Kiat: Menanam Secara Hidroponik

Keterbatasan lahan di kota besar menjadi kendala bagi yang memiliki hobi bercocok tanam. Bercocok tanam secara hidroponik dapat menjadi solusi untuk masalah ini. Selain hemat tempat juga tanpa menggunakan tanah.

Beberapa tanaman yang bisa ditanam dengan metode ini misalnya sayuran, apotek hidup, atau bunga. Saya sendiri pernah mencoba menanam pakchoy, kangkung, bayam, dan saat ini yang sedang berkecambah tanaman sawi.

Dalam bercocok tanam secara hidroponik, hal yang perlu diperhatikan adalah media tanam. Media tanam ini haruslah mampu membantu tanaman untuk menyerap nutrisi dan oksigen. Selain itu, media tanam juga harus dapat menyokong tumbuhnya tanaman.

Beberapa media tanam yang biasa digunakan antara lain adalah pasir, kerikil, pecahan bata, hidroton, dan rockwool. Beberapa situs yang saya baca juga ada yang menyarankan untuk menggunakan arang sekam.

Pengalaman menyangkut media tanam adalah saya menggunakan tanah yang diperkaya kompos. Hal ini dilakukan karena saat itu saya belum memiliki hidroton atau pun rockwool. Kelemahannya menggunakan tanah adalah kian lama tanah itu kian memadat kalau tidak rajin digemburkan. Akibat tanah yang memadat membuat akar tanaman tidak bisa bernafas dengan bebas. Memang tanaman tumbuh, namun kalau melihat foto-foto kawan yang sudah menerapkan hidroponik dengan benar, tanaman saya terlihat jelek sekali, haha. Minggu kemarin, saya sudah memesan satu set starter kit yang di dalamnya ada rocwool untuk pembibitan dan juga hidroton. Semua sudah saya manfaatkan, tinggal ditunggu hasilnya pada beberapa hari dan bulan mendatang.

rockwool
Rockwool

Selain media tanam, sistem pertanian ini juga mensyaratkan nutrisi yang cukup untuk tanaman. Unsur hara yang biasanya disediakan oleh tanah digantikan nutrisi yang dilarutkan di air. Bagaimana cara mendapatkan nutrisi ini? Mudah sekali, banyak tersedia di pasaran atau googling saja dan bisa memesan secara online.

Nutrisi hidroponik yang saya gunakan terdiri dari dua jenis, nutrisi A dan B. Di dalamnya terdapat larutan kimia yang tak saya pahami komposisinya. Catatannya adalah satu liter air dicampur dengan satu tutup botol larutan A dan B. Yang perlu diingat lagi, pencampuran dilakukan satu per satu: air dimasukkan, cairan A dimasukkan terlebih dahulu, diaduk hingga merata, barulah larutan B menyusul dimasukkan dan diaduk.

Sampai saat ini, kendati saya tak selalu ada di rumah, namun semangat menanam sudah menular ke istri. Dia tak ragu untuk menyiram, menyemprot, membuat larutan nutrisi, memunguti daun yang gugur dan lain-lain. Oh iya, kemarin saat saya tinggal juga dia memanfaatkan pakchoy yang saya tanam dimasak sebagai campuran untuk mi instan, haha.

Ayo, siapa yang tertarik untuk bercocok tanam, silakan membaca referensi lengkap soal hidroponik pada tautan berikut: http://redyprasdianata.blogspot.com/2013/04/teknik-budidaya-sayuran-secara.html

Sumber gambar Rockwool dari FB-nya Ibu Bertha Suranto, praktisi hidroponik yang juga menyediakan alat-alat untuk bertanam dengan sistem ini.

One Reply to “Kiat: Menanam Secara Hidroponik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *