Kiat: Mengenali Manfaat Sarapan

Hasil penelitian menunjukkan, sarapan secara teratur adalah rahasia agar badan tetap sehat. Harvard Medical School, AS, melakukan penelitian yang salah satu kesimpulannya mengatakan, bahwa melewatkan sarapan meningkatkan risiko kegemukan, berkembangnya diabetes, dan bahkan terkena serangan jantung.

Penelitian pada sekitar 3.000 orang itu menyimpulkan, bahwa mereka yang menyantap sarapan setiap hari, tiga kali lebih rendah kemungkinan menjadi gemuk dibandingkan yang tidak sarapan. Mereka yang sarapan juga setengah berisiko dibanding yang tidak sarapan dalam hal peningkatan gula darah dan kolesterol yang memicu risiko serangan jantung. Orang yang sarapan juga jarang merasa kelaparan sepanjang hari sehingga terhindar dari kemungkinan makan terlalu banyak. Inilah yang membuat mereka sehat dan tidak berisiko menjadi gemuk.

Melewatkan sarapan membuat otak menjadi ‘bias’ dalam nentukan jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh. Saat dipindai tampaklah bagaimana otak lebih bereaksi terhadap gambar makanan yang tinggi kalori dibandingkan gambar makanan yang rendah kalori, begitu mereka tidak sarapan.

Otak yang terlibat dalam urusan makanan kemungkinan adalah orbitofrontal cortex, yang menjadi lebih aktif pada saat perut kosong. Begitu para peneliti mewarkan makan siang pada akhir pengamatan, responden menjadi lebih banyak makan bila tidak sarapan. Tampaknya puasa membuat orang lebih lapar, sehingga meningkatkan selera dan jumlah makanan yang berkalori tinggi.

Penelitian pada 6.000 murid sekolah yang dilakukan Toronto Foundation for Student Success menunjukkan, murid-murid yang sarapan punya nilai lebih baik dalam pelajaran dan lebih berpotensi untuk lulus sekolah. Dengan demikian, kalau ingin tetap sehat langsing, bisa berpikir jernih, dan waspada dalam setiap situasi, Anda harus sarapan.

Bagaimana bila kesibukan membuat Anda tak sempat sarapan?

Sereal dari biji-bijian dapat membantu Anda. Manfaat dari jenis makanan ini rupanya bisa menurunkan risiko seseorang terkena darah tinggi. Penelitian tahun 2011 terhadap 1.368 dokter pria menunjukkan, mereka yang makan sereal dari biji-bijian utuh risiko hipertensi turun 20 persen.

Peneliti di University of Missouri, AS, menemukan, telur juga sangat baik untuk sarapan. Kadar protein telur yang tinggi membuat perut terasa penuh sehingga membantu mengontrol rasa lapar dan makan lebih sedikit saat makan siang dan malam. Bagi yang ingin menurunkan berat badan, disarankan menyantap dua telur saat saran.

Tulisan ini adalah rangkuman dari artikel di Koran Kompas, 21 November 2012, yang berjudul ‘Ingin Langsing? Jangan Lupa Sarapan.

Sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *