Kiat: Merumuskan Brainstorming

Lakukan brainstorming untuk menyelesaikan persoalan!
Mencurahkan ide dengan bebas adalah salah satu kegiatan dalam brainstorming (Pexels)

Apa itu brainstorming dan kenapa kita memerlukannya?

Brainstorming atau curah pendapat adalah upaya mengumpulkan ide untuk menyelesaikan satu persoalan dengan cara mengumpulkan berbagai gagasan secara spontan dari satu kelompok.

Dari definisi tersebut di atas, kita dapat melihat bahwa brainstorming diperlukan untuk menyelesaikan satu persoalan dalam satu pertemua atau rapat. Semakin saya pelajari dan sering menggunakannya, rupanya brainstorming tidak terbatas pada rapat saja, tetapi berguna juga untuk berbagai hal lain. Bagi saya, brainstorming bermanfaat bukan saja untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga berguna ketika saya akan menulis satu persoalan.

Brainstorming memiliki banyak manfaat. Ini adalah sarana inventarisasi berbagai gagasan yang berhubungan dengan tema, masalah, dan rapat yang menjadi perhatian kita. Tidak jarang, dari brainstorming muncul berbagai ide cemerlang yang bermanfaat bagi organisasi dan Anda sendiri.

Sayangnya, brainstorming seperti padanan katanya dalam Bahasa Indonesia, yaitu curah pendapat, maka banyak sekali ide yang tercurah dan tidak semuanya relevan dengan persoalan, tema, maupun rapat yang sedang kita selenggarakan. Tak jarang, ide-ide tersebut sangat acak, tidak teratur, belum terstruktur, sehingga sangat membingungkan. Alih-alih mendapatkan cara pemecahan suatu masalah atau memperoleh alur tulisan, brainstorming membawa kita pada satu zona yang belum pernah kita jamah karena saking acaknya dan bisa-bisa justru menimbulkan persoalan baru.

Melihat persoalan dan efek negatif dari brainstorming tersebut, maka diperlukan metode untuk merumuskan berbagai ide yang muncul dari brainstorming.

Setelah semua ide disampaikan, jangan lupa untuk mencatat ide tersebut. Dari catatan itu, maka langkah selanjutnya adalah pengelompokan berdasarkan tema, urutan kejadian, atau jenis ide yang muncul dan kaitannya dengan persoalan yang sedang kita hadapi.

Apabila sudah dilakukan pengelompokan, maka langkah selanjutnya adalah menyusun kelompok-kelompok ide itu menjadi satu urutan atau struktur yang baik. Pengelompokan yang sangat bermanfaat bagi penyelesaian persoalan, menulis, atau membuat paparan biasanya dimulai dari identifikasi masalah, pilihan solusi, dan langkah tindak lanjut. Dengan mengelompokkan dan membentuk struktur seperti ini, maka Anda telah memiliki satu jalinan cerita yang utuh dan tinggal dituangkan ke dalam rumusan rapat, tulisan, atau paparan.

Instrumen atau peralatan yang diperlukan untuk merumuskan brainstorming sangat banyak jenisnya, mulai dari yang sederhana, hingga yang paling rumit. Anda bisa memanfaatkan selembar kertas dan bolpoin, kemudian mencatat semua ide yang bermunculan begitu saja. Langkah selanjutnya adalah memberikan tanda pada masing-masing ide dan melakukan pengelompokan. Setelah itu, dibuat alur pemikiran dari kelompok-kelompok ide tersebut di kertas yang sama.

Pembuatan struktur dapat memanfaatkan bullet points, sehingga membentuk semacam kerangka penulisan satu artikel. Namun, pada satu brainstorming yang demikian kompleks, kadang Anda perlu membuat peta pikiran atau mind map agar terlihat jelas hubungan antara kelompok ide satu dengan yang lain. Anda dapat memanfaatkan berbagai program komputer (software), salah satunya adalah Xmind untuk membangun dan menyusun mind map ini.

Setelah memahami metode yang digunakan untuk mengatur berbagai ide pada saat brainstorming, maka selanjutnya kita perlu mengenali apa saja tantangan yang mungkin dihadapi. Pertama adalah manakala ide, topik, dan narasumber yang sangat acak. Seringkali kita mendengar seseorang yang idenya berlompatan tidak karuan ke sana kemari atau melenceng jauh dari pokok persoalan yang sedang kita bicarakan. Pada kondisi demikian, maka akan sangat sulit untuk mengidentifikasi ide yang benar-benar relevan dengan persoalan yang sedang kita hadapi.

Tantangan kedua adalah ketika kita membicarakan atau menyelesaikan persoalan dengan skala yang sangat luas, seperti persoalan lingkungan. Pada isu ini sangat banyak pihak yang terlibat, bahkan hingga lintas batas negara. Selain pihak-pihak yang terlibat dan berbagai perannya, masalah yang sangat kompleks seperti lingkungan juga memiliki aneka ragam penyebab dan metode penyelesaian masalah. Lebih jauh lagi, ternyata banyak juga hal-hal yang sepertinya tidak berhubungan langsung dengan masalah, tetapi sangat memengaruhi, seperti peran negara atau masyarakat di belahan bumi lain pada persoalan lingkungan yang kita hadapi sehari-hari di dekat kita.

Terlepas dari dua tantangan tersebut, ternyata sangat besar manfaat yang bisa kita rasakan manakala kita berhasil merumuskan brainstorming. Pertama, kegiatan ini membantu kita untuk membangun struktur yang baik dalam menyelesaikan persoalan, dalam menulis, hingga manakala kita menyampaikan paparan/pidato ke khalayak. Kedua, kegiatan ini mendorong kita untuk menyampaikan pidato, menulis, dan menyelesaikan masalah secara runtut. Hasilnya adalah tulisan, pidato, hingga paparan yang mengalir dan mudah dipahami oleh para pembaca dan pendengarnya. Ketiga, pemahaman pembaca dan pendengar tersebut kemudian sangat menentukan dan menolong mereka serta Anda sendiri untuk menyelesaikan masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: