang melumpuhkan, keterbatasan gerak, gangguan bicara, dan berbagai keterbatasan lainnya tidak bisa menghentikannya menemukan berbagai jawaban berbagai pertanyaan besar umat manusia. Dia tak menyerah dan justru terus maju melangkah.

5. Satu aturan dasar dari alam semesta adalah tidak ada satu hal pun yang sempurna.

Kesadaran ini menjadikan Hawking menerima kehidupan dengan baik. Dia tahu dirinya tak sempurna, semesta tak sempurna, penjelasan ilmiah pun tak luput dari satu aturan dasar semesta ini. Ketidaksempurnaan itu pula yang menginspirasi dirinya untuk sedikit lebih sempurna.

6. Manakala harapan seseorang diturunkan ke angka terendah atau nol, maka pada titik itulah dia menghargai berbagai hal yang dimiliki.

Seringkali kita mengharapkan berbagai hal yang terkadang terlalu tinggi kepada diri kita sendiri dan orang lain. Seiring harapan yang tinggi itu, maka kesedihan dan penderitaan pun akan berlipat, ketika kenyataan tak sesuai harapan. Hawking berpandangan sebaliknya, bahwa harapan tak perlu terlalu tinggi, bahkan kalau bisa serendah mungkin. Sebab, dengan begitu, maka penghargaan terhadap berbagai hal yang saat ini kita miliki justru menjadi berlipat ganda.

7. Alam semesta terus mengejutkan kita.

Bagi Hawking, mungkin maksudnya alam semesta dalam artian sebenarnya mengenai bintang, gugusan planet, dan luar angkasa. Setiap produk temuannya justru mengejutkan karena mengarah ke berbagai temuan lain yang perlu ditelisik lebih jauh lagi. Bagi kita, mungkin tak perlu serumit temuan Hawking. Kita perlu cukup menyadari bahwa kejutan senantiasa menantang, menunggu, dan menghadang di tikungan kehidupan yang sebentar lagi akan kita lalui.

8. Tidak ada hal yang lebih baik ketimbang membaca dan memperoleh lebih banyak lagi pengetahuan.

Setiap orang sukses ternyata membaca lebih banyak dari orang lain. Sebut saja Warren Buffet yang membaca lima puluh halaman buku setiap harinya, pun para pemimpin dan orang-orang paling kaya dan sukses lainnya. Satu-satunya cara kita memahami satu fenomena adalah dengan belajar. Terkadang kita tidak memiliki guru, tetapi di buku kita bisa menemukan kebijaksanaan, pengetahuan, dan keterampilan yang mungkin bermanfaat untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

9. Pengetahuan adalah kemampuan untuk beradaptasi pada perubahan.

Pengetahuan, kebijaksanaan, dan keterampilan yang kita miliki adalah fondasi yang kokoh manakala terjadi berbagai kejutan dan perubahan dalam kehidupan. Dengan fondasi tersebut, kita tidak kaget dan lebih mudah menyesuaikan diri terhadap kejutan dan perubahan, kemudian berhasil mengatasi dan melewati semua itu seperti peristiwa yang biasa-biasa saja.

10. Orang tak akan punya waktu untuk Anda, jika Anda selalu marah-marah dan mengeluh.

Setiap orang memiliki permasalahan sendiri, pertanyaan sendiri, cobaan sendiri. Mereka sudah cukup disibukkan dengan berbagai hal itu dan sangat masuk akal jika tak punya waktu untuk menerima amarah atau pun berbagai keluhan Anda. Setiap orang sejatinya hanya tertarik pada penyelesaian persoalannya sendiri.

11. Orang yang diam, memiliki pikiran yang paling riuh.

Mereka yang diam justru yang paling perlu didengarkan. Sebab, seringkali mereka memiliki jawaban, jalan keluar, hingga pendapat yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Manakala orang sibuk bersuara tanpa makna, mereka sibuk dan riuh berpikir sendiri di kepalanya. Kemudian ketika mereka menyampaikan gagasannya, maka satu pencerahan pun tercipta.

12. Sebenarnya kita hanyalah monyet-monyet yang lebih maju sedikit dan tinggal di planet kecil dengan bintang yang sederhana. Namun, kita dapat memahami semesta, itulah yang membuat kita sangat spesial.

Ini memberikan kesadaran kepada kita betapa manusia sesungguhnya sangat sederhana. Mereka hanya sedikit lebih baik dari monyet, tinggal di rumah bersama yang kecil, dengan penerang yang tak besar-besar amat. Yang membedakan dan membuat kita unik atau spesial hanyalah sedikit pemahaman semata.

13. Alam semesta tak ada bedanya dengan keberadaan kita, dia bergantung pada kita.

Ini sebenarnya adalah hubungan yang sederhana antara manusia dengan alamnya. Manusia membutuhkan lingkungan untuk memenuhi berbagai keperluannya. Sebenarnya alam tak butuh keberadaan manusia karena tanpa manusia pun lingkungan akan tetap ada. Namun, agar berfungsi dengan baik, maka kelestarian alam sangat bergantung pada kebijaksanaan manusia dalam memanfaatkannya.

14. Saran saya untuk sesama disabilitas adalah berkosentrasilah pada hal-hal yang tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan Anda dan jangan takut pada berbagai gangguan yang mungkin terjadi. Jangan sampai memiliki batasan pada semangat, seperti batasan pada fisik Anda.

Pikiran, semangat, dan harapan Hawking tak terbelenggu seperti fisiknya yang tak bergerak di kursi roda. Gagasannya mengembara dan membumbung tinggi hingga ke semesta luas tak bertepi. Satu kuncinya adalah karena dia membuka pikirannya seperti parasut, sehingga pikiran itu pun bisa bekerja dengan baik.

15. Pekerjaan memberikan Anda arti dan tujuan hidup. Sebab hidup terasa hampa tanpa kerja.

Dalam piramida Maslow yang menjelaskan kebutuhan manusia, maka titik paling tinggi adalah aktualisasi diri. Titik tertinggi ini biasanya dapat dicapai melalui kerja dan karya kita. Ini adalah visi, alasan kita bangun setiap pagi, dan tujuan yang harus dicapai melalui proses panjang yang ternyata memberikan arti bagi kehidupan kita.

Sumber kutipan dari inc.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: