Tentang Connection Economy (Ekonomi yang Terhubung)

Apa yang dimaksud dengan connection economy? Artikel ini akan membahas serba sedikit mengenai ekonomi yang terhubung tersebut.

Monopoli

Sesungguhnya bisnis yang sukses selalu memiliki monopoli, kata pakar marketing Seth Godin.  

Artinya orang lain tidak mampu membuat suatu hal dengan cara perusahaan tertentu atau yang memiliki monopoli membuatnya. Misalnya, Anda bisa meniru Apple, tetapi tak pernah bisa menghasilkan sesuatu seperti yang Apple buat.  

Usahawan yang pintar menentukan berbagai hal yang dapat Anda lakukan di marketplace. Mereka bisa menemukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan orang lain, sehingga orang-orang akan bersedia untuk berkorban dan melakukan suatu hal guna mendapatkan sesuatu yang usahawan hasilkan tersebut.  

Ekonomi yang Terhubung

Baca juga: Opini: Geoekonomi Digital

Kemudian saat ini kita menganut paham perekonomian yang berbeda dengan masa lalu. Di masa lalu, kita menganut industrial ekonomi dengan beberapa pemahaman, yaitu menciptakan mesin-mesin yang lebih baik dan menciptakan pabrik-pabrik yang menghasilkan produk lebih cepat. Kemudian gabungan antara mesin yang lebih baik dan pabrik yang lebih cepat adalah harga yang lebih murah.  

Sayangnya, saat ini kita mengikuti paham yang berbeda, yaitu ekonomi yang terhubung atau connection economy.  

Dalam paham ini yang menjadi pusat suatu perekonomian adalah para penduduk atau orang ketimbang produk-produk yang dihasilkan.  

Di saat itulah kemudian kita beranjak pada para freelance dan entrepreneur.  

Freelance terjadi ketika ada orang yang memberikan bayaran, kemudian seorang freelance akan mulai bekerja. Artinya, jika dia tidak bekerja, maka orang lain tidak akan membayar.  

Sementara itu, untuk enterpreneur atau usahawan, mereka membangun bisnis yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dengan melakukan hal ini, maka mereka dapat menghasilkan sesuatu, bahkan saat tidur. 

Leave a Reply