Review: Surrogates

Manakala manusia sudah tak percaya pada dirinya sendiri….

Surrogates adalah sebuah robot pengganti. Ia dibuat semirip mungkin dengan pemiliknya, bahkan tak jarang melampaui. Robot pengganti ini menjadi pencitraan sempurna dari pemiliknya.

Citra sempurna itu berarti manakala si empunya sudah memutih rambutnya, ringkih tubuhnya dan tak lagi sempurna berjalan, si robot pengganti adalah kebalikan dari itu semua. Ia masih memiliki rambut yang hitam sempurna, tebal dan indah untuk perempuan atau gagah dan berjalan tegap untuk lelaki.

Namun, semua itu hanyalah tipuan belaka.

Robot pengganti itu menjadi topeng yang dipasang sempurna. Ia nampak sempurna, padahal pemiliknya sendiri hanya mampu tergolek pada pusat kendali di rumahnya. Kira-kira begini gambaran para pemilik Surrogates itu: berpiyama, muka kusut, kelelahan dan kurang gerak yang berarti juga kurang sehat.

Dengan robot itu pula mereka menjalani aktivitasnya sehari-hari. Yang semula seorang sherrif tetap menjadi sheriff, pun bila awalnya seorang penjahat. Bedanya, sheriff dan penjahat itu tidak bisa mati karena yang ditembak, yang tertabrak mobil, yang patah kaki selepas beraksi dan  berkelahi adalah robot-robot pengganti.

Masalah muncul manakala kerusakan yang terjadi pada robot pengganti berimbas pada pengendali yang duduk aman di rumah. Kerusakan itu muncul karena adanya senjata percobaan yang semestinya sudah tiada ternyata masih tersisa sebuah yang belum dimusnahkan. Akibatnya, ketakutan melanda para pengendali.

Apa yang terjadi pada para pengendali itu? Tontonlah Surrogates, jadilah saksi manakala dendam harus dibayar dengan mahal. Bagaimana eksistensi manusia perlahan-lahan digantikan oleh buah karyanya sendiri.

3 Replies to “Review: Surrogates”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *