Kiat: Menghadapi Ketidakpastian

Mana ketidakpastian yang kau pilih?

Seth Godin, seorang pakar marketing, di blognya dua hari lalu menuliskan hal yang sangat menarik dan terus teringat.

Bila Anda sering menghadapi ketidakpastian dalam hidup, sering bimbang, dan tak tahu keputusan apa yang harus diambil, maka bisa jadi tulisan Seth dan tambahan uraian di bawah ini bermanfaat.

Seth membandingkan antara berselancar dan tambang batu bara.

Keduanya memang jelas berbeda, namun yang menarik adalah bagaimana Seth menghubungkannya dengan ketidakpastian, sebagai berikut:

“Jika hal-hal yang tak terduga dan tidak pasti terjadi dalam berselancar, ke sanalah kita pergi. Sementara itu, jika ketidakpastian terjadi di tambang batu bara, maka itu menjadi urusan hidup dan mati.”

Kejutan, hal yang tidak terencana, atau kondisi darurat yang tiba-tiba terjadi adalah wujud umum dari ketidakpastian yang sering kita hadapi dalam pekerjaan. Bagaimana kita memandang hal ini bergantung kepada perspektif kita melihatnya.

Apakah kita melihatnya dengan penuh optimisme seperti seorang peselancar? Ataukah kita melihat hal-hal tersebut dengan penuh ketakutan seperti seorang petambang?

Saat kita menghadapi ketidakpastian, bagaimana seharusnya kita menghadapinya?

Biasanya seseorang atau organisasi akan membuat keputusan berdasarkan asumsi atau dugaan. Hasil akhirnya sulit dipastikan, bisa kebetulan berhasil, namun tak jarang juga mengalami kegagalan.

Selanjutnya, di level yang lebih tinggi lagi adalah membuat keputuasn berdasarkan informasi dan data. Apakah setelah mendasarkan tindakan berdasarkan dua hal ini, maka otomatis akan menghasilkan keputusan yang benar?

Jawabannya belum tentu, karena sekali lagi ketidakpastian bisa terjadi, sehingga kita pun harus siap dengan lebih banyak data dan informasi.

Oleh karena ketidakpastian ini sulit diprediksi, maka Simon Sinek, seorang pakar kepemimpinan, berpedapat bahwa ada dua macam keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin. Keputusan pertama adalah keberhasilan. Sementara itu, keputusan kedua adalah pembelajaran.

Sudah siapkah Anda menghadapi ketidakpastian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *