Kiat: Memaksimalkan Manfaat Tidur

Tak jarang saat bangun tidur di pagi hari, punggung saya terasa sakit atau pegal. Apakah Anda juga mengalaminya?

Kalau itu terjadi, jangan-jangan cara tidur kita semalam keliru. Padahal sejumlah pakar kesehatan berpendapat, cara tidur yang benar dapat menunjang umur manusia lebih panjang.

Berikut ini manfaat tidur yang benar:

Selain menjadi kebutuhan primer, tidur juga memberi kesempatan kita berdiam diri. Hening. Hanya dalam keadaan hening saja kita bisa menjadi lebih merasa damai, bebas dari ketakutan, dan lepas keinginan untuk mengeluh. Bila saat tidur kita bermimpi yang aneh-aneh, itu hanyalah risiko atau bonus dari tidur.

Tidur juga mengurangi stres yang menerjang kita. Jika stres pergi, kita merasa tenteram dan bersemangat. Dalam kondisi seperti itu, kita menjadi lebih mampu berbela rasa dengan orang lain. Bisa lebih berbagi welas asih. Orang yang memiliki waktu tidur yang cukup umumnya lebih bergairah menjalani hidup, tidak mudah lupa, dan jernih saat berpikir.

Bagaimana kemudian untuk mendapatkan tidur yang baik?

Pertama, tempat atau kamar tidur sebaiknya tampak “seksi”. Kesan itu bisa hadir bila kamar kita bersih, tak ada ceceran baju atau perkakas kerja, dan bebas dari remah-remah makanan. Meski sederhana, tempat atau kamar tidur yang rapi sungguh menggoda indra kita untuk segera merebahkan diri.

Kedua, manakala kesempatan untuk tidur ini tersedia di depan mata, ya, jangan disia-siakan. Bebaskan diri kita dari kesibukan-kesibukan seperti memeriksa surel atau mengirim SMS. Kita harus “fokus” untuk beristirahat. Untuk tidur yang lelap.

Para pakar kesehatan memberikan sejumlah saran untuk menemukan tidur yang berkualitas, yaitu:

  • Jam tidur yang rutin menjadi komponen yang cukup penting untuk tidur yang sehat.
  • Selain itu, jangan menyeruput kopi, mengisap rokok atau menenggak alkohol sebelum tidur.
  • Selepas makan malam, berikan beberapa jam sebelum naik ke peraduan.

Untuk mengundang kantuk, kita bisa mendengarkan musik-musik yang lembut atau membaca buku. Itu lebih baik daripada kita menonton televisi. Obrolan-obrolan yang menegangkan sepatutnya dihindari sebab akan membajak pikiran kita untuk semakin aktif.

Jika malam tadi kita bisa tidur nyenyak, jangan lupa bersyukur di pagi ini. Ingat, ada banyak orang di dunia yang kehilangan kesempatan untuk sekadar memejamkan mata.

Tulisan ini adalah rangkuman dari artikel di fitur Klasika, Koran Kompas, 05 September 2012, berjudul ‘Tidur untuk Menentramkan Pikiran’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: