Kuliah: Pengantar Ekologi Politik

Apa sesungguhnya hubungan antara politik dan ekologi?
Pembangkit listrik tenaga bayu yang diyakini aman bagi lingkungan (Pexels)

Ekologi politik adalah satu cabang keilmuan yang berasal dari berbagai disiplin seperti geografi dan ilmu-ilmu sosial. Ekologi politik menelisik berbagai fenomena seperti deforestasi, kekeringan, dan perubahan iklim.

Pada praktiknya, ada beberapa implikasi dari ekologi politik.

Pertama, keberadaan kata ‘politik’ menekankan praktik dan proses seseorang atau organisasi dalam melakukan negosiasi dan memperoleh kekuasaan, serta arti penting ekologi dalam dinamika politik tersebut.

Dengan begitu, selalu ada hubungan antara dua kata, yaitu ekologi dan politik. Setiap proyek sosial politik selalu memengaruhi ekologi dan demikian pula sebaliknya. Lebih jauh lagi, seluruh dunia di sekitar kita adalah politik, sehingga tidak ada ekologi yang berada di luar politik. Di sisi lain, setiap politik melibatkan berbagai material di sekitar kita, sehingga selalu memerlukan analisis ekologis untuk memahami berbagai proyek politik.

Hubungan kekuasaan selalu memengaruhi aktivitas sosial dan ekologi, namun ekologi politik menunjukkan aktivitas tersebut tidaklah tersebar merata. Fenomena ini terjadi di tempat dan waktu tertentu, dan ekologi politik membantu menjelaskan pihak-pihak mana yang lebih rentan.

Oleh sebab itu, ekologi politik berhubungan dengan isu kehidupan dan kematian. Konsentrasinya lebih kepada siapa dan apa yang meninggal atau hidup, serta secara kritis mengidentifikasi siapa yang mendapatkan keuntungan dari semua proses tersebut.

Pandangan kedua dari ekologi politik lebih normatif. Pandangan ini meyakini adanya cara untuk hidup harmonis antara manusia dan lingkungannya yang tidak terlalu merusak ekologi. Penelitian dalam bidang ekologi politik bertujuan untuk menciptakan keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungannya, termaskuk meningkatkan kemampuan mereka yang terpinggirkan. Piers Blaikie, seorang peneliti ekologi politik yang berpengaruh menggarisbawahi pentingnya gerakan sosial yang menghubungkan antara keadilan sosial dan ekologi.

Pandangan ketiga, ekologi politik adalah cabang pengetahuan yang seperti berbagai penelitian lain, menawarkan pandangan yang tidak lengkap dan hanya sebagian (partial). Ekologi politik berada pada persimpangan antara berbagai penelitian termasuk geopolitik yang ditandai oleh perbedaan tingkat pembangunan dan relasi kekuasaan yang berdasarkan ras, jender, kelas, dan jenis kelamin.

Sebagai contoh pandangan ketiga ini adalah perbedaan antara negara maju, berkembang, dan terbelakang. Selain itu, faktor jender berperan untuk memahami penggunaan sumber daya alam di tingkat lokal, misalnya bagaimana wanita memiliki perbedaan dengan pria dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Akhirnya, sebagai salah satu cabang dari ilmu politik, maka fokus dari ekologi politik seharusnya lebih dari sekadar lingkungan. Ekologi politik sangat penting untuk mempelajari berbagai isu dalam dimensi lokasi dan ruang, merefleksikan bagaimana politik dan ekologi berkelindan dan terjalin begitu rumit lebih dari sekadar ’isu lingkungan’.

Daftar Pustaka:
Cloke, P. J., Crang, P., & Goodwin, M. A. (Eds.). (2005). Introducing human geographies. Routledge.

Tulisan ini pertama kali tayang di Qureta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: