Risiko Perubahan Iklim

Photo by Ivan Bandura on Unsplash

Pengetahuan mengenai perubahan iklim telah meningkat. Dampak dari proses ini pun telah diketahui, bahkan dirasakan di seluruh dunia. Oleh sebab itu, perlu berbagai pendekatan yang lebih luas untuk mengurangi risiko. 

Pengertian dari perubahan iklim adalah perubahan dalam pola rata-rata cuaca dalam jangka waktu yang lama, seringkali dalam hitungan dekade atau lebih. 

Saat ini perubahan iklim dipahami sebagai hasil dari aktivitas manusia sejak masa revolusi industri. Contoh aktivitas tersebut adalah pembakaran bahan bakar fosil dan juga perubahan iklim, seperti deforestasi. 

Hasil dari proses itu adalah penambahan secara signifikan gas rumah kaca, seperti karbon dioksida. Meskipun gas rumah kaca adalah bagian dari proses alami di atmosfer bumi dan berperan untuk menjaga temperatur planet serta mendukung kehidupan manusia, emisi yang berlebihan menyebabkan lebih banyak panas terperangkap di dalam atmosfer dan ujungnya meningkatkan temperatur di bumi. 

Akibat dari peristiwa itu, berbagai perubahan yang diprediksi akan terjadi adalah perubahan iklim itu sendiri, perubahan suhu di permukaan bumi dan peningkatan muka air laut, pencairan es dan glasier di kutub, dan perubahan serta ketidakteraturan pola hujan. Berbagai perubahan tersebut berdampak pada hampir semua aspek kehidupan manusia dan juga pada ekosistem di mana hal itu terjadi. 

Selanjutnya perubahan iklim akan menghasilkan kenaikan frekuensi dan intesitas cuaca ekstrem, serta dampak signifikan pada berbagai perubahan yang terjadi seiring waktu. Pola, durasi, dampak di berbagai wilayah bervariasi. Sementara upaya untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim dinamakan ‘Adaptasi Perubahan Iklim‘. 

Leave a Reply