Lelaki Tua dan Rembang Petang

an_evenfall

Dia baru saja pulang dari tempat kerjanya. Dilepas baju dan hanya berkaus dalam dinikmati semilir udara di teras rumahnya.

Sambil menikmati rokok kretek kegemarannya, dia mengamati tiga pot bunga yang tumbuh enggan di beranda. Suka cita, diamati daun bunga yang meliuk tertiup angin.

Hari menjelang magrib.

Delapan pengeras suara dari musholla di sekitarnya berbunyi. Ada suara anak kecil yang berteriak, remaja yang melengking, lelaki yang merdu dan banyak lagi lainnya. Mendadak dia pusing.

Dengan sedih dikenang kampung halamannya. Ketika rembang petang dan hanya satu pengeras suara yang berbunyi. Suara seorang kakek yang parau itu menampari perbukitan, menelusup di lembah, kemudian hinggap di telinganya, menjadi pengingat saatnya pulang dari ladang.

Senja itu, dia di beranda. Dihisapnya rokok dalam-dalam, terdengar suara anak perempuannya memanggil. Pengingat saatnya mandi.

Sumber gambar dari sini