Kiat: Memilih Mobil Baru atau Bekas

Salah satu dilema pemilik kantong standar seperti saya dalam membeli mobil adalah menentukan pilihan mobil baru atau bekas, hehe. Seperti banyak hal lain dalam hidup, setiap pilihan punya nilai plus dan minusnya. Meskipun untuk membeli mobil bekas, ketelitian dan kecermatan haruslah dikedepankan.

Terlebih dahulu kita harus menentukan tujuan membeli mobil, misalnya, sebagai alat transportasi, gaya hidup, hobi, menambah koleksi, atau tuntutan profesi. Apabila tujuan ini sudah diketahui, maka barulah mempertimbangkan mana yang harus dibeli, apakah mobil bekas atau mobil baru?

Mobil Baru

Membeli mobil baru tentu saja memberikan lebih banyak manfaat daripada membeli mobil bekas. Pertama, Anda akan memperoleh teknologi terbaru, misalnya teknologi pengereman terbaru, pengendalian kemudi yang lebih baik, fitur hiburan dan komunikasi tercanggih, hingga fitur keamanan terkini.

Mobil baru tentu saja juga tampil lebih segar luar dalam. Anda tak harus repot melakukan perbaikan di sana-sini. Tinggal starter dan mobil jalan tanpa khawatir mogok di jalan.

Kedua, saat membeli mobil baru, Anda akan memperoleh garansi dan layanan purnajual dari diler atau agen tunggal pemegang merek (ATPM). Garansi tersebut mencakup servis dan ganti oli gratis. Anda juga bisa yakin si mobil belum pernah mengalami kecelakaan.

Ketiga, membeli mobil baru, berarti Anda sang pemilik pertama. Anda akan memahami dengan baik kondisi mobil itu. Anda dapat dengan mudah mendandani mobil anyar dengan aneka aksesori dan spoiler sesuai selera.

Keempat, dan ini yang paling penting, apabila Anda ingin membeli mobil baru secara kredit, biasanya dikenai bunga yang lebih rendah daripada suku bunga kredit mobil bekas. Mobil baru biasanya juga lebih irit bahan bakar.

Membeli mobil baru juga memberikan keuntungan, yaitu pada saat dijual lagi, kendati harganya tentu akan turun, tapi ada mobil-mobil tertentu yang penurunan harganya tak sekencang mobil bekas. Contohnya, untuk Toyota Avanza, harga seken mobil ini keluaran tahun 2005 masih sekitar 110 juta. Padahal, harga baru mobil ini dulu cuma 114 juta.

Mobil Bekas

Mobil bekas adalah salah satu solusi kebutuhan kendaraan nyaman dengan harga yang terjangkau. Apalagi jika kondisi mesin masih terawat.

Perlu diperhatikan bagi calon pembeli adalah melakukan pengecekan secara menyeluruh. Pengecekan fisik dengan melihat kondisi mobil secara keseluruhan.

Selanjutnya adalah melihat kondisi mesin, apakah ada rembesan oli dari mesin. Jika ada, berarti mesin mobil tersebut sudah bermasalah. Setelah itu, dengarkan kehalusan suara mesin. Sebagai standar, dengarkan suara mesin mobil yang masih baru, bisa dilakukan dengan mendatangi shoroom mobil.

Cobalah cek juga kehadiran oli di ujung knalpot mobil. Bila basah, menandakan kompresi mesin bocor. Secara umum, untuk mobil berusia lima tahun lebih sudah butuh overhaul mesin dan penggantian beberapa suku cadang lain.

Lakukanlah pengecekan pada bagian bawah mobil. Setelah kondisi memungkinkan melihat kolong mobil, periksa apakah ada bagian bawah mobil yang terganggu akibat sering terkena jalanan rusak.

Selanjutnya periksalah kelengkapan surat-surat mobil. Lihat nomor kendaraan yang ada pada BPKB dan STNK mobil tersebut. Apakah sama dengan nomor yang ada di kendaraannya. Upaya lebih lanjut untuk menghindari pemalsuan bisa dengan mengecek database di kepolisian.

Namun, jika Anda masih ragu untuk membeli mobil bekas, cara yang bisa ditempuh adalah dengan membeli mobil bekas di showroom mobil seken yang terpercaya.

Tulisan ini adalah rangkuman dari Tabloid Kontan Edisi Khusus, ‘Panduan Cerdas Memiliki Mobil’ yang terbit pada bulan Juli 2012, khususnya pada artikel berjudul, ‘Mau Baru atau Bekas, yang Penting Berkualitas’.

One Reply to “Kiat: Memilih Mobil Baru atau Bekas”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *