Kiat: Memilih Jenis Investasi

Investasi rupanya cukup menakutkan bagi banyak orang. Padahal, setiap keluarga bisa membiakkan uang lewat berbagai instrumen investasi sesuai kekuatan masing-masing.

Saham

Saham adalah salah satu jenis surat berharga yang bisa diperjualbelikan di pasar modal. Saham juga menjadi bukti kepemilikan atau penyertaan modal di sebuah perusahaan.

Sebagai pemegang saham, Anda ikut menentukan keputusan strategis menyangkut perusahaan itu. Semakin besar porsi saham Anda, semakin besar pula suara Anda dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Kelebihan saham dibandingkan instrumen investasi lainnya adalah, saham sangat likuid. Artinya, jenis instrumen ini sangat mudah diperjualbelikan di pasar yang disebut bursa saham. Bursa saham yang beroperasi di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Keuntungan berinvestasi saham adalah, pertama, berupa pembagian laba perusahaan atau deviden. Keuntungan kedua adalah kenaikan harga saham yang Anda miliki. Namun, sebanding dengan keuntungannya, risiko saham juga tinggi.

Risiko berinvestasi pada saham adalah, pertama, risiko tidak memperoleh deviden jika kinerja perusahaan menurun atau merugi. Risiko yang kedua dalah risiko penurunan harga saham.

Apabila ingin memulai berinvestasi pada saham, Anda harus harus menjadi nasabah dari perusahaan broker atau perusahaan sekuritas. Aktivitas jual beli saham Anda di bursa harus dilakukan oleh brokter tersebut. Atas jasanya ini, Anda harus membayar fee kepada broker tersebut.

Reksadana

Istilah ini berarti gabungan dana banyak pihak yang dipakai bersama-sama untuk berinvestasi. Dalam reksadana ada satu pihak yang dipercaya untuk mengelola uang investor, yaitu manajer investasi (MI). MI ini yang kemudian menentukan uang bersama tadi akan ditanam pada instrumen investasi apa. Dalam hal ini, investor tinggal terima beres.

Apabila Anda ingin berinvestasi pada instrumen ini, Anda harus membeli unit-unit reksadana terlebih dahulu. Unit ini adalah nilai patungan terkecil yang ditetapkan oleh MI. Harga unit reksadana bisa turun naik seiring pergerakan nilai aset yang dipilih oleh MI. Potensi keuntungan akan Anda dapatkan manakala harga naik dan sebaliknya.

Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan. Berarti, perusahaan itu berperan sebagai pengutang. Selain itu, ada pula obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah yang di sini disebut Surat Utang Negara (SUN).

Seperti lazimnya utang, dalam jangka waktu tertentu pengutang akan membayar kembali pokok utang tersebut berikut bungan pinjamannya yang biasa disebut kupon. Besarnya kupon sangat bergantung pada kualitas obligasi itu, yang tercermin dari rating atau peringkat yang dimilikinya. Semakin tinggi peringkat, kuponnya semakin rendah. Keuntungan yang diperoleh investor selain dari bunga, juga berasal dari kenaikan harga obligasi.

Tulisan ini adalah rangkuman dari suplemen pada Indonesia Financial Expo & Forum (IFEF) 2012 pada artikel berjudul ‘Pilihan Investasi untuk Anda’

Sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: