Kiat: Bercocok Tanam di Beranda

Barangkali tekanan pekerjaan membuat Anda tertekan, maka ada baiknya segera mencari jalan keluar yang bisa membuat kewarasan Anda terjaga.

Terapi apa yang bisa dilakukan, Om?

Kalau saya ditanya begitu, jawaban yang bisa saya berikan salah satunya adalah dengan menulis. Misalnya menulis blog atau update twitter. Haha

Aduh, aku ngga biasa nulis, Om.

Tenang, masih ada cara lain. Selain menulis, saya juga menanam pepohonan di beranda.

Memang beranda rumah kontrakan saya itu tak besar. Ukurannya paling sekitar 2×2,5 meter. Namun, dengan ruang segitu, saya sudah bisa menempatkan enam pot di sana.

Hmm… hasilnya lumayan, lho, setiap pulang dari pabrik, sembari melepas sepatu dan mengambil napas, saya duduk di beranda sambil memperhatikan daun-daun yang bergoyang. Itu sungguh menenteramkan, kawan.

Apabila Anda tertarik untuk berkebun sendiri di pekarangan atau beranda rumah, pertama yang harus disiapkan adalah media tanam. Guna keperluan ini, pot adalah pilihan yang paling tepat. Kepraktisannya, mobilitasnya, sungguh mendukung usaha tanam-menanam Anda.

Lalu, seperti apa pot yang sebaiknya digunakan?

Paling penting pot itu harus mendukung pertumbuhan akar. Bagian bawahnya berlubang untuk merembeskan air yang berlebih. Lanjut lagi, ada kaki di bagian dasar pot untuk pernapasan dan drainase. Oya, biar mudah dipindah-pindah, pot juga jangan yang terlampau berat, ya. Terakhir, pilihlah bahan yang tidak mudah pecah.

Semoga beranda Anda mendapatkan sinar matahari yang cukup, karena ini sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman Anda. Jangan pula dilupakan untuk senantiasa menyiram tanaman setiap hari sekali.

Ah, capai Om.

Eh, saya contohnya, kalau terlampau capai, saya akan menyiram nanti tengah malam menjelang tidur, hehe. Awalnya saya mengira tanaman akan layu dan akarnya busuk kalau disiram malam, ternyata tanaman baik-baik saja dan siap untuk tumbuh keesokan harinya saat bertemu sinar matahari.

Oya, biarpun di beranda jangan dikira tak ada hama ya. Tikus, ulat, dan pengisap adalah beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman Anda. Kalau mau menghidarinya mudah, kok, cukup tempatkan tanaman di kursi plastik berkaki tinggi agar sulit dijangkau tikus. Nah, kalau ulat, bisa dengan menyemprot daun tanaman dengan air rendaman tembakau yang bisa diperoleh dari rokok.

Tulisan ini merupakan rangkuman dari artikel di fitur Klasika, Koran Kompas, 11 Desember 2012, yang berjudul ‘Bertani di Taman Mini’ dengan penambahan di sana-sini.

Sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: