Terdapat 10 hal yang dapat membunuh kreativitas seseorang. Jika Anda seorang kreator konten atau bekerja di industri kreatif, maka perlu mengetahui, mewaspadai, dan mencari jalan keluar dari pembunuh-pembunuh kreativitas ini. 

1. Terlalu nyaman 

Saat terlalu nyaman, ketika semua kebutuhan sudah didapatkan, maka kita tidak akan kreatif lagi. Sebab, kreativitas dan inovasi adalah hasil dari ketidaknyamanan. Berasal dari keinginan untuk mengubah dan menciptakan sesuatu. Sementara jika semua sudah terpenuhi, maka tidak perlu lagi kreatif atau menawarkan solusi baru.  

Baca juga: Pelajaran dari Ketidaknyamanan

2. Hal-hal yang tidak disukai 

Ini merupakan pembunuh kreativitas, seperti saat harus melakukan proses swa edit (self editing), tetapi tidak menyukai proses itu, maka otak sepertinya mogok dan tidak lagi bekerja, sehingga tidak ada ide baru lagi. Bisa jadi saat melakukan hal yang tidak disukai, maka kita hanya berakhir dengan memerhatikan layar, tanpa ingin berpikir hal yang rumit, seolah-olah otak kehilangan isinya.  

Baca juga: Saat Anda Tak Suka dengan Pekerjaan

3. Alkohol 

Atau apa saja yang dapat mengganggu produktivitas kita, karena jika mengalami persoalan perut, kita menjadi tidak produktif.  

4. Produktivitas 

Ketika mencoba menjadi super produktif, ketika saya menuliskan daftar panjang hal-hal yang harus dikerjakan dan mengecek satu demi satu yang telah berhasil diselesaikan, maka saya merasa kelelahan ketika telah sampai setengah dari yang harus diselesaikan. Ini seperti berlari marathon. Sesi itu seperti maraton untuk mental yang menghisap berbagai kreativitas yang masih tersisa.  

5. Orang yang tidak disukai 

Melakukan pertemuan dan berada di sekitar orang yang tidak terlalu disukai juga menghabiskan energi yang saya miliki. Saya tidak suka berdebat. Saya juga tidak menyukai ketika orang membicarakan keburukan di belakang orang lain. Kemudian ketika semua itu terjadi, rasanya benar-benar melelahkan dan tidak ada gunanya. Kemudian saya memikirkan hal itu berlama-lama, sehingga otak saya terus sibuk berputar. Mungkin saya memang tidak harus memikirkannya, tetapi saya tidak mampu.  

6. Kurang Tidur 

Pada masa revolusi industri, maka semakin lama kita bekerja akan semakin kurang waktu tidur kita, dan justru itu semakin baik. Saat itu kepercayaan yang ada adalah semakin panjang kita mampu bekerja dan semakin kurang tidur, malah akan semakin kuat dan semakin banyak hasil yang bisa diperoleh.  

Itulah pemahaman umum saat itu, ketika kekuatan fisik menjadi yang paling penting, sementara kreativitas tidak terlalu penting. Namun, saat ini, hal itu sudah tidak berlaku lagi. Sekarang kita bekerja dengan lebih banyak informasi dalam sistem yang lebih kompleks kemudian dengan beragam tugas, sehingga pikiran dan otak kita perlu istirahat dengan baik. Jika tidak diistirahatkan, akibatnya kita tidak akan mampu melewati sistem yang sangat kompleks tersebut dan juga tidak mampu lagi mengerjakan tugas-tugas. 

7. Tidak Rutin 

Banyak orang berpikir bahwa kreativitas adalah hasil dari ketidakteraturan atau chaos. Namun, saya tidak percaya hal itu. Ketika saya melakukan perjalanan dan tidak mampu mempertahankan rutinitas, maka saya tidak menghasilkan apa pun. Itu seperti saya menjadi orang lain.  

Namun, justru hal itu diperlukan agar ada variasi dan menemukan kembali diri kita yang mungkin terjebak dalam rutinitas yang monoton.  

Kendati begitu, saya tetap tidak percaya, bahwa kreativitas adalah hasil dari inspirasi, ilham, atau semacam itu. Menurut saya, kreativitas adalah hasil dari rutinitas yang baik, disiplin, dan duduk untuk bekerja.  

Baca juga: Sedikit Perbaikan Setiap Hari Memberikan Manfaat untuk Perubahan

8. Kelebihan Informasi 

Semua hal yang kita konsumsi setiap hari baik itu secara online maupun offline akan meminta kapasitas otak kita. Hal itu akan membuat otak kita terus-menerus sibuk berpikir, secara sadar atau tidak sadar.  

Contohnya saat Anda membuka Facebook di pagi hari, kemudian mendapati bahwa Deni balik lagi sama Dian, padahal di belakang Dian, Deni sebenarnya punya kekasih lain. Apakah Anda harus memberi tahu Dian? Akhirnya kita berpikir, berpikir, dan berpikir terus.  

Kita terpapar pada banyak sekali informasi dalam jangka waktu yang singkat dan tidak mungkin mampu memproses semua informasi tersebut. Contohnya informasi mengenai Deni dan Dian tadi, mungkin akan membuat hari Anda buruk dan otak kita kusut sepanjang hari.  

Baca juga: Filter untuk Banjir Informasi

9. Waktumu 

Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk diri sendiri untuk bernapas dan justru berlarian dari satu pertemuan ke pertemuan, maka mungkin Anda tak pernah memahami apa yang sebenarnya diinginkan dalam hidup. Bahkan, mungkin Anda menjadi tidak mengenal diri sendiri.  

Kemudian jika tidak mengetahui apa yang diinginkan dalam hidup, ketika tidak mengenali diri sendiri, maka tidak pernah tercapai langkah-langkah kreatif untuk mencapai ke tujuan hidup itu sendiri. Akhirnya, Anda akan mogok di tempat sekarang untuk selamanya. 

Baca juga: Tips Mengelola Waktu dan Kebiasaan

—  

Aturan umumnya adalah, apa yang dimasukkan, itu pula yang dikeluarkan. Apa pun yang dimasukkan dalam sistem, maka itu pula yang akan keluar.  

Jika hanya memasukkan berbagai hal yang negatif ke dalam sistem, seperti bertemu orang yang tidak disukai, melakukan hal-hal yang tidak disukai, kebiasaan buruk, ketidakteraturan, hingga stress, maka hasilnya pun tidak akan bagus. Anda pun kemudian tidak akan kreatif.  

Di sisi lain, jika kita memasukkan sebanyak mungkin hal positif ke dalam sistem, seperti melakukan hal-hal yang kita sukai, berada di sekitar orang yang disukai, melakukan rutinitas, dan cukup istirahat, maka kita akan bisa lebih kreatif.  

Meskipun  kegiatan yang positif itu kelihatannya mudah, tetapi ternyata tidak, lho. Terus hal itu juga tidak terjadi dalam semalam.  

Sementara berbagai hal yang membunuh kreativitas juga terjadi satu demi satu di setiap waktu. Hal itu hanya terjadi jika kita memberikan peluang, waktu, ruang, dan kesempatan untuk terjadinya pembunuh kreativitas itu.  

Kok hanya 9, katanya 10? Ternyata Yann Girrard tidak mampu berpikir lagi, hahaha….  

Source: 121 Tips of Being a Better Writer by Yann Girrard