Kiat: Empat Saran untuk Menidurkan Bayi

Awal November sampai dengan awal Februari adalah saat yang menyenangkan bagi saya. Periode itu adalah waktu libur bagi mahasiswa rantau seperti saya ini. Masa itu adalah libur musim panas dan dimanfaatkan oleh para siswa dengan berbagai cara. Saya pun memanfaatkan waktu itu untuk pulang ke Indonesia dan menengok anak.

Sebelum pulang, saya sudah berencana untuk sedikit-sedikit belajar. Sudah dicopy beberapa bahan untuk semester yang akan datang dari seorang teman yang telah lebih dahulu kuliah. Saya pikir dengan persiapan yang lebih awal akan mempermudah jalannya proses belajar nantinya.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan seperti yang diinginkan. Liburan rupanya benar-benar saat yang paling tepat untuk bermain-main bersama anak-anak.

Dahulu, waktu pertama kali pergi, usia si kembar baru dua bulan. Kemudian saat saya pulang, mereka sudah menginjak usia tujuh bulan. Ada lima bulan yang terlewati. Banyak sekali hal-hal yang terjadi dalam kurun waktu tersebut.

Demikian juga saat libur tiga bulan itu, teramat banyak perkembangan dan pertumbuhan yang dialami oleh si kembar dan saya sebagai bapak.

Saya masih ingat malam itu ketika saya tiba dan mereka sudah tertidur. Tak sabar rasanya untuk melihat reaksi mereka, sehingga terpaksa sekali harus dibangunkan. Setelah membuka mata, keduanya memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengenali bapaknya ini. Syukurlah, akhirnya mereka pun mulai mengenal dengan ditandai tidak ada tangis yang merobek malam dari keduanya.

Hari-hari pun berlalu dan saya mencoba untuk semakin mengenal mereka. Mulai dari rutinitas harian seperti jadwal tidur, makan, mandi, hingga berbagai keperluan lain dari dua bayi yang lucu itu. Tak terasa, keterampilan saya pun meningkat, dari mulai menyuapi, mengganti popok hingga membersihkan pup mereka. Sibuk memang jadinya, namun satu kesibukan yang sangat menyenangkan.

Periode tiga bulan itu menjadi satu masa membayar hutang setelah lima bulan saya meninggalkan si kembar Bening dan Embun. Kini, saya sudah pergi lagi ke negeri orang untuk belajar dan harus meninggalkan mereka kembali.

Sedikit saran bagi bapak muda yang ingin bercengkerama dan mengasuh anaknya terutama menidurkan bayi antara lain adalah:

1. Jangan panik

Apapun yang terjadi pada bayi Anda, usahakan benar-benar agar Anda tetap tenang. Entah bagaimana, tapi sepertinya mereka merasakan ketenangan Anda. Hal ini sangat penting manakala si bayi mengantuk dan menangis karena ingin tidur. Ketenangan itu adalah satu jalan yang tepat untuk menidurkan si kecil.

2. Gerakan konstan

Saya perhatikan bayi-bayi saya lebih mudah tidur jika saya menggendong mereka dan mengayun-ayunkannya dengan gerakan lambat dan tetap. Mengingat di Jakarta suhunya sangat tinggi, sehingga bayi akan merasa kegerahan dan susah tidur, maka tidak ada salahnya Anda memanfaatkan kipas angin atau AC untuk membantu menidurkan si kecil.

3. Kenyang

Seperti halnya orang dewasa, bayi pun akan sulit tidur manakala perutnya lapar. Syukurlah, meskipun dua anak, namun karena diusahakan tidak pernah kelaparan, maka bayi-bayi saya tidak terlalu rewel. Persis dengan orang dewasa, maka bayi yang kenyang akan lebih mudah untuk ditidurkan.

4. Ajak anak bermain

Anak-anak saya memasuki periode merangkak dan ceriwis. Mereka akan bergerak ke sana kemari dan mengoceh sesuka hati. Tugas saya adalah mengawasi keduanya agar tidak memegang barang-barang yang berbahaya atau pun menuju ke tempat-tempat yang tidak seharusnya. Dengan membiarkan anak bermain, maka mereka akan terpacu untuk bergerak dan membuat mereka lelah. Saat mereka sudah capek, maka bayi akan relatif lebih mudah untuk ditidurkan.

Demikian kira-kira sekadar saran yang saya pelajari saat mengasuh Bening dan Embun selama tiga bulan. Bagi para Bapak muda semoga saran-saran tersebut dapat bermanfaat dan jangan lupa bila Anda punya waktu temanilah putra-putri Anda bermain.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: