Wisata Indonesia: Manado

Pernahkah Anda ke Manado? Berikut ini beberapa catatan saya saat mengunjungi ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini.

Yang Ditawarkan Manado

Sumber: YouTube Drone Footage ID

Cuaca panas menyambut begitu kaki menginjakkan kaki di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Masih terlintas jelas, bagaimana di Makasar hujan turun dengan deras dan pendaratan pesawat agak mengkhawatirkan.

Beribu syukur manakala pesawat sudah mendarat dan kerubungan sopir-sopir menawarkan mobil sewaan membuat kian panas suasana Manado.

Baca juga: Wisata: Sydney dan Canberra

Manado menyambut setiap pendatang dengan jalannya yang berkelok-kelok nan mulus.

Gereja-gereja berdiri di pinggir jalan dengan gagah.

Patung Yesus pun membentangkan tangannya di sebuah bukit, seakan-akan hendak merengkuh setiap pendatang dalam kasih dan damai.

Kuliner di Manado

Sungguh itu pula yang ditawarkan Manado.

Di pinggir Teluk Manado yang tenang, dapat dinikmati Mi Cakalang panas sembari mata tak jemu memandangi laut dan sebuah pulau, Manado Tua.

Dalam perkembangan kota ini, wilayah reklamasi pantai itu pun semarak dengan McDonald, bahkan bisa ditemukan juga Warung Wong Solo.

Manakala malam menjelang, deretan rumah makan dengan menu utama masakan laut pun berderet-deret benderang.

Di pusat-pusat pertokoan, muda-mudi berjanji berjumpa.

Sungguh elok melihat gadis-gadis Manado, dengan kulitnya yang putih nan mulus dibalut kaus dan hot pants, mata ini pun serasa dicuci bersih-bersih. 😀

Di Manado, mudah pula dijumpai Warung Khas Minahasa, namun awas, pintar-pintarlah memilih menu, karena di sini menyediakan menu babi.

Tapi, tak usahlah khawatir karena Pecel Telor Lamongan pun ada.

Hanya, yang biasanya menyajikan lele digantikan dengan mujahir.

Dan Warteg, bahkan sudah pula sampai di sini, dengan menu tambahan berupa martabak.

Ajaib, bukan?

Jadi kapan ke sini?

Menikmati sambal dabu-dabu dan sayuran dari paku-pakuan.

Cobalah kenikmatan masakan, keramahan warga dan keindahan pemandangan Bumi Tinutuan, kawan.

6 comments

  1. padahal dekat dengan kalimantan (kampung saya) tapi belum pernah sekalipun pergi ke sulawesi, pengen banget, katanya banyak tempat wisata menarik disana. hm…

  2. ada warteg dengan martabak? aneh sekali. he2. lalu, kenapa warung wong solo bisa sampai sana juga? apakah itu artinya kota ini sudah jadi metropolitan dengan diversifikasi usaha yg banyak, uncle? 😀

Leave a Reply