Review: Hachiko, A Dog’s Story

Tentang menunggu….

Hachi kedinginan di stasiun kereta pada petang hari yang hujan. Hachi adalah anjing kecil yang hilang tak bertuan. Sore itu, ia tersesat di stasiun dan kemudian berjalan tak tentu arah.

Boleh jadi sebuah kebetulan, yaitu ketika langkah kaki Hachi terantuk sepasang kaki yang kokoh. Ia tak tahu siapa pemilik kaki itu, tak pernah ia temui sebelumnya. Namun, pada saat itu tatapan mata keduanya telah beradu, baku pandang.

Lelaki itu, Parker Wilson, serta-merta mengangkat Hachi yang kedinginan, membawa dalam pelukannya. Kemudian, seperti ada jalinan pengertian di antara keduanya ketika detak jantung mereka saling berpadu, seperti saling mendengar dan didengar. Dua jantung yang bergerak seirama, segendang-sepenarian. Dari situ, berawallah keakraban di antara mereka berdua.

Keduanya seperti disatukan oleh rasa kehilangan yang sama. Parker kehilangan anak lelakinya, sementara Hachi kehilangan tuannya. Mereka lantas merasa bisa saling mengisi, memenuhi dan melengkapi satu sama lain. Memang, manakala dua orang yang pernah mengalami kehilangan bertemu, maka pertemuan itu menjadi begitu istimewa.

Parker dan Hachi menjadi tak terpisahkan. Ihwal intensitas komunikasi, lalu kualitas pertemuan bukan lagi hal yang patut dirisaukan. Jalinan hati dengan hati itu begitu kuat, bahkan kendati kata tak diucapkan.

Hachiko: A Dog’s Story, saya kira telah berhasil menyajikan jalinan ikatan antara anjing dan manusia yang begitu dalam itu. Hubungan yang kuat itu tersaji dengan begitu jelas melalui upaya menunggu tak kenal waktu Hachi pada Parker.

Kisah penantian itu bermula saat Hachi senantiasa mengantar dan menunggu Parker berangkat dan pulang bekerja. Di depan stasiun, ia memiliki tempat istimewa yang menjadi langganannya saat ia menunggu.

Di tempat penantiannya itu, ia mengantar Parker di kala pagi. Ia mengiringkan Parker dengan harapan agar selamat dan bisa bertemu lagi sore nanti.

Sementara itu di sore hari pada jam yang sama, Hachi akan kembali berada di tempatnya. Ia mendekam di sana sambil mengawasi satu demi satu penumpang kereta yang keluar dari stasiun untuk pulang ke rumah masing-masing.

Kebiasaan Hachi mengantar dan menjemput ini lambat laun membuatnya hapal lingkungan di depan stasiun. Seperti juga lingkungan stasiun itu pun akan kehilangan manakala Hachi tak datang. Walaupun Hachi tak datang adalah sebuah kondisi yang jarang terjadi, karena Hachi tak pernah tak datang, bahkan ketika Parker sudah tak pernah lagi datang.

Bermula pada sebuah pagi yang cerah, seperti biasa Parker akan berangkat kerja. Pagi itu, tak seperti biasa semacam firasat datang mengilhami Hachi. Akibatnya, Hachi menjadi tak bersemangat untuk mengantar seperti jamaknya hari-hari kemarin. Ia justru terus-terusan berputar seakan-akan ingin bilang, “Marilah kembali pulang.” Sayang, Parker tak mengerti apa makna di balik sikap Hachi yang tak biasa itu. Parker kukuh terus berjalan, naik kereta dan berangkat kerja seperti biasa.

Siang datang, Parker sedang bekerja manakala tiba-tiba datang sebuah serangan jantung. Parker tak terselamatkan dan pulang ke asal semua makhluk. Pada saat yang sama, kepulangan abadinya ini berarti ia tak pulang ke rumah pribadinya. Lebih jauh, itu berarti Parker tak akan datang—tak pernah datang—lagi pada Hachi yang masih saja menunggu seperti biasa di tempatnya.

Sejak saat itu, dimulailah penantian Hachi yang tak kenal waktu. Saksikanlah bagaimana kesetiaannya tak perlu lagi dipertanyakan dan bagaimana ia menunggu bersama bergantinya waktu.

Selamat menonton.

4 Replies to “Review: Hachiko, A Dog’s Story”

  1. saya suka dengan film ini. wektu itu pengen liat di XXI.. tapi gak sempet.
    suak dengan pemerannya harrison ford.. film2 nya pasti sangat menyentuh

    bukannya richard gere ya, mas? iya memang menyentuh 😀

  2. hiks… hiks…. hiks….
    bukan nangis lagi, tapi ampe terisak-isak….
    rasanya remuk bgt ne hati, g tega liat hachi nunggu dgn keadaan begitu, rasanya pengen di ambil aja tu si hachi trz g dibolehin balik lg ke stasiun, tapi…
    pasti batinnya hachi akan tersiksa….
    hachi…..
    i love u………
    love u so much…..
    :'(
    T_T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *