Kebijakan: Pengendalian Pertumbuhan Penduduk di Brasil Melalui Novela

Dari National Geographic Indonesia edisi September 2011 salah satu yang menarik perhatian saya adalah perihal Novela—semacam sinetron berbahasa Portugis di Brasil. Tentu saja kalau sekadar sinetron di sini juga banyak, haha, bahkan bisa lebih banyak lagi kalau dilihat dari sisi jumlah episode per judul yang bisa mencapai ribuan. 😀

Yang menarik dari pengaruh Novela di sana adalah kemampuannya untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk, sehingga berbentuk seperti prosotan anak-anak. Kurva pertumbuhan penduduk di sana terus menukik tajam dari medio 1960-an sampai dengan sekarang dan tidak mungkin naik lagi.

Kok bisa Novela berpengaruh pada laju pertumbuhan penduduk?

Barangkali perlu diketahui, bahwa di Brasil, pada medio 1960 sampai dengan 1970-an satu orang wanita rata-rata melahirkan 7 sampai 8 orang anak. Saat ini, seorang wanita melahirkan antara 1 sampai 2 orang anak.

Pasal penyebabnya adalah tayangan novela yang diputar secara masif di televisi-televisi Brasil. Di sana diperlihatkan konflik yang pelik—sama juga dengan di sini—di antara para tokohnya, namun di samping itu, dipamerkan pula kehidupan wanita modern dalam pandangan mereka yang mandiri, berkarier dan tidak diributkan dengan kehadiran anak-anak yang banyak.

Bukan hal yang mudah untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk di sana, mengingat aborsi dan keluarga berencana adalah tindakan ilegal di masa lalu. Keduanya dianggap tak patuh pada ajaran Katolik yang dianut dengan taat oleh sebagian besar penduduk.

Biarpun begitu, kesadaran yang menyeruak di antara tayangan Novela akan kebahagiaan dan kenyamanan yang ditawarkan keluarga kecil telah memesona wanita-wanita Brasil. Kebanyakan dari mereka akan berkata, “Pabriknya sudah tutup.” Sebagai ganti kata operasi fertilisasi (CMIIW) yang dilakukan kebanyakan mereka.

Di masa awal kesadaran ini datang, memang seperti bergerilya di bawah tanah. Di antara para wanita itu berbagi pengetahuan tentang obat penggugur kandungan dan klinik yang menawarkan operasi penghenti kesuburan dari mulut ke mulut seperti sebuah rahasia.

Pemerintah Brasil tak pernah mengeluarkan kebijakan pembatasan jumlah anak seperti di China. Mereka harus berterima kasih kepada tayangan Novela yang mampu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Kemudian saya hanya bisa berharap, semoga di sini pun ada pengaruh positif dari tayangan sinetron yang juga sering diputar di jam-jam utama.

8 Replies to “Kebijakan: Pengendalian Pertumbuhan Penduduk di Brasil Melalui Novela”

  1. Di sini sinetron juga memilik peran penting bagi negeri ini, saya kira. Salah satu andilnya ya kemampuan akting non artis menjadi lebih baik. Presiden kita contohnya, sungguh meyakinkan sekali saat dia bilang: “Saya prihatin.”

  2. Masalahnya, ketika telenovela dulu sempat membius penonton Indonesia, pesan tentang sedikit anak sampai nggak ya? Eh salah ding, dulu telenovela bukan cuma dari Brasil kayaknya. Apakah isinya juga tentang konflik keluarga berbanyak anak saya juga nggak tahu 😀

  3. @bangsari
    hayahhh….
    mbelok-e pollll 😆

    @ngodod
    favoritmu yang mana, mas?

    @paman tyo
    telenovela memang bukan dari brasil. Kalau dari artikel di NGI itu, rasanya sinetron di Amerika Latin disebut telenovela, ini berbahasa Spanyol. Nah, khusus di Brasil, disebut Novela, ini pakai Portugis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *