Kiat: Menekuni Hobi Menyelam

Hobi menyelam sudah menjadi hal yang jamak. Saya belum sempat melakukannya, namun sangat tertarik untuk mencoba. Apalagi kalau melihat ekspresi sumringah teman saya @matriphe yang lagi nyelam itu, wuah, makin pengen, bukan? Kemudian beruntung saya menemukan artikel tentang hobi ini, apa persiapan yang harus dilakukan, apa peralatan yang diperlukan, apa ancamannya dan lain-lain. Berikut rangkuman dari artikel tersebut.

Penyelaman seharusnya tak bisa dikatakan sebagai hobi ekstrem. Setiap orang bisa melakukannya. Bisa dikatakan modal awal diri kita hanya keberanian, memulai, dan pengetahuan selam yang benar. Menyelam bisa dikatakan sangat aman jika dilakukan secara benar dan mengikuti standar prosedur penyelaman. Bekal pengetahuan ini terjamin dengan mengikuti sertifikasi pada berbagai lembaga selam.

Latar belakang “safety” inilah yang menyebabkan setiap pusat penyelaman atau penyedia jasa selam mewajibkan setiap calon penyelam yang menggunakan jasanya memiliki sertifikat. Dari jenis atau level sertifikat itu, penyedia jasa wisata selam bisa mengukur kemampuan kliennya. Misalnya, seseorang yang hanya memegang sertifikat A1 atau kelas openwater tidak mungkin tanpa pendamping berlevel instruktur dibawa ke penyelaman malam atau daerah berarus kuat.

Melalui pendidikan selam pula, seseorang dapat mengukur kondisi dan kemampuannya karena telah dibekali pengetahuan dasar selam yang cukup. Misalnya seseorang dalam kondisi pilek atau hidung tersumbat, meski beberapa orang mampu menyelam dalam kondisi seperti ini, tidak akan memaksakan diri turun ke dalam laut.

Hidung yang tersumbat membuat kita kesulitan menyamakan tekanan di dalam telinga dengan tekanan di dalam ari yang bertambah 1 atmosfer (atm) setiap turun 10 meter. Apabila dipaksakan, telinga akan terasa sakit hingga berdarah dan bisa membawa ketulian karena gendang telinga pecah.

Aturannya, semakin dalam lokasi penyelam turun, semakin pendek waktu penyelaman serta semakin berkurang frekuensi selam. Jika melewati batas waktu penyelaman, penyelam itu dikategorikan ‘melanggar’ batas kompresi sehingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit akibat tekanan tinggi. Penyakit itu, di antaranya, kelumpuhan akibat gas nitrogen (N2) tersadera di jaringan tubuh.

Pada saat menyelam, volume udara yang mengecil karena tekanan air membuat gelembung udara mudah masuk ke dalam pembuluh darah. Agar nitrogen bisa keluardari pembuluh darah, penyelam harus mengikuti batas waktu penyelaman. Selain itu, saat naik ke permukaan dilakukan selambat mungkin. Gampangnya, ikuti saja gelembung udara terkecil yang keluar dari mulut kita.

Waktu dekompresi juga penting untuk memilih penerbangan karena biasanya lokasi penyelaman yang relatif bagus membutuhkan jangkauan pesawat. Disiplin pada batas waktu dekompresi merupakan modal untuk memastikan penerbangan yang diambil.

Para ahli hiperbarik menyarankan antara waktu terakhir menyelam dan penerbangan diberi jarak 4 jam, atau jika penyelam mengalami dekompresi, rentang waktunya menjadi lebih panjang, 24 jam. Alasannya adalah penyelaman meningkatkan tekanan, sedangkan penerbangan akan mengurangi tekanan. Apabila perbedaan terlalu ekstrem dikhawatirkan menimbulkan gangguan pada tubuh dan memperberat dekompresi.

Selanjutnya, marilah kita mencoba mengenal alat-alat yang digunakan untuk penyelaman. Pengenalan ini penting agar jangan sampai terjadi salah pilih atau salah beli peralatan.

Kebutuhan untuk menyelam memengaruhi keputusan peralatan seperti apa yang akan kita beli. Apakah tujuannya untuk wisata atau keperluan teknis. Jika untuk wisata dan memiliki sertifikat, maka bisa menyewa peralatan dari gerai pusat selam atau wisata. Namun, memiliki peralatan selam juga penting apabila intensitas penyelaman terbilang tinggi dan lokasi penyelaman yang berada relatif jauh dari pusat keramaian aktivitas pariwisata.

Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam membeli peralatan selam adalah kualitas. Kualitas ini penting mengingat keadaan di bawah air bukanlah tempat manusia hidup. Karena itu, keandalan alat menjadi mutlak untuk menghindari segala gangguan selama penyelaman.

Saat ini untuk mendapatkan peralatan selam relatif mudah. Sejumlah peralatan selam tersebar di seantero Jakarta. Sebagian toko juga melayani pembelian lewat internet dengan transaksi elektronik untuk pembayaran bagi konsumen di seluruh Indonesia.

Berikut adalah beberapa peralatan dasar yang diperlukan dalam penyelaman:

  • Masker, diperlukan agar penyelam bisa melihat di dalam air.
  • Snorkel, ini perlu saat penyelam beristirahat di permukaan
  • Fin, kaki katak ini berguna untuk menambah efisiensi pergerakan dalam air
  • BCD, pengontrol daya apung kita di dalam ari dengan udara yang dikeluarkan atau ditambahkan
  • Regulator Set, fungsi utamanya adalah mengubah tekanan udara tinggi dalam tabung menjadi tekanan udara yang bisa dikonsumsi penyelam. Alat ini terdiri dari berbagai perangkat dan dilengkapi dengan pengukur tekanan udara dan pengukur kedalaman.
  • Pakaian selam, fungsi peralatan ini untuk menjaga suhu tubuh agar stabil pada batas normal untuk bisa beraktivitas dengan nyaman di dalam air.
  • Timah pemberat, gunanya untuk menenggelamkan penyelam ke dalam kolom air.
  • Tabung selam, di dalamnya udara bertekanan tinggi disimpan sebelum dialirkan dalam tekanan yang sesuai bagi penyelam lewat regulator.

Harga peralatan di atas bervariasi, namun ada juga yang dijual secara paket, sehingga lebih ekonomis. Peminat hobi ini juga bisa mengunjungi pameran peralatan selam yang kerap diadakan untuk berburu peralatan berkualitas dengan harga yang menarik. Pilihan lain juga bisa dengan membeli peralatan bekas, namun tetap jangan lupa untuk mempertimbangkan kualitas sebagai alasan utama pembelian peralatan tersebut.

Tulisan ini adalah rangkuman dari artikel di Kompas Ekstra, edisi Senin, 26 November 2012 yang berjudul ‘Menyelam? Anak Kecil “Aja” Bisa…’ dan ‘Jangan Mau Diperalat Peralatan’.

Sumber gambar dari Instagram-nya Matriphe

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: