Tokoh: Kartini dan Batas Kemampuannya

Dalam suratnya kepada Nyonya Ovink-Soer pada bulan Oktober tahun 1900, ia mengatakan, bahwa “Pemenuhan dari hasrat-hasrat hati, banyak kali dibarengi dengan penerimaan luka-luka pada hati itu pula.” Ia pun melanjutkan:

Dan begitu banyak kejadian pada hari-hari belakangan ini menunjukkan: manusia menimbang—Tuhan jua yang menentukan. Itulah peringatan bagi kami orang-orang berpemandangan céték ini, peringatan agar terutama sekali tidak congkak: merasakan sungguh-sungguh, bahwa kita sendiri mempunyai kemauan sendiri.

Dan kemudian:

Ada suatu Kekuasaan, yang lebih besar daripada seluruhnya yang ada di atas muka bumi ini; ada suatu Kemauan, lebih kuat, lebih berkuasa daripada seluruh kemauan umat manusia. Celakalah manusia, yang menyombongkan kemauan besi dan dahsyatnya sendiri!

Hanya pada satu Kemauan, yang boleh dan harus kita punyai; kemauan untuk mengabdi kepadanya: Kebajikan! (Surat, Oktober 1900, kepada Nyonya M.C.E. Ovink-Soer)

 

Panggil Aku Kartini Saja, halaman 265

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: