Diary: Ketika Anda Jauh dari Keluarga

Bisa jadi satu ketika Anda harus berada jauh dari keluarga. Misalnya saja manakala pekerjaan Anda menuntut untuk bepergian dalam jangka waktu yang lama. Contoh lainnya adalah ketika Anda menempuh pendidikan atau kursus atau pelatihan dan keluarga harus ditinggalkan. Berbagai sebab ini bisa jadi berpengaruh dalam kehidupan keluarga Anda. Tulisan ini mencoba untuk mengidentifikasi apa saja dampak dari kepergian Anda bagi keluarga dan apa langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Apabila salah satu anggota keluarga pergi dan perpisahan harus terjadi dalam rentang waktu tertentu, maka beberapa hal berikut ini bisa terjadi.

Pertama, komunikasi sulit dilakukan dengan benar. Komunikasi yang dimaksud di sini adalah dengan bertatap muka, namun karena Anda pergi, maka harus digantikan dengan pesan-pesan singkat tertulis atau saling berbalas komentar di media sosial.

Kedua, ketika salah seorang anggota keluarga sakit. Ini menjadi tantangan tersendiri baik bagi mereka yang berada di rumah, maupun yang pergi. Bagi mereka yang tinggal di rumah, maka tanggung jawab menjadi lebih besar dan banyak hal yang harus dilakukan sementara bantuan untuk berbagi kerepotan menjadi terbatas. Di sisi lain, bagi yang pergi, biasanya merasa tak berdaya karena ingin sekali membantu, namun sebenarnya tidak ada yang bisa benar-benar dilakukan.

Ketiga, persoalan keuangan terjadi. Permasalahan keuangan ini bisa menjadi tantangan yang cukup serius, lagi-lagi bagi mereka yang ditinggalkan di rumah juga yang pergi. Hal ini disebabkan karena kedua belah pihak membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-hari, sementara untuk mentransfer tabungan tidak bisa dilakukan dengan mudah dan bisa jadi ada berbagai pertimbangan lain yang cukup menentukan.

Jika Anda harus meninggalkan keluarga dan menghadapi beberapa persoalan di atas, maka berikut ini beberapa langkah yang barangkali bisa membantu mengatasinya.

Pertama, menjaga komunikasi tetap terjalin dengan berbagai sarana menjadi kunci. Entah itu melalui telepon langsung, berbalas komentar di media sosial, atau sarana lainnya, namun sebisa mungkin setiap hari kedua pihak baik yang di rumah maupun yang pergi hendaknya selalu bertukar kabar. Saat ini, terima kasih kepada kemajuan teknologi telepon pintar dan internet, komunikasi secara ’seolah-olah’ bertatap muka dapat dilakukan. Berbagai sarana seperti Face Time di iPhone, atau Video Call dengan Line menjadi satu sarana yang ampuh untuk menjembatani komunikasi bagi kedua belah pihak.

Kedua, saat mereka yang pergi pulang ke rumah, maka menjaga kualitas hubungan menjadi penting. Manakala Anda pulang, hanya sedikit waktu yang dimiliki sebelum barangkali Anda pergi lagi atau dihadang oleh berbagai kesibukan lain. Hal ini berarti kuantitas atau waktu Anda di rumah pun menjadi terbatas, sementara banyak yang harus dilakukan untuk mengisi berbagai kekosongan dan ketinggalan yang terjadi selama Anda pergi. Dalam kondisi seperti ini, maka kualitas hubungan Anda perlu menjadi perhatian serius. Sebagai contoh, manakala Anda berada di rumah, maka ini saatnya meninggalkan telepon pintar dan meletakkannya di tempat yang jauh dari jangkauan. Ini saatnya Anda sibuk dengan keluarga, menemani anak bermain, mengantar istri ke pasar dan berbagai kesibukan lain. Pendek kata, Anda hendaknya benar-benar menyediakan diri khusus untuk keluarga.

Ketiga, ketersediaan tabungan yang cukup bagi mereka yang ditinggalkan adalah satu keharusan. Adanya uang yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan memberikan keuntungan baik bagi mereka yang ditinggalkan maupun yang pergi. Sebagai contoh manakala ada anggota keluarga yang menghadapi permasalahan kesehatan yang serius dan membutuhkan perawatan di rumah sakit, maka adanya tabungan yang siap sedia untuk digunakan sangatlah menolong mereka yang ditinggalkan. Pada saat yang sama, mereka yang pergi pun akan lebih tenang.

Selain beberapa solusi yang sudah disebutkan di atas, peran pihak lain pun sangatlah penting untuk mendukung mereka yang ditinggalkan. Sebagai contoh, pihak lain tersebut adalah keluarga atau kerabat yang tinggal berdekatan, rumah sakit terdekat atau dokter keluarga, layanan taksi atau tukang ojek langganan, serta penjual galon dan gas. Mereka ini adalah pendukung bagi mereka yang tinggal di rumah dan bisa jadi sewaktu-waktu Anda membutuhkan bantuan mereka. Dalam kondisi demikian, maka mengetahui dan menyimpan nomor kontak penting apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat adalah langkah yang sangat tepat. 

Kesimpulannya, manakala Anda pergi jauh dari rumah untuk waktu yang lama, tanggung jawab Anda sebagai bagian dari keluarga tidak berhenti begitu saja. Ada baiknya Anda mengetahui apa saja potensi persoalan yang bisa dihadapi saat kepergian Anda tersebut untuk kemudian menentukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.

Credit Picture: Pixabay


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *