Wisata: Lembang

Angin yang sesekali menerpa telah cukup membuat tubuh menggigil. Hujan sesekali turun, tak deras, namun basah di mana-mana. Lembang pada suatu senja.

Di Lembang, cocok sekali untuk menyepi. Hijau rumput, daun yang bergoyang ditiup angin, bunga yang bermekaran. Semilir angin, dan dingin yang njekut benar-benar kebalikan dari Jakarta.

Jaket menjadi keharusan atau Anda bisa menggigil kedinginan.

Air panas tak tahan lama di sini. Kopi yang diseduh di cangkir tak lama menguarkan kehangatannya. Segera dia menjadi dingin. Anda harus bersicepat dengan suhu dalam menikmati kelezatan kopi.

Rokok menjadi sahabat yang menyenangkan, kendati pada saat yang sama juga sebuah upaya mubazir dalam memanfaatkan udaran nan segar.

Saya belum mengetahui bagaimana situasi saat fajar menyingsing. Saya tak berhasil bangun pagi. Namun untuk senja, di sini ia datang lebih cepat. Membawa penduduknya lekas beristirahat.

Manakala suara-suara itu berpadu, sepi kian ngelangut dan barangkali mimpi akan menjemput.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *