Kiat: Mendengarkan Musik Saat Bekerja

Dahulu saya mengira seseorang yang memasang earphone sepanjang hari sembari dia bekerja adalah sebentuk ketidaksopanan. Saya menganggap orang semacam itu sungguh tak sopan.

Sekarang, saya justru melakukan hal itu. Haha.

Penyebabnya, saya kesulitan berkonsentrasi apabila lingkungan kerja terlampau bising. Telinga saya capai manakala harus terus menerus mendengarkan suara tak jelas dari orang-orang yang berada satu ruangan dengan saya. Akibat yang paling parah adalah, mood saya tak terjaga, saya uring-uringan, pekerjaan saya tak selesai.  Gawat betul, bukan?

Rupanya mendengarkan musik memang bisa membantu untuk memfokuskan pikiran. Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa musik mampu merangsang aktivitas tertentu di otak yang meningkatkan energi dan konsentrasi.

Selain itu, musik juga dapat menciptakan perasaan senang karena merangsang pelepasan zat dopamin di area otak yang berkaitan dengan ganjaran, seperti saat kita mengonsumsi makanan lezat atau mencium aroma harum. Pelepasan dopamin ini pengaruhnya pada meningkatnya motivasi untuk mencapai target atau tujuan.

Penelitian lain menunjukkan, orang yang mendengarkan musik mampu menyelesaikan tugasnya lebih cepat dan memiliki ide-ide yang lebih segar. salah satunya karena musik membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Nah, yang perlu Anda lakukan sekarang adalah, memilih lagu kesukaan Anda kemudian dengarkan sembari bekerja. Hal kecil yang perlu diingat adalah aturlah volumenya jangan terlampau keras, sehingga Anda tetap mendengar manakala teman atau atasan Anda memanggil.

Tulisan ini merupakan rangkuman dari artikel di fitur Klasika, Koran Kompas, 11 Desember 2012, yang berjudul ‘Bekerja dalam Irama Musik’ dengan penambahan di sana-sini.

Sumber gambar

2 Responses

  1. “mendengarkan musik memang bisa membantu untuk memfokuskan pikiran. Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa musik mampu merangsang aktivitas tertentu di otak yang meningkatkan energi dan konsentrasi.”

    Bener mas, tapi kadang njuk marai diunek-unekke ro juragane, masalahe diundang-undang kok ora krungu…. suwe2 iso kena pegat gaweane….

    wkwkwkwkw (pengalaman pribadi mas)

    1. @Agus Mulyadi,

      wo lha, mesti keseron kuwi volumene :))
      kan ning bagian akhir tulisan wis ana warning-e mas

      “Hal kecil yang perlu diingat adalah aturlah volumenya jangan terlampau keras, sehingga Anda tetap mendengar manakala teman atau atasan Anda memanggil.”

      Hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: